RESPON PEMBERIAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)

Main Article Content

Akmal Akmal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun terhadap pemberian berbagai dosis abu tandan kosong kelapa sawit. Penelitian dilakukan dalam pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dengan 5 dosis perlakuan yaitu; kontrol, 100 g, 200 g, 300 g, dan 400 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu tandan kosong kelapa sawit sebesar 200 g/polybag memberikan hasil terbaik terhadap jumlah buah dengan rata-rata 3,9 buah/pohon, berat buah dengan rata-rata berat 0,26 kg dan panjang buah rata-rata 14,67 cm, namun pada umur berbunga menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata antara perlakuan 100 g/polybag dengan rata-rata 16,93 hst dan 200 g/polybag yang rata-rata 15,73 hst

Article Details

Section

Articles

References

Anonim, 1981. Kandungan Gizi Buah Mentimun. Direktorat Gizi Depkes R.I.

Anonim, 2014. Deskripsi Mentimun Varietas hercules.PT East West Seed Indonesia.

Cahyono, 2003. Budidaya Tanaman Mentimu.Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Chan. F, Suandi, dan E. L. Thobing, 1982. Penggunaan Abu Tandan Kelapa Sawit Sebagai Pupuk Kalium Pada Tanaman Kelapa Sawit. Pedoman Teknis No 56 Th 1982. Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. Pematang Siantar.

Haryoko, 2008. Pemanfaatan abu janjang sawit sebagai pupuk di Indonesia.Universitas Sumatera Utara, Medan.

Irianto, 2009. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.)Pada beberapa Jenis Abu. Jurnal Agronomi.

Lakitan.B, 2007. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Loekito.H, 2002. Teknik Pengolahan Limbah Industri Kelapa Sawit. Jurnal Teknologi Lingkungan.

Mulyani, 2002. Peranan Pupuk Terhadap Tanaman Sayuran. Sinar Baru Algesindo, Bandung.

Nuryanto.E, 2000. Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagi Sumber bahan kimia.Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit Bogor.

Perkebunan Sinar Mas I, 2002. Pemanfaatan Abu Janjang Kosong Sebagai Pengganti Pupuk.PT. Kresna Duta Agroindo.Kebun Sei Pelakar.Jambi.

Rachmat.S, dan Geraad Grubben. 1995. Pedoman Bertanam Sayuran Dataran Rendah.Prosea Indonesia dan Balai Penelitian Hortikultura. Universitas Gadja Mada, Yogyakarta.

Rusman.B, 2004. Pertanian Organik dan Peranannnya dalam Pengembangan Pertanian Berkelanjutan. Kerjasma Fakultas Pertanian Universitas Andalas dengan proyek peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi DEPDIKNAS

Sarif, 1986. Kunci Bercocok Tanam Sayur-Sayuran Penting di Indonesia. Sinar Baru Algessindo.

Sasli.I, 2011. Karakteristik Gambut Dengan Berbagai Bahan Amelira dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tanah Guna mendukung Produktivitas Lahan Gambut. Jurnal Agrovigor.

Sofia, Diana. 2007. Respon Pertumbuhan dan Produksi Mentimun (Cucumis sativus L.) dengan Mutagen Kholkhisin. Universitas Sumatera Selatan, Medan.

Sumpena.U, 2008. Budidaya Mentimun Intensif Dengan Mulsa Secara Tumpang Sari. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sunarjono. H. H, 2007. Betanam 30 Jenis Sayuran. Penebar Swadaya, Jakarta.

Vincent. G, 1994. Metode Rancangan Percobaan. Armico Bandung