Kajian Pengelolaan dan Pola Pemanfaatan Ekosistem Lamun Perairan Pantai Teluk Bone Kabupaten Luwu

Marhayana Syarifuddin, Fachri Kurnia Bhakti

Sari


Ekosistem lamun merupakan ekosistem pesisir yang tinggi produktifitas organiknya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola pemanfaatan dan permasalahan ekosistem lamun serta menentukan alternatif pengelolaan ekosistem lamun yang berkelanjutan di Pantai Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Data diperoleh melalui observasi langsung terkait persentase tutupan dan kerapatan lamun, data aspek biofisik-kimia perairan, wawancara dengan responden, data DPSIR, data valuasi ekonomi, dan Willingness to Pay (WTP). Persentase tutupan lamun stasiun I (24,89 %) termasuk kategori jarang, stasiun II (26,14 %) dan stasiun III (26,01 %) termasuk sedang. Total Nilai Ekonomi ekosistem lamun di Pantai Karang-karangan berkisar Rp 44,678,051,717/tahun. Nilai ekonomi tersebut meliputi manfaat langsung (perikanan), manfaat tidak langsung (sebagai pelindung garis pantai dan pencegah erosi, daerah asuhan, emisi karbon), manfaat pilihan, manfaat keberadaan dan manfaat warisan.

Kata Kunci


Pengelolaan; pemanfaatan; ekosistem; lamun; ekonomi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adrianto, L. 2010. Sinopsis Pengenalan Konsep dan Metodologi Valuasi Ekonomi Sumberdaya Pesisir dan Laut. PKSPL-IPB. Bogor.

Clinton J Dawes, Ronald C Phillips dan Gerold Morrison. 2004. Seagrass communities of the gulf coast of Florida: status and ecology. Florida Fish and Wildlife Conservation Commission Fish and Wildlife Research Institute and the Tampa Bay Estuary Program, pp 74.

COREMAP-CTI. 2014. Panduan Monitoring Padang Lamun. Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI. Jakarta.

Fachrul, F.M. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta.

Hadad, S., 2012. Valuasi Ekonomi Ekosistem Lamun Pulau Waidoba Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara [Thesis]. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Halid, I dan Mallawa A. 2017. Biodinamika Populasi untuk Penangkapan Ikan Baronang Lingkis Berkelanjutan. IPB Press. Kota Bogor-Indonesia.

Hariyanto. 2011. Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Jurnal. [Diakses : 02 April 2019, pukul : 18:25 WITA].

Lee, K.S., Park, S.R., dan. Kim, Y.K.,. 2007. Effects of Irradiance, Temperature, and Nutrients on Growth Dynamics of Seagrasses: A Review. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology, 350:144–175.

Nainggolan, P. 2011. Distribusi Spasial dan Pengelolaan Lamun (Seagrass) di Teluk Bakau, Kepulauan Riau. Skripsi. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 95 hal.

National Academy of Science USA, 2001. Marine Protected Areas: Tools for Sustaining Ocean Ecosystem. National Academy Press Washington, DC, 17- 29.

Paena, M dan Asbar. 2008. Valuasi Nilai Manfaat Ekonomi Ekosistem Mangrove Swadaya Masyarakat di Wilayah Pesisir desa Tongke-Tongke Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP) Maros. Jurnal. Sains Akuatik 10 (1) : 28-35.

Rahman A., M. N. Rivai, dan Yutdam Mudim. 2013. Analisis Pertumbuhan Lamun (Enhalus Acoroides) Berdasarkan Parameter Oseanografi Di Perairan Desa Dolong A Dan Desa Kalia. Jurusan Fisika Fakultas MIPA,Universitas Tadulako, Palu, Indonesia. Jurnal Gravitasi Vol. 15 No. 1, ISSN 1412-2375.

Rochmady. 2010. Rehabilitasi Ekosistem Padang Lamun. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar.

Rosmawati. 2012. Kohort dan Laju Pertumbuhan Populasi Lamun Enhalus acoroides di Perairan Pantai Desa Waai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Ambon.

Wirawan, A.A. 2014. Tingkat Kelangsungan Hidup Lamun Yang Ditransplantasi Secara Multispesies Di Pulau Barranglompo. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hassanuddin, Makassar

Zacharias, I., A. Parasidoy, E. Bergmeier, G. Kehayias, E. Dimitriou and P. Dimopoulos 2008. A “DPSIR” Model for Mediterranean Temporary Ponds: European, National and Local Scale Comparisons. Ann Limnol. Int. J. Lim. 2008, 44 (4), 253-266.




DOI: http://dx.doi.org/10.55113/fwj.v3i2.1247

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##