PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN DAERAH DI  DESA RANGDA MENGGUNAKAN LOCATION QUOTIENT DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Authors

  • Deru R Indika Universitas Padjadjaran
  • Azzam Ibadurrahman Universitas Padjadjaran
  • Muhammad Naafi Baghir J Universitas Padjadjaran
  • Diah Meilani Universitas Padjadjaran
  • Cindy Nurazizah Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.35914/jemma.v8i2.3484

Abstract

Desa Rangda merupakan desa transmigrasi yang merupakan bagian dari kawasan prioritas nasional yang dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kotawaringin Barat. Kalimantan Tengah. Penentuan komoditas unggulan menjadi penting sebagai pusat aktivitas perekonomian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Location Quotient (LQ) untuk mengidentifikasi komoditas basis yang memiliki keunggulan komparatif, serta metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas komoditas unggulan berdasarkan berbagai kriteria strategis. Pendekatan ini sejalan dengan pengambilan keputusan dalam pemasaran strategis yang menuntut evaluasi multi-kriteria untuk memilih produk yang memiliki potensi nilai tambah dan daya saing. Hasil analisis data sekunder dan hasil data lapangan memprioritaskan perikanan air tawar dan holtikultura sebagai komoditas unggulan potensial untuk Desa Rangda

Kata kunci: Analytical Hierarchy Process,  Location Quotient, komoditas unggulan, nilai tambah

Abstract

Rangda Village is a transmigration village that is part of a national priority area developed as a new economic growth center in West Kotawaringin, Central Kalimantan. Determining superior commodities is important as a center of community economic activity. This study uses the Location Quotient (LQ) method to identify basic commodities that have a comparative advantage, and the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine the priority of superior commodities based on various strategic criteria. This approach is in line with decision-making in strategic marketing that requires multi-criteria evaluation to select products that have potential added value and competitiveness. The results of secondary data analysis and field data results prioritize freshwater fisheries and horticulture as potential superior commodities for Rangda Village.

Keywords: Analytical Hierarchy Process,  Location Quotient, Superior commodity, value added

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-12-14

How to Cite

PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN DAERAH DI  DESA RANGDA MENGGUNAKAN LOCATION QUOTIENT DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS. (2025). JEMMA (Journal of Economic, Management and Accounting), 8(2), 189-200. https://doi.org/10.35914/jemma.v8i2.3484