ANALISIS PERSEPSI DAN POLA PERILAKU MASYARAKAT HULU DAS LATUPPA DALAM MELAKUKAN KONSERVASI LAHAN DAN AIR UNTUK INISIASI KONSEP PEMBAYARAN JASA LINGKUNGAN DI KOTA PALOPO

Authors

  • Jibria Ratna Yasir
  • Wahida Wahida
  • Ahmad Fuad Zainuddin

DOI:

https://doi.org/10.35914/jemma.v1i1.79

Keywords:

Perilaku Masyarakat, Konservasi dan Pembayaran Jasa

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi menyebabkan ketersediaan dan pemanfaatan air bersih (fresh water) untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan peningkatan kinerja ekonomi mengalami perubahan dan cenderung menimbulkan kelangkaan akan air bersih. Salah satu ekosistem tempat air mengalir yang mengalami degradasi fungsi akibat pola perilaku manusia yang tidak memperhatikan aspek kelestarian lingkungan adalah Daerah Aliran Sungai (DAS). Adanya peningkatan degradasi fungsi DAS mendorong tumbuhnya kesadaran untuk mengenali kegiatan pelayanan lingkungan yang dapat dilakukan untuk menjaga fungsi DAS tersebut. Masifnya tingkat kerusakan DAS, umumnya dipicu oleh kerusakan hutan yang relatif tinggi, sebagai turunan dari perilaku menyimpang masyarakat seperti: illegal logging dan alih fungsi lahan hutan menjadi areal pertanian tanaman semusim. Kondisi tersebut telah menimbulkan kekhawatiran dan permasalahannya menuntut adanya pola pengelolaan DAS yang baik dan tepat. Siklus saling ketergantungan antara pemanfaat air bersih di hilir dengan penyedia jasa lingkungan air bersih di hulu menciptakan adanya suatu ide reward atau penghargaan yang diberikan kepada masyarakat hulu untuk berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka merehabilitasi kawasan yang diwujudkan dalam kerangka mekanisme pembayaran jasa lingkungan. Tujuan umum penelitian ini adalah mengestimasi besaran nilai kompensasi untuk masyarakat hulu. Penelitian ini dilakukan di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Mungkajang dan Kecamatan Sendana yang merupakan kecamatan yang berada di Hulu DAS Latuppa Kota Palopo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis Spearman (skala likert) dengan rataan skor untuk mengetahui persepsi dan pola perilaku masyarakat dalam melakukan rehabilitasi di hulu DAS Latuppa. Hasil dari rataan skor menunjukkan masyarakat hulu DAS Latuppa di Kecamatan Mungkajang dan Sendana yang merupakan penyedia jasa lingkungan khususnya kelompok tani To’buangin dan kelompok tani Se’pon bersedia merehabilitasi lahan dan air di hulu DAS Latuppa dengan mekanisme pembayaran jasa lingkungan.

References

[CI Indonesia] Conservation International Indonesia. 2009. Promoting Ecosystem Services Value from Hydrological Processes in the Gedepahala Biodiversity Corridor: “Understanding the Hydrological Processes to Build a Payment for Environmental Services (PES) Schameâ€. Jakarta (ID): CI Indonesia.

[Ditjen RRL] Direktorat Jendral Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan. 1999. Luas Lahan kritis di Indonesia dan statistic dalam angka. Direktorat Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah Departemen Kehutanan. Jakarta

[Dephut] Departemen Kehutanan.2009. Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu. Jakarta (ID).

[ESCAP]. Economic and Social Commission for Asia and The Pacific. 2009. Kebijakan Sosial Ekonomi Inovatif Untuk Meningkatkan kinerja Lingkungan: Pembayaran Jasa Lingkungan.Bangkok: PBB.

Fauzi A, Anna Z. 2013. The complexity of the institution of payment for environmental services: A case study of two Indonesian PES schemes. Elsevier B.V.

Landell-Mills N, Porras IT. 2002. Silver Bullet or Fools’ Gold? A Global Review of Markets for Forest Environmental Services and Their Impact on The Poor. London: International Institute for Environmental and Development.

Pagiola, Stefano J, Landell-Mills. 2005. Selling Forest Environmental Services: Market Based Mechanisms for Conservation and Development. Earthscan Publications Ltd. London.

Pudyastuti PS. 2007. Payment for environmental services toward sustainable river basin management. Dinamika Teknik Sipil 7 (1): 94-100.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. ALFABETA. Bandung Indonesia (ID).

Soenarno SM. 2012. Jasa Lingkungan. The Indonesian Wildlife Conservation Foundation 4(3):80-84

[USAID] United States Agency International Development. 2007. Laporan Studi PES untuk mengembangkan skema PES di DAS Deli, Sumatra Utara dan DAS Progo, Jawa Tengah. Jakarta (ID): ESP-USAID.

Wunder S. 2005. Payments For Environmental Services: Some Nuts And Bolts. Bogor (ID): Center For International Forestry Research (CIFOR).

Downloads

Published

2018-10-25

Issue

Section

Articles