DETEKSI SOYBEAN MOSAIC VIRUS (SMV) TERBAWA BENIH KEDELAI DI SULAWESI TENGGARA

Asmar Hasan, Muhammad Taufik, Niken Nur Kasim, Hijria Hijria

Abstract


Virus mosaik kedelai (SMV) adalah salah satu patogen paling penting dalam tanaman kedelai yang aktivitasnya bahkan dapat menyebabkan kerugian tanaman hingga 100%, sehingga menghambat upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada kedelai. Terkait hal ini, sekitar awal tahun 2015, gejala mosaik telah ditemukan pada kedelai yang dibudidayakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara dan berdasarkan hasil deteksi serologi membuktikan bahwa daun kedelai gejala mosaik positif terinfeksi oleh virus mosaik seperti SMV. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah benih kedelai yang ditemukan di kalangan petani dan digunakan sebagai bibit juga telah terinfeksi oleh SMV. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan SMV pada benih kedelai petani menggunakan metode uji serodiagnosis dengan teknik ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMV positif menginfeksi biji kedelai varietas Dena dan Dega dari Desa Belatu, Kecamatan Pondidaha. Terdeteksi pada getah daun kedelai yang telah diunggulkan sedangkan getah biji kering tidak terdeteksi

Keywords


Dena, Dega, Kedelai, Serologi, SMV

Full Text:

PDF

References


Arif, M. dan S. Hassan. 2002. Evaluation of resistance in soybean germplasm to Soybean mosaic virus under field conditions. Online Journal of Biological Sciences 2. Hal. 601—604.

Badan Pusat Statistik. 2015. Produksi Padi dan Palawija (Angka Ramalan II 2015). No. 02/11/74/Th. III, 02 November 2015.

Hifni, H.R. dan S. Miharja. 1994. Studi pergeseran strain bakteri Xanthomonas campestris pv. Oryzae penyebab hawar daun bakteri. Laporan Intern Balai Penelitian Tanaman Pangan Bogor.

Hill, J.H. 1999. Soybean Mosaic virus. In Compendium of Soybean Diseases, (4th ed.) Edited by G. L. Hartman, J. B. Sinclair and J. C. Rupe. St Paul, MN: American Phytopathological Society. Hal. 70 —71,

Liao, L., P. Chen, G.R. Buss, Q. Yang, dan S.A. Tolin, 2002. Inheritance and allelism of resistance to soybean mosaic virus in Zao18 soybean from China. Journal of Heredity. Vol. 93. No. 6. Hal. 447—452.

Taufik, M., Gusnawaty HS., A. Hasan, dan M.D. Rahim. 2015. Mosaic disease: as a challenge for soybean production in southeast sulawesi. Proceeding 2nd International Conference on Sustainability Development. 28 February - 1 March 2015. Bali. Indonesia. Hal. 117-124.

Wahyuni, W.S. 2005. Dasar-Dasar Virologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Wang, A. 2009. Soybean mosaic virus: research progress and future perspectives. Proceedings of World Soybean Research Conference VIII (www.wsrc2009.cn). Beijing, China.




DOI: http://dx.doi.org/10.35914/tabaro.v2i1.114

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Faculty of Agriculture

Andi Djemma University of Palopo

Address: Jalan Sultan Hasanuddin No. 15 Palopo, South Sulawesi

Email: editor.jtabaro@unanda.ac.id / miming.mlgke@gmail.com

p-ISSN : 2580-6165

e-ISSN : 2597-8632

JTAS UNANDA PALOPO Indexed by:

 

 

 

Creative Commons License

Journal TABARO UNANDA is licensed an under Creative Commons Attribution 4.0 International.

Web
Analytics 

View Journal TABARO UNANDA My Stats