PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BIOBOOST TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos.Forskall)

rosmina rosmina, Patahiruddin Patahiruddin, jurniati jurniati

Sari


Budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos, Forskall), masih menjadi organisme pilihan utama dalam kegiatan budidaya perairan di tambak. Pupuk organik cair merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan atau sisa tumbuhan yang telah mati yang mengalami proses pembusukan oleh berbagai sistem dengan bantuan bakteri ataupun mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organic cair bioboost terhadap laju pertumbuhan ikan bandeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan (perlakuan A: pupuk bioboost 0,2 ml/ 15 liter air; perlakuan B: pupuk bioboost 0,3 ml/ 15 liter air; dan perlakuan C: pupuk bioboost 0,4 ml/ 15 liter air). Penelitian ini dilaksanakan di Kota Palopo. Parameter yang diukur yaitu bobot ikan dan kualitas air. Analisis data menggunakan analisis ragam (One Way Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair bioboost berpengaruh tidak nyata (P<0.05) terhadap laju pertumbuhan dan bobot ikan bandeng. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa pemberian pupuk cair bioboost dengan dosis berbeda memberikan respon yang sama terhadap laju pertumbuhan ikan bandeng.

Kata Kunci


Budidaya ikan, Ikan Bandeng, pupuk organik cair

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Akhmad T. M., 2015, Dasar dasar akualkultur, Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Amanda Lita. 2016. Evaluasi Kesesuaian Lahan Tambak Untuk Budidaya Udang Windu Dan Bandeng Di 9.Sekitar Desa Tambak Kalisogo Dan Desa Permisan Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Geografi : Swara Bhumi Volume 02 Nomor 01 Tahun 2016.

Brata Pantjara dan Erfan Andi Hendrajat, 2011.Produksi Bandeng (Chanos chanos) Melalui Aplikasi Pupuk Organik.Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Sulawesi Selatan.

Effendie, M.I. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Bogor.

Ghufron.M, dan H. Kordi. 2007. Pengelolaan Kualitas Air. Rineka Cipta. Jakarta.68 hlm.

Huet, M. 1971. Textbook of Fish Culture; Breeding and Cultivation of Fish. Fishing News (Book) : Ltd., Surrey. London.

Kordi, M.G.H.K. dan A. B. Tancung, 2007.Pengelolaan Kualitas Air Dalam Budi Daya Perairan. Rineka Cipta. Jakarta. 208 hlm

Mudjiman, A. 1998. Makanan Ikan. Penebar Swadaya. Jakarta

Prahasta A & H Masturi.(2009). Agribisnis Bandeng.Bandung.PustakaGrafika

Steel R.G.D. & J.H. Torrie. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika. Diterjemahkan oleh Bambang Sumantri.PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Syahid M, A. Subhan dan R. Armando. 2006. Budidaya Bandeng Organik Secara Polikultur. Penebar Swadaya. Jakarta. 64 hlm

Tohari Y. 2009. Kandungan Hara Pupuk Kandang http://tohariyusuf.wordpress.com/2009/04/25/kan dungan-hara-pupuk kandang.Diakses Pada 29 Februari 2019.

Vivi Dwi Lestari. 2016. Evaluasi kesesuaian Lahan untuk Budidaya Ikan Bandeng di Lahan Bonorowo Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Jurnal Geografi : Swara Bhumi Volume 01 Nomor 01 Tahun 2016

Wahyuningsih S. 2009. Pengaruh komposisi pakan terhadap laju pertumbuhan ikan [skripsi]. Semarang: Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IKIP PGRI Semarang.

Yamada, Randolph. 1983. Pond production systems; fertilization practices in warmwater fish ponds. Pages 105-111 in J.E Lannan, R.O. Smitherman and G. Tchobanoglous, editors. Principles and practices of pond aquaculture: a state of the art review. Marine Science Center, Oregon State University,Newport, Oregon


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##