ANALISIS PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI (STUDI KASUS TERHADAP PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI DI DESA FAFINESU A, KECAMATAN INSANA FAFINESU, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA)

Authors

  • Yohanes Didimus Naekteas Universitas Timor

DOI:

https://doi.org/10.35914/.3224

Keywords:

Pembangunan, Infrastruktur, Usaha Tani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pembangunan jalan usaha tani dalam mendukung aksesibilitas dan produktivitas pertanian masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan informan terdiri dari Kepala Desa, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat, dan Warga Desa Fafinesu A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jalan usaha tani telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses transportasi hasil pertanian. Dari aspek sasaran program, pembangunan jalan usaha tani telah menyasar kebutuhan petani dalam meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian. Sosialisasi program dilakukan melalui musyawarah desa, namun masih ada masyarakat yang merasa kurang dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Keberhasilan tujuan program terlihat dari meningkatnya aksesibilitas petani terhadap lahan pertanian serta kemudahan dalam pemasaran hasil pertanian, meskipun masih terdapat kendala dalam pemeliharaan infrastruktur jalan. Pemantauan program dilakukan secara berkala oleh pemerintah desa dan kelompok tani, namun masih memerlukan sistem pengawasan yang lebih terstruktur untuk memastikan jalan tetap dalam kondisi baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan jalan usaha tani di Desa Fafinesu A telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan aksesibilitas pertanian. Namun, untuk menjaga keberlanjutannya, diperlukan perbaikan dalam sistem pemeliharaan serta peningkatan keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan.

References

Adisasmita, Raharjo. (2006). Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan. Graha ilmu. Yogyakarta.

Afifuddin. (2012). Pengantar Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.Agung.

AB Susanto, 2007, A Strategic Management Approach, CSR, The Jakarta Consulting Group, JakartaTerhadap Perkembangan Fisik Kota dan Kegiatan Perdagangan/Jasa di Kawasan Koridor Jalan Lingkar Soekarno-Hatta Kota Palembang. Jurnal Bumi Indonesia.

Depdikbud. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. The Liang Gie (1989:26). Pengertian Analisis.

Daulay (2019).”Analisis Kriteria Dan Bobot Untuk Penentuan Lokasi Jalan Pertanian”.

Development in the Third World (1982:14). Definisi Pembangunan. Afifuddin. (2012:42).

Herdiyansyah,( 2010). Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-Ilmu.

Handoko.(2000 : 24). Analisis Secara Sistematik.Soejadi.(1997 : 107) . Tentang Konsep Analisis..

Iskandar Kato dkk, Manajemen Pembangunan Daerah (Sumatra Utara; Yayasan Kita Menulis,2021), 52.

Komaruddin (1994: 31). Pengertian Analisis. The Liang Gie (1989:26). Pengertian Analisis.

Melong, (2004). Metode Penelitian Kualitatif (EdisiRevisi). Bandung:RemajaRosdakarya.Siregar, B.S. 2001. Penggemukan Sapi. Cetakan keenam. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rahardjo Adisasmita. (2006). Membangun Desa Partisipatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Moleong Bratakusumah, 2005 : Peran Masyarakat dalam Pembangunan, Multigrafika, L. J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Ndraha, T.(1990). Pembangunan Masyarakat. Jakarta:Rineka Cipta.

Iskandar Kato dkk, Manajemen Pembangunan Daerah (Sumatra Utara; Yayasan Kita Menulis,2021), 52.

Soejadi. 1997. “Analisis Manajemen Modern”, Jakarta: Haji Masagung.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Siagian. Dalam Admisitrasi Pembangunan (1994). Mendefinisikan Pengertian Pembangunan.

Siagian S P, 2005, Administrasi Pembangunan, Jakarta: Bumi Aksara, Tjokroamidjojo, Bintoro. 2006. Pengantar Administrasi Pembangunan. Jakarta : LP3ES

Siregar (2011). Fungsi Jalan Usaha Tani.

Sastropoetra (1995 :91). Pedoman Teknis Pengembangan Jalan Usaha tani (2018).Jalan Usaha Tani.

Sastropoetra (1995 :91). Pedoman Teknis Pengembangan Jalan Usaha tani (2018). Jalan Usaha Tani.

WHO.2010. Infant mortality. World Health Organization.Scheetz and Bloser (2010). Pengertian Jalan Usaha Tani.

Peraturan Undang-udang

Undang-Undang No. 38 Tahun 2004 pasal 1 ayat (4). Menjelaskan Tentang Pengertian Jalan Pasal 5 Undang-Undang 38 Tahun 2004.Peran jalan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan.

Published

2025-05-31