PENGARUH PERBEDAAN BOBOT BIBIT HASIL PERENDAMAN PUPUK FOSFAT (PO4) TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Gracilaria sp. DI TAMBAK
DOI:
https://doi.org/10.55113/ejoa.v1i1.1716Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bobot bibit hasil perendaman pupuk fosfat (PO4) terhadap pertumbuhan rumput laut Gracilaria sp. di tambak. Jenis dan sumber data penelitian yang digunakan berupa data primer, sekunder dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan serta tiga ulangan, dimana pada perlakuan A dengan bobot bibit 50 gr/m² (basah) menjadi 8,33 gr (kering), perlakuan B dengan bobot bibit 75 gr/m² (basah) menjadi 12,5 gr (kering) dan perlakuan C dengan bobot bibit 100 gr/m² (basah) menjadi 16,66 gr (kering). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak tertinggi pada perlakuan C dengan bobot akhir 25,56 gr, selanjutnya perlakuan B dengan bobot akhir 16,05 gr, perlakuan A dengan bobot akhir 11,28 gr dan kontrol dengan bobot akhir 9,67 gr. Hasil analisis ragam (ANOVA) pada penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan mutlak rumput laut (F.Hitung > F.Tabel) pada taraf 1%. Kualitas air selama penelitian menunjukkan masih dalam kisaran normal. Hal ini dapat dilihat dari kondisi rumput laut Gracilaria sp. masih dapat tumbuh dan bertahan hidup di lokasi penelitian.References
Ahyani, Nur. 2014. Budidaya Rumput Laut Gracilaria sp. di tambak. Tim perikanan WWF-Indonesia Jakarta.
Alamsjah, M. A., Wahyu, T. dan Anugraheny, W. P. 2009. Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK dan TSP Terhadap Pertumbuhan, Kadar Air dan Klorofil A Gracilaria verrucosa. Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan. (1) 1: 103-106.
Ditjendkanbud. 2005. Profil Rumput Laut Indonesia. DKP RI. Ditjendkabut. Jakarta.
DKP, 2006. Petunjuk Teknis Budidaya Laut Rumput Laut Eucheuma sp. Direktorat Produksi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Jakarta.
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisisus. Yogyakarta.
Effendie, H., 2007. Telaah Kualitas Air : Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan . IPB. Bogor. 257 Hal.
Hendrajat, E.A. 2008. Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria verrucosa pada dosis saponin yang berbeda dalam bak terkontrol. Seminar Nasional Kelautan IV. Surabaya. Hlm 4.
Indriani, H dan Suminarsih, E. 2003. Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Rumput Laut. Penebar Swadaya. Jakarta. 87 Hal.
Komarawidjaja, W. 2005. Rumput Laut Gracilaria sp. sebagai Fitoremedian Bahan Organik Perairan Tambak Budidaya. J. Tek. Ling. P3TL-BPPT, 6 (2): 410-415.
Nadir, A., Susilowati, T., Adi K., Harwanto, D., Haditomo, A. H. C., & Windarto, S., 2019., Production Performace of Gracilaria verrucosa Using Verticulture Method With Various Wide Planting Area in Karimunjawa. Omni Akuatika, 15(1): 47-58. doi : 10.20884/1.oa.2019.15.1.671.s
Risna, R., Munarka, H., & Surullah, M. (2018). Pengaruh Modal Dan Luas Lahan Terhadap Produksi Rumput Laut (Gracillaria Sp) Di Desa LampuaraKecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu. Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo, 4(1).
Sudjiharno, 2001. Teknologi Budidaya Rumput Laut. Balai Budidaya Laut. Lampung. hlm 76-91.
Sugiono. 2009. Memahami Penelitian Kuantitatif. Penerbit Alfabeth. Bandung.
Supriyantini, E., Santosa, G. W., & Alamanda, L. N. (2018). Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp. pada Media yang Mengandung Tembaga (Cu) dengan Konsentrasi yang Berbeda. Buletin Oseanografi Marina, 7(1), 15.