PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN TELUR SEMUT RANGRANG (Oecophylla smaragdina) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA GIFT (Oreochromis niloticus)
DOI:
https://doi.org/10.55113/fwj.v1i2.580Kata Kunci:
Oreochromis niloticus, Oecophylla smaragdina, Pertumbuhan Spesifik, Kelangsungan Hidup.Abstrak
Ikan nila gift mempunyai bentuk tubuh lebih pendek dibandingkan ikan nila lokal dan merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang mudah dibudidayakan dikarenakan kemampuannya beradaptasi sangat baik dan pertumbuhannya cepat dengan biaya produksi yang rendah. Semut rangrang disebut juga sebagai weaver ant yang memiliki cara hidup khas merajut daun pada pohon untuk membuat sarang, semut ini sangat agresif, berlimpah dan menjaga kawasannya dari spesies lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila gift. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan September sampai Oktober 2019. Berlokasi di unit Jl. Yusuf Arif, Kelurahan Amassangan. Pertumbuhan spesifik tidak berpengaruh nyata (F hitung 2,216 < 5,143 F tabel) sedangkan tingkat kelangsungan hidup berpengaruh nyata (F hitung 9,147 > 5,143 F tabel) dan konfersi pakan FCR tidak berpengaruh nyata. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.Referensi
Agosti D, Majer D, Alonso LE, Schultz TR. 2000. Ants Standard Methods for Measuring and Monitoring Biodiversity. Washington: Smithsonian Institution Press.
Andersen AA. 1997. Using Ants as Bioindicators. Multiscale Issues in Ant Community Ecology. Page 8. Conservation Ecology. Archipelago. Vol IV.p 312—330.
Darwisito, S., M. Zairin., D. S. Sjafei., W. Manula dan A. O. Sudrajat 2008.Pemberian pakan mengandung vitamin e dan minyak ikan pada induk memperbaiki kualitas telur dan larva ikan nila (Oreochromis niloticus).Jurnal Akuakultur Indonesia.7(1): 1-10.
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Kanisius. Yogyakarta.
Effendie M. I. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta. Biologis Pada Perkebunan Kelapa sawit. Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah : Palembang.
Effendie, M. I. 1997. Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta
Fujaya Y. 2004. Fisiologi Ikan (dasar pengembangan teknik perikanan). Rineka Cipta, Jakarta.
Juriyanto. 2013. Untung Besar Budidaya Kroto dengan Aneka Metode Pengembangbiakan Semut Rangrang. Yogyakarta: Araska.
Kordi K. 2009. Budi Daya Perairan. PT Citra Aditya Bakti. Bandung.
Kusriningrum. 2008. Dasar Rancangan Percobaan dan Rancangan Acak Lengkap. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya. Hal 53-92.
Maryam S. 2010. Budidaya Super Intensif Ikan Nila Merah Oreochromis sp. dengan Teknologi Bioflok : Profil Kualitas Air, Kelangsungan Hidup, dan Pertumbuhan. Skripsi S1 (Tidak dipublikasikan). Fakultas Perikanan dah Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Mudjiman, A. 2004. Makanan Ikan. Ed. Revisi. Seri Agriwawasan. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.
Murjani, A. 2011. Budidaya beberapa varietas ikan sepat rawa (Trichogaster trichopterus Pall) dengan pemberian pakan komersial. Jurnal Fish Scientiae.1(2): 214–233.
Murniyati., F. R. Dewi dan R. Peranginangin. 2014. Teknik pengolahan tepung kalsium dari tulang ikan nila. Penebar Swadaya. Jakarta. 74 hlm.
Offenberg J, Thu CNT, Decha W. 2013. The Effectivess of Weaver Ant (Oecophylla smaragdina) Biocontrol in Southeast Asian Citrus and Mango. Asian Myrmecology. 5: 139–149.
Prayoga Bayou. 2013. Kupas Tuntas Budidaya Kroto Cara Modern. Penebar Swadaya: Jakarta.
Sahwan, M. F. 2003. Pakan Ikan dan Udang, Formulasi, Pembuatan, Analisis Ekonomi. Penebar Swadaya, Jakarta. 96 hlm.
Zonneveld N., Huisman EA. dan Boon JH. 1991. Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. Gramedia Pustaka Utama.