ANALISIS PEMBERIAN DOSIS TEPUNG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN PATIN (Pangasius hypopthalamus)

Penulis

  • Nirmayanti Nirmayanti Universitas Andi Djemma
  • Andi Idrus Universitas Andi Djemma
  • Ummi Maksum Marwan Universitas Andi Djemma

DOI:

https://doi.org/10.55113/fwj.v1i2.579

Kata Kunci:

Pangasisus hypophthalmus, dosis pakan, pertumbuhan.

Abstrak

Ikan patin memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup tinggi, rasa dagingnya khas, enak, lezat dan gurih dan juga berpotensi untuk dibudidayakan karena mampu beradaptasi pada kondisi lingkungan dengan kisaran salinitas yang luas. Pakan merupakan salah faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan usaha budidaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis pakan yang berbeda terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus). Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Agustus – September 2019 di Balai Penelitian Perikanan Kota Palopo. Hewan uji yang digunakan adalah benih ikan patin siam (Pangasisu hypophthalmus) berukuran 1-2, cm atau 0.5 gram/wadah.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulanganya itu perlakuan A (pemberian dosis pakan 4%), B (pemberian dosis pakan 6%), C (pembrian dosis pakan 8%), pakan yang digunakan pellet komersil.  Variabel yang diukur adalah pertumbuhan, dan konversi pakan, Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis pakan yang berbeda tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, dan konversi pakan (p>0,05).

Referensi

Adelina.1999. Pengaruh Pakan dengan Kadar Protein dan Rasio Energi Protein yang Berbeda pada Pertumbuhan Benih Ikan Bawal Air Tawar.[Skripsi]. Bogor: IPB

Arie, U. 2009. Panen Bawal 40 Hari.Penebar Swadaya :Jakarta. Boyd, C.E. 1990. Water Quality in Pond for Aquaculture.Elseiver Scientific Publishing Company. New York.

Ditjen POM. 2000. Parameter Standar Umum Larutan Tumbuhan Obat. Cetakan Pertama. Depkes RI. Jakarta. Hal. 13-31.

Djariah, A.S. 2001. Budidaya Ikan Patin. Kanisius. Yogyakarta.

Effendie, M. I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.159 hal.

Frikardo. 2009. Budidaya Pakan Alami. Bandung: ITB Press

Hariati, A. R. 1989. Diktat Kuliah Makanan Ikan. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang.

Khordik, K.M.G.H. 2005. Budidaya Ikan Patin. Biologi pembenihan dan pembesaran. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta, 258 hal.

Kusriningrum, RS. 2008. Buku Ajar Perancangan Percobaan. Fakultas kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Dani Abadi. Surabaya

Nurhamidah D. 2007. Pengaruh Padat Penebaran Pada Benih Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) dengan Sistem Resirkulasi. Skripsi (Tidak dipublikasikan). Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan Perikanan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian. Bogor.

Pais R, Khushiramani R, Karunasagar I, Karunasagar I. 2008. Effect of immunostimulants on hemolymph haemagglutinins of tiger shrimp Penaeus monodon. Aquac Res 38: 1339-1345.

Sahwan, MF, 2003 . Pakan Ikan dan Udang, PT. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sunarma, A. 2007. Panduan Singkat Teknik Pembenihan Ikan Patin (Pangasius Hypopthalmus). Sukabumi : BBPBAT.

Tjitrosoepomo G. 1989. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Universitas Gadjah Mada Press. Yogyakarta. cet ke-2 ; 1-477.

Zonneveld, N., E. A. Huisman and J. H. Boon. 1991. Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. Gramedia. Jakarta. 318 hal.

Diterbitkan

2020-08-21

Terbitan

Bagian

Articles