ANALISIS LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) HASIL PERENDAMAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)

Andi Tenri Aisa, Suardi Suardi, Patahiruddin Patahiruddin

Abstract


ABSTRAK

           Rumput laut Gracilaria sp. merupakan salah satu jenis rumput laut alga merah yang telah dikembangkan di Indonesia. Jenis rumput laut ini mempunyai daya toleransi lingkungan luas, dan dapat tumbuh pada perairan laut dan payau, sehingga sangat potensial untuk dibudidayakan di tambak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan rumput laut  Gracilaria sp. menggunakan perlakuan lama perendaman air kelapa yang berbeda (30 menit, 40 menit,dan 50 menit). Penelitian ini dilaksanakan di tambak Salubulo Kec.Wara Utara, Kota Palopo dari bulan Agustus sampai Oktober 2019. Penelitian ini menggunakan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok), pengukuran bobot rumput laut dilakukan setiap 10 hari bersamaan dengan pengukuran kualitas air seperti suhu, salinitas, dan pH selama 40 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman bibit rumput laut setelah di uji statistik (ANOVA) tidak berbeda nyata yaitu  F-hitung<F-Tabel (3,00<5,14) pada taraf 5%. Secara deskriptif analisis menunjukkan bahwa laju pertumbuhan rumput laut tertinggi pada perlakuan B (40 menit) sebesar 2,04%.

 

Kata kunci: Alga merah, toleransi lingkungan, tambak, dan Salubulo

 

 

ABSTRACT

Seaweed Gracilaria sp. is one type of red algae seaweed that has been development in Indonesia, this type of seaweed has a broad environmental tolerance, and can grow in sea and brackish waters, so that the potential to be cultivated in ponds. This study aims to analyze the the potential is very potential to be cultivated in ponds. This study aims to analyze the growth rate of garcilaria sp. Use a different old coconut water immersion treatment (30 minutes, 40 minutes, and 50 minutes). This research was conducted in the pond salubulo palopo Kec. Wara Utara, palopo city from august to October 2019. This study used the RAK (Randomized block desaign) method, seaweed weight measurenments werw carried    out every 10 days for 40 days. The results showed that the treatment of seaweed seedlings immersion after being tested statistically (ANOVA) was not significantly different, namely F-count<F-table (3,00)<(5,14) at real level of 5%. Descriptive analysis showed that the highest growth rtea treatment B (40 minutes) was 2,04%.

 

Keywords: Red algae, environmental tolerance, ponds, salubulo.

Full Text:

PDF

References


Alamsjah, M.A., W. Tjahjaningsih dan A. W. Pratiwi. 2009. Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK dan TSP Terhadap Pertumbuhan, Kadar Air dan Klorofil a Gracilaria verrucosa, Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 1(1): 103-110

Aminah NS., 2009. Potensi air kelapa dan santan sebagai penewar racunpada ikan laut. Puslit Ekologi Kesehatan, Balitbagkes depkes RI, CDK 168, vol 36(2):101-104.

Anggadiredja JT., Achmad Z., Heri P, Sri Istini. 2006. Rumput Laut. Penebar Swadaya Jakarta.

Anggadireja J., Istini S., Zatnika A., dan Suhaimi. 2006. Rumput Laut. Jakarta.

Anton.,2017. Pertumbuhan dan kandungan agar rumput laut (Gracilaria spp) pada beberapa tingkat salinitas. Jurnal Airaha, vol.6 No 2 .054 – 64

Dawes., C.J. 2002. Biologi Alga Laut Tropis Impotensi Tradisional dalam Burung. K.T. dan P.H. Benson (ed). Budidaya Rumput Laut Untuk Sumber Daya Terbarukan. Elsevier. Amsterdam.

Hariyadi., P. 2002, Air Kelapa Sebagai Minuman Isotonik Alami.Bogor. Kompas.

Hendaryono., DPS dan Wijayani, Asri. 1994. Teknik Kultur Jaringan. Yogyakarta. Kanisius.

Kim dan Ho., 1970. Economically Important Seaweed in Chile. London. 964 paper

Masyahoro., dan Mappiratu. 2010. Respon Pertumbuhan pada Berbagai Kedalaman Bibit dan Umur Panen Rumput Laut Eucheuma cottonii di Perairan Teluk Palu. Media Litbang Sulteng. ISSN : 1979-5971. 3(2):104-111

Megawati.,A. Rohyadi dan S.Y. lumbesssy. 2013. Pengaruh jenis dan konsentrasi air kelapa sebagai perendaman bibit terhadap pertumbuhan rumput laut Euchema cottoni. Jurnal perikanan unram. 3. 33. 39

Mubarak., H., S. Ilyas., W. Ismail., I.S. Wahyuni, dkk. 1990. Petunjuk teknis budidaya rumput laut. Pusat penelitian dan pengembangan perikanan. Jakarta. 94 hal.

Palik., H. 2018. Pengaruh lama perendaman air kelapa (Cocos nucifera) terhadap peningkatan laju pertumbuhan rumput laut (E. cottoni).Hal.2 dan 10

Papalia, S. dan Hairati Arfah. 2013. Produktivitas Biomasa Makroalga di Perairan Pulau Ambalau, Kabupaten Buru Selatan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 5 (2) : 465-477

Perry., R. 2003. Panduan untuk Phytoplankton Laut dari Southem California. Peneribitan: www. Msc. Ucla/oceanglobe/pdf/panduan. 23 hlm. 23 Mei 2013.

Raikar., S. V., lima., M., and Fujita., Y. 2001. Pengaruh Suhu, Salinitas dan Intensitas Cahaya terhadap pertumbuhan gracillaria spp. (Gracilridae, Rhodophyta)dari Jepang, Malaysia dan India. Jepang. P.4

Sakdiah., M. 2009. Pemanfaatan Limbah Nitrogen Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) oleh Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Sistem Budidaya Polikultur. [Tesis]. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. 212 hlm.

Sjafrie.,N.M.D. 1990. beberapa catatan mengenai rumput laut gracilaria. Oseana. Volume xv. Nomor 4.147-155

Sugara,C., 2011. Pemanfaatan limbah air kelapa untuk media pengkayaitas Brawijaya. Diakses pada 20 maret 2019

Tiwery, R. R. 2014. Pengaruh Penggunaan Air Kelapa (Cocos Nucifera) terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). Biopendix, 1(1): 83 – 91.

Wibawa., B. S., L.ujianto dan S.Y. Lumbessy. 2013. Pengaruh jenis lama perendaman bibit dengan menggunakan air kelapa (Cocos nucifera) terhadap laju pertumbuhan rumput laut Euchema cottoni

Yong.,W. H., Jean and G. Liya, 2009. Komposisi kimia dan Proportis Biologis air Rumput Laut (Cocos nucifera).Universitas Nanyang. Singapura

Zatnika., A. 2009. Pedoman Teknis Budidya Rumput Laut. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Fakultas Perikanan Unanda

jurnalperikanan.unanda@gmail.com