PENGARUH KERAPATAN BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa PADA TAMBAK BUDIDAYA BANDENG (Chanos chanos) DI KABUPATEN LUWU SULAWESI SELATAN

Patahiruddin Patahiruddin

Abstract


ABSTRAK

Ruang lingkup akuakultur yaitu pengelolaan pertumbuhan, pengembangbiakan dan pemuliaan organisme. Perkembangan teknologi akuakultur menunjukkan bahwa ikan bandeng (Chanos chanos) dapat dibudidayakan bersama dengan G.verrucosa. Kegiatan budidaya G.verrucosa banyak memberikan keuntungan, salah satunya yaitu permintaan agar-agar pada saat ini terus meningkat. Dalam pengembangan budidaya rumput laut faktor-faktor  ekologis dasar yang berkaitan dengan pertumbuhan maupun kehidupannya perlu diketahui. Produksi rumput laut G.verrucosa di tambak dapat mencapai hasil minimal satu ton kering per hektar setiap periode Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak kerapatan bibit G.verrucosa terhadap pertumbuhan yang dipelihara di tambak budidaya bandeng. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suli Kecamatan Suli Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan dari bulan Agustus 2015 sampai Januari 2016.

Perlakuan kerapatan bibit G.verrucosa yang digunakan yaitu kerapatan: 150gr/m2, 250 gr/m2 dan 350 gr/m dengan menggunakan metode dasar dan kerapatan bibit bandeng 2/m2 berukuran 3-4 cm dengan bobot rerata 3 gram/ekor. Pengambilan sampel dan pengukuran parameter lingkungan berupa salinitas, suhu, pH dilakukan setiap 10 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan biomassa G.verrucosa tertinggi terjadi pada padat penebaran 150 gr/m2sebanyak 3,69 % dan 2,51 % berat kering per hari dengan kerapatan bibit bandeng 2/m2.

 

Kata kunci : Akuakultur, teknologi, kondisi ekologis, produksi, metode dasar.

 

 

ABSTRACT

The scope of aquaculture is the management of growth, breeding and breeding of organisms. The development of aquaculture technology shows that milkfish (Chanos chanos) can be cultivated together with G.verrucosa. G.verrucosa cultivation activities provide many benefits, one of which is the demand for agar at this time continues to increase. In the development of seaweed cultivation, basic ecological factors related to growth and life need to be known. G.verrucosa seaweed production in ponds can reach at least one dry ton per hectare per period. This study aims to determine the impact of G.verrucosa seedlings on growth maintained in milkfish ponds. This research was conducted in Suli Village, Suli District, Luwu Regency, South Sulawesi Province from August 2015 to January 2016.

The density treatment of G.verrucosa seeds used is density: 150gr / m2, 250 gr / m2 and 350 gr/m2 using the basic method and density of 2/ m2 milkfish measuring 3-4 cm in size with an average weight of 3 grams /head. Sampling and measurement of environmental parameters in the form of salinity, temperature, pH are carried out every 10 days. The data obtained were analyzed by analysis of variance (ANOVA). The results showed that the highest growth rate of G.verrucosa biomass occurred at 150 gr /m2 stocking density of 3.69% and 2.51% dry weight per day with the density of 2/m2 milkfish seeds.


Keywords: Aquaculture, technology, ecological conditions, production, basic methods.

Full Text:

PDF

References


Alifatri, L. 2012. Laju pertumbuhan dan kandungan agar Gracilaria verrucosa dengan perlakuan bobot bibit terhadap jarak tanam di tambak balai layanan usaha produksi perikanan budidaya Karawang. Jawa Barat. Skripsi. IPB. Bogor.

Anggadiredja, J.T., Zatnika, A., Purwoto, H., dan Istini, S. 2006. Rumput laut; pembudidayaan, pengolahan dan pemasaran komoditas perikanan potensial. Penebar Swadaya. Jakarta.

Brower, J.E., Zar, J.H., and von Ende, C.N. 1990. Field and laboratory methods for general ecology. Third edition. America: Wm.C. Brown Publishers.

Ghomez, K.A., and Ghomez, A.A. 2010. Prosedur statistik untuk penelitian pertanian. Edisi kedua. UIP.Jakarta. 698 hlm.

Kartono., M.Izzati., Sutimin., dan D. Insani. 2008. Analisis model dinamik pertumbuhan biomassa rumput laut Gracillaria verrucosa. Jurnal Matematika Vol. 11 No.1: 20-24

Kira, T., H. Ogawa., and N. Sakazaki. 1953. Intraspecic competition among higher plants. I. Competition-yield-density interrelationship in regularly dispersed populations. Journal of the Institute of Polytechnics, Osaka City Uni.ersity 4: 1-16

Latif, I. 2008. Pengaruh pemberian pupuk terhadap pertumbuhan, produksi dan kandungan karagenan rumput laut kappaphychus striatum. http://www.unhas.ac.id. Diakses tanggal 17 November 2016.

Mubarak, H., Sulistijo., Djamali, A., dan Sumadhiharga, O.K. 1998. Sumber daya rumput laut. Komisi Nasional Pengkajian Stok Sumber daya Ikan Laut, LIPI. Jakarta : 226-241

Mulyanto. 1992. Lingkungan hidup untuk ikan. Departemen pendidikan dan kebudayaan. Jakarta . 135 hal.

Rachmansyah and A, Sudradjat. 1993. Prospek pengembangan budidaya bandeng dalam keramba jarring apung di muara sungai sebagai antisipasi kebutuhan umpan pada perikanan tuna dan cakalang. Warta Balitdita. Balai Budidaya Perikanan Pantai 5(1)33:37.

Raikar, S. V., Iima, M., and Fujita, Y. 2001. Effect of temperature, salinity and light intensity on the growth of Gracilaria spp. (Gracilridae, Rhodophyta) from Japan, Malaysia and India. Japan. p. 4.

Reksono, B., H. Hamdani., dan M.S. Yuniarti. 2012. Pengaruh padat penebaran Gracilaria sp. terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bandeng (Chanos chanos) pada sistem polikultur. Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 3 No. 3: 41-49

Samsuari. 2006. Kajian ekologis dalam biologi untuk pengembangan budidaya rumput laut (Euchemma cottoni) di Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. http://www.damandiri.go.id. Diakses tanggal 17 November 2016.

Shinozaki, K., and Kira, T. 1956. Intraspecic competition among higher plants. VII Logistic theory of the C-D effect. Journal of the Institute of Polytechnics, Osaka City Uni.ersity 12: 69-82

Weartherley, A.H. 1972. Growth and ecology of fish population. Academic Press. London

Weiner, J., and S.C. Thomas. 1986. Size variability and competition in plant monocultures. Oikos 47: 211-222.

Widyorini, N. 2010. Analisis pertumbuhan Gracilaria sp. di tambak udang ditinjau dari tingkat sedimentasi. Jurnal Saintek Perikanan Vol. 6 No. 1: 30-36

Zatnika, A. 1994. Teknologi budidaya rumput laut. Makalah pada seminar pekan akuakultur V. Tim rumput laut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Jakarta.

Zonneeveld. 1991. Prinsip-prinsip budidaya ikan. Gramedia. Jakarta. 318 hal


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Fakultas Perikanan Unanda

jurnalperikanan.unanda@gmail.com