KARAKTERISTIK EDIBLE FILM KOMPOSIT DARI PATI SAGU, GELATIN DAN LILIN LEBAH (BEESWAX)

Rahmi Azizah Mudaffar

Abstract


Edible film merupakan pengemas lapis tipis yang dapat langsung dikonsumsi oleh manusia dan bersifat ramah lingkungan karena bahan bakunya berasal dari hasil-hasil pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat edible film komposit (gabungan hidrokoloid dan lipid) dari pati sagu dengan penambahan berbagai konsentrasi gelatin dan lilin lebah (beeswax) serta untuk mengetahui pengaruh konsentrasi beeswax terhadap karakteristik edible film komposit. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I, membuat edible film dengan perlakuan penambahan konsentrasi gelatin (1%, 2% dan 3%).  Tahap II, edible film yang  memiliki laju transmisi uap air terkecil pada tahap I (konsentrasi gelatin terbaik) digunakan untuk menentukan pengaruh konsentrasi beeswax yang tepat pada edible film dengan konsentrasi 0,5%, 0,75% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati sagu mempunyai kadar air 9,22%, suhu gelatinisasi 620C, kadar pati 84,56% dan kadar amilosa 7,2 %. Hasil penelitian pada edible film pati sagu diperoleh ketebalan tertinggi pada penambahan beeswax 1% (0,129 mm) sedangkan terendah pada penambahan beeswax 0,5% (0,098 mm). Kuat tarik tertinggi pada penambahan beeswax 1%  (1,180 N/mm2 ) sedangkan terendah pada penambahan beeswax 0,5% (0,591 N/mm2). Persen pemanjangan edible film tertinggi pada penambahan beeswax 0,5% (351,08%) sedangkan terendah penambahan beeswax 1% (227,38%). Laju transmisi uap air edible film tertinggi pada penambahan beeswax 0,5% (0,037 g/m2.jam) sedangkan terendah penambahan beeswax 1% (0,027 g/m2/jam).


Keywords


Hidrokoloid, Karakteristik Edible Film, Lipid

Full Text:

PDF

References


Astuti, Beti Cahyaning. 2008. Pengembangan Edible Film Kitosan dengan Penambahan Asam Lemak dan Esensial Oil: Upaya Perbaikan Sifat Barrier dan Aktivitas Antimikroba. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Pertanian Bogor.

Chrismanuel A, Pramono YB, Setyani BE. 2012. Efek Pemanfaatan Karaginan Sebagai Edible Coating Terhadap pH, Total Mikroba Dan H2S Pada Bakso Selama Penyimpanan 16 Jam. Animal Agriculture Journal. 1 (2) : 286 – 292.

Hui, Y. H. 2006, Handbook of Food Science, Technology, and, Engineering Volume I. CRC Press, USA.

Mahdar, Dedi., Indra Neffi, Yusnizar, 1991. Balai Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian, Jakarta.

Masykuri, 2006. Effect of Plasticizers and Fatty Acid on Mechanical and Permeability Characteristic of Chitosan Films. J. Food Biotechol. 6: 257-272.

Rohim, Muhammad, dkk. 2015. Uji Organoleptis Produk Tahu Tersalut Kitosan (Tahu-Edible Coating Kitosan). Jurnal Kimia Khatulistiwa. 4 (3) : 54-58.

Supeni dan Irawan. 2012. Pengaruh Penggunaan Kitosan Terhadap Sifat Barrier Edible Film Tapioka Termodifikasi. Jurnal Kimia Kemasan. 34 (1) : 199-206.

Wattimena, Devidson, dkk. (2016). Karakteristik Edible Film Pati Sagu Alami dan Pati Sagu Fosfat dengan Penambahan Gliserol. Jurnal Agritech. 36 (3) : 247-252.

Winarno, F.G., 2008. Kimia Pangan dan Gizi. MBrio Press, Jakarta.

Wulandari, dkk. 2013. Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp.) dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Indonesia. Jurnal Pangan. 22 (1) : 61-75.




DOI: http://dx.doi.org/10.35914/tabaro.v2i2.134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Faculty of Agriculture

Andi Djemma University of Palopo

Address: Jalan Sultan Hasanuddin No. 15 Palopo, South Sulawesi

Email: editor.jtabaro@unanda.ac.id / miming.mlgke@gmail.com

p-ISSN : 2580-6165

e-ISSN : 2597-8632

JTAS UNANDA PALOPO Indexed by:

 

 

 

Creative Commons License

Journal TABARO UNANDA is licensed an under Creative Commons Attribution 4.0 International.

Web
Analytics 

View Journal TABARO UNANDA My Stats