Tata Kelola Perguruan Tinggi dalam Era Teknologi Informasi dan Digitalisasi
DOI:
https://doi.org/10.35914/jemma.v3i2.635Keywords:
Tata Kelola, Perguruan Tinggi, Teknologi Informasi, Digitalisasi.Abstract
Abstrak
Dalam menjaga eksistensi perguruan tinggi di era teknologi informasi dan digitalisasi, diperlukan sistem tata kelola perguruan tinggi yang berkualitas agar mampu beradaptasi terhadap dinamika perubahan. Jenis penelitian dalam artikel ini yaitu penelitian kualitatif melalui penelusuran terhadap sejumlah literatul sebagai sumber primer. Hasil kajian menunjukan bahwa sistem tata kelola perguruan tinggi juga harus memperhatikan prinsip Good University Governance (GUG) dalam mengurangi resiko kesalahan dalam pengelolaannya. Dengan ruang lingkup GUG yang meliputi unsur perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan peningkatan kualitas secara terus menerus dilakukan berdasarkan monitoring dan evaluasi. Perwujudan tata kelola perguruan tinggi yang diharapkan harus dilakukan secara bertahap, terencana, dan terprogram dengan kerangka waktu yang jelas mulai dari tata kelola penjaminan mutu, tata kelola aspek fungsional termasuk tata kelola keuangan, dan tata kelola informasi dan digitalisasi. Dengan demikian, belajar dari praktek perguruan tinggi kelas dunia, dapat dilakukan dengan memperoleh kiat sukses agar tata kelola perguruan tinggi menjadi lebih berkualitas serta menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing.
Kata Kunci: Tata Kelola; Perguruan Tinggi; Teknologi Informasi; Digitalisasi.
Abstract
In maintaining the existence of higher education institutions in the era of information technology and digitalization, a quality higher education system is needed to be able to adapt to the dynamics of change. The type of research in this article is qualitative research through tracing a number of literatures as primary sources. The results of the study show that the higher education governance system must also pay attention to the Good University Governance (GUG) principle in reducing the risk of errors in its management. With the scope of GUG which includes elements of planning, implementation, control, and continuous quality improvement based on monitoring and evaluation. The realization of higher education governance is expected to be carried out gradually, planned, and programmed with a clear time frame starting from quality assurance governance, functional aspect governance including financial governance, and information governance and digitization. Thus, learning from the practice of class university colleges can be done by obtaining successful tips so that higher education governance will be of higher quality and produce qualified graduates who are ready to compete.
Keywords: Governance; College; Information Technology; Digitization.References
Abidin, Z. (2016). Peluang Dan Tantangan MEA: Kerjasama Pendidikan Indonesia di Kawasan Asean. Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 1(01), 28-39.
BAN-PT. (2019). Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi versi 3.0 (IAPT 3.0). Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Jakarta
Didiharyono, D., & Qur'ani, B. (2019). Increasing Community Knowledge through the Literacy Movement. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 17-24.
Handayani, T. (2015). Relevansi lulusan perguruan tinggi di Indonesia dengan kebutuhan tenaga kerja di era global. Jurnal Kependudukan Indonesia, 10(1), 53-64.
Harun, H. (2019). Kesiapan Pendidikan Tinggi Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Dalam Perspektif Kelembagaan. Prosiding, 4(1), 187-194
Hasibuan, M. S.P. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Kadir, A. (2013). Tata Kelola Perguruan Tinggi di Era ITC. Shautut Tarbiyah, 19(1), 66-83.
Karim, B. A. (2020). Pendidikan Perguruan Tinggi Era 4.0 Dalam Pandemi Covid-19 (Refleksi Sosiologis). Education and Learning Journal, 1(2), 102-112.
Laila, R. (2012). Peran Pustakawan Perguruan Tinggi Dalam Era Informasi Dan Digitalisasi. Jurnal Ta'lim, 2(3), 105-133.
Logli, C. (2016). Higher Education in Indonesia: Contemporary challenges in Governance, Access, and Quality. In The Palgrave handbook of Asia Pacific higher education (pp. 561-581). Palgrave Macmillan, New York.
Nasucha, J. A. (2016). Pendidikan Islam Dan Tantangan Globalisasi. JOIES: Journal of Islamic Education Studies, 1(1), 205-218.
Nasution, V. I. A., Prasojo, E., Jannah, L. M., & Yumitro, G. (2020). Governance of Autonomous Higher Education Institution toward World-Class University: A Case Study at the Universitas Indonesia. Governance, 7(10), 2020.
Primayana, K. H. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Di Perguruan Tinggi. Jurnal Penjaminan Mutu, 1(2), 7-15.
Rahayu, S., & Wahab, A. A. (2013). Pengaruh Penerapan Prinsip-Prinsip Good University Governance Terhadap Citra Serta Implikasinya Pada Keunggulan Bersaing Perguruan Tinggi Negeri Pasca Perubahan Status Menjadi BHMN. Jurnal Administrasi Pendidikan, 17(1).
Rajagukguk, B. (2009). Paradigma Baru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal Tabularasa, 6(1), 77-86.
Risanty, R., & Kesuma, S. A. (2019). Good University Governance: Experience from Indonesian University. Jurnal Perspektif Pembiayaan Dan Pembangunan Daerah, 6(4), 515-524.
Sallis, E. (2014). Total Quality Management in Education. London: Kogam Page.
Sari, N. T. (2019). Kebijakan Yang Mempermudah Penggunaan Tenaga Kerja Asing Di Indonesia. (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).
Sayidah, N., Ady, S. U., Suprijati, J., Winedar, M., Mulyaningtyas, A., & Assagaf, A. (2019). Quality and University Governance in Indonesia. International Journal of Higher Education, 8(4), 10-17.
Sulistyani. A. T. (Ed.), (2004). Memahami Good Governance dalam Perspektif Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: Penerbit Gava Media
Sutrisno, E. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Suti, M. (2011). Strategi Peningkatan Mutu di Era Otonomi Pendidikan. Jurnal Medtek, 3(2), 1-6.
Syakhroza, A. (2003). Best Practices Corporate Governance dalam konteks kondisi lokal perbankan Indonesia. Manajemen Usahawan, XXXII (06), 13-20
Wahyudin, A., Nurkhin, A., & Kiswanto, K. (2017). Hubungan Good University Governance Terhadap Kinerja Manajemen Keuangan Perguruan Tinggi. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 21(1), 60-69.
Widodo, S.E. (2015). Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan pada JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting untuk publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk berbagi (menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam media atau format apa pun) dan beradaptasi (mencampur) , mentransformasikan, dan membangun di atas bahan) karya untuk tujuan apa pun,
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal, yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.