PRODUKSI BIJI DAN BIOMAS JAGUNG PAKAN TERNAK YANG DIBERI PUPUK ORGANIK DAN KEPADATAN AWAL TANAM BERBEDA PADA LAHAN KERING

Main Article Content

Syamsul Bahri
Sutrisno H Purnomo

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2017 di lahan milik petani di kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo dengan luas areal penanaman seluas 2 ha lahan kering. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu penggunaan pupuk sebagai faktor pertama dan kepadatan awal tanam sebagai faktor kedua. Adapun perlakuan yang diteliti adalah faktor pertama : Penggunaan Pupuk P0 = Pupuk Anorganik 100 % (urea 300 kg/ha, SP36 100 kg/ha dan KCl 100 kg/ha) atau (urea 2,6 kg/plot, SP36 0,88 kg/plot dan KCl 0,88 kg/plot) P1 = Pupuk Anorganik 50 % (urea 150 kg/ha, SP36 50 kg/ha dan KCl 50 kg/ha) atau (urea 1,3 kg/plot, SP36 0,44 kg/plot dan KCl 0,44 kg/plot) + Pupuk Organik 50 % (3 ton/ha) atau (26,25 kg/plot), P2 = Pupuk Organik 100 % (6 ton/ha) atau (52,5 kg/plot) dan faktor kedua : Kepadatan Awal Tanam K0 = Kepadatan 35.500 tan/ha  (jarak tanam 70 x 40) K1 = Kepadatan 70.500 tan/ha  (jarak tanam 35 x 40) K2 = Kepadatan 105.500 tan/ha  (jarak tanam 35 x 20). Pengukuran terhadap 5 tanaman sampel yang diambil secara acak pada setiap petakan percobaan kemudian klobotnya dibuka lalu dikeringkan di bawah sinar matahari. Jagung pipilan kering ditimbang beratnya untuk menghitung produksi jagung pipilan kering. Pengukuran produksi hijauan segar dilakukan dengan menimbang berat hijauan segar (hijauan jagung hasil penjarangan dari tanaman antara dan hijauan jerami jagung setelah jagung dipanen) yang berasal dari 5 tanaman sampel pada setiap petakan percobaan yang diambil secara acak baik tanaman antara maupun tanaman utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk anorganik 100 % dapat meningkatkan produksi pipilan kering jagung 7,69 ton/ha dan biomas 19,32 ton/ha, kepadatan awal tanam 35.500 tanaman/ha meningkatkan produksi jagung tertinggi pada komponen produksi biomas 18,98 ton/ha dan pipilan kering 7,51 ton/ha jagung tanaman utama sedangkan kepadatan awal tanam dengan jarak tanam 35 x 20 cm dengan produksi tertinggi pada komponen produksi biomas 3,14 ton/ha dan jagung muda 0,73 ton/ha tanaman antara dan tidak terdapat interaksi pemberian pupuk dengan kepadatan awal tanam terhadap peningkatan produksi jagung

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Syamsul Bahri

Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo

Sutrisno H Purnomo

Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo

References

Adianto. 1993. Biologi Pertanian, Pupuk Kandang, Pupuk Organik Nabati dan Insektisida. Penerbit Alumni, Bandung.

Bahri, S. 2009. Kajian Sistim Pertanian Terpadu dengan Komoditi Jagung, Kacang Tanah dan Sapi Potong. Tesis, Program Pascasarjana UNHAS - Makasar.

Bahri, S, A. Natsir, S.N.Sirajuddin, S. Hasan, 2018. Integrated Agricultural System Study on Crops : Intercropping of Corn –Peanut and Beef Cattle Fattening. International Journal of Current Research in Biosciences and Plant Biology. Vol. 5 No. 4.

Bahri, S, A. Natsir, S.N.Sirajuddin, S. Hasan, 2018. Quality of Silage Made From a Combination of Corn Straw and Peanut Straw and its Effects on Bali Cattle Performance. Pakistan Journal of Biotechnology.

Borras, L. And B.L. Gambin. 2010. Trait Dissection of Maize Kernel Weight Towards Integrating Hierarchical Scailes Using a Plant Growth Approach. Field Crops Research. 118 : 1-12

Gaspersz. V; 1999. Metode Perancangan Percobaan untuk Ilmu-Ilmu Pertanian, Ilmu-Ilmu Teknik, Biologi. CV. Armico, Bandung.

Musa. Y, M. Farid, R. Efendy, A. Haris. 2013. Pembentukan Jagung Sintetik Toleran Cekaman Kekeringan dan Efisien Penggunaan Nitrogen. Laporan Kegiatan Penelitian. LP2M. UNHAS.

Sarief, S. 1995. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung.

Sapareng S., Idris MY., Akbar TW., Arzam TS., 2017. Pengaruh Media Tanah dan Beberapa Jenis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung. Jurnal Agrosains dan Teknologi, 2(1) : 43 - 50

Shilpashree, V. M, H.M. Chidanandappa, R. Jayaprakash and B.C. Punitha. 2012. Effect of Integrated Nutrient Management Practices on Distribution of Nitrogen Fractions by Maize Crop in Soil. Indian Journal of Foundamental and Applied Life Sciences 2 (1) : 38-44

Steel, R.G.D. dan J.H. Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika Suatu Pendekatan Biometrik. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Suprapto dan Nyoman Adi Jaya, 2000. Berbagai Masukan Teknologi untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Marginal. Laporan Akhir Penelitian SUT Diversivikasi Lahan Marginal di Kecamatan Gerokgak. Buleleng.. Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Denpasar. Bali.

Sutedja, M.M., 1995. Pupuk dan Cara Pemupukan. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Tilley, J.M.A and R.A Terry. 1963. A two-stage technique for the in vitro digestion of forage crops. J. British Grassl. Soc. 18 : 104 – 111.

Yuwono dan Nasih Widya, 2009. Membangun Kesuburan Tanah di Laban Marginal. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (hal.137, 140).