Perilaku Premature Sign Off atas Prosedur Audit Serta Kaitannya dengan Time Pressure dan Audit Risk
DOI:
https://doi.org/10.35914/jemma.v4i2.801Abstract
Abstract
The practice of premature sign off on audit procedures will directly affect the quality of the audit report produced by the auditor, because if one of the steps in the audit procedure is omitted, the possibility of the auditor making wrong judgments will be higher. This study aims to empirically prove the effect of time pressure and audit risk on premature sign off behavior on audit procedures. The population of this study is the auditor in the public accounting firm in Makassar City, Indonesia. Sample selection using census sampling technique. The results of this study indicate that time pressure tends to increase their efforts to prematurely terminate audit procedures (Premature sign Off). Auditors who perceive high audit risk tend to prematurely terminate audit procedures. When the auditor determines that the materiality inherent in the audit procedure is low, there is a tendency for the auditor to ignore the audit procedure because the auditor considers that if there is a material misstatement in the implementation of the audit procedure, the value is not material so that the auditor conducts premature sign off behavior.
Keywords: Audit Risk, Premature Sign Off, and Time Pressure
Â
Abstrak
Praktik premature sign off atas prosedur audit, akan berpengaruh secara langsung terhadap kualitas laporan audit yang dihasilkan oleh auditor, sebab apabila salah satu langkah dalam prosedur audit dihilangkan maka kemungkinan auditor dalam membuat judgment yang salah akan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh antara time pressure dan audit risk terhadap perilaku premature sign off atas prosedur audit. Populasi dari penelitian ini adalah auditor di kantor akuntan publik yang ada di Kota Makassar, Indonesia. Pemilihan sampel menggunakan teknik sampling sensus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa time pressure, cenderung meningkatkan usahanya untuk melakukan penghentian secara prematur prosedur audit (Premature sign Off). Auditor yang merasakan risiko audit yang tinggi cenderung untuk melakukan penghentian secara prematur prosedur audit.  Ketika auditor menetapkan bahwa materialitas yang melekat pada prosedur audit rendah maka terdapat kecenderungan auditor untuk mengabaikan prosedur audit dikarenakanan auditor menganggap jika terdapat salah saji material pada pelaksanaan prosedur audit nilainya tidaklah material sehingga auditor melakukan perilaku premature sign off.
Kata Kunci: Audit Risk, Premature Sign Off, Time PressureReferences
Agoes, Sukrisno. (2012). Auditing : Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik . Edisi 4. Buku 1. Jakarta. Salemba Empat.
Alfred F. Kaunang. (2012). “ Pedoman Audit Internal “. PT. Bhuana Ilmu Populer. Kelompok Gramedia. Jakarta.
Arifuddin, faridah, Yusni Wahyudi. (2002). Hubungan Antara Judgmen Audit Dengan Resiko dan Materialitas. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, Vol.4, No. 1.
Donely, David P., Jeffrey J.Q, and David. (2009). Auditor Acceptance of Dysfungsional Audit Behavior : An Explanatory Model using Auditors Personal Characteristics. Journal of Behavorial Research in Accounting. Vol.15.
Herningsih, Sucahyo. (2002), Penghentian prematur atas prosedur audit : Studi empiris pada kantor akuntan publik. Wahana, Vol. 5, No. 2.
Hyatt, T., D. Prawitt. (2001). Does Congruence Between Audit Structure and Auditors Locus of control Affect Job Performance. The Accounting Review, 76.
Indri,Kartika. Provita Wijayanti. (2007). Locus of Control sebagai Anteseden Hubungan Kinerja Pegawai dan Penerimaan Perilaku Disfungsional Audit. Simposium Nasional Akuntansi X. Makassar.
Institut Akuntan Publik Indonesia. (2011). Standar Profesional Akuntan Publik. Salemba Empat. Jakarta.
Mulyadi. (2002). Auditing 1 : Edisi Enam. Salemba Empat. Jakarta.
Palestine, Halima Shatila. (2005). Analisis Profesionalisme Auditor Terhadap Tingkat Materialitas dalam Pengauditan Laporan Keuanganâ€. UNDIP. Semarang
Rudy Suryanto; Yosita Indriyani; Hafiez Sofyani. (2017). Determinan Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan. Jurnal Akuntansi dan Investasi, Vol. 18 No. 1, Hlm: 102-118, Januari 2017.
Suryanita, Dody, Hanung Triatmoko. (2007). Penghentian Prematur atas Prosedur Audit. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol.10 No.1.
Sofyani, H dan Y. D. Pramita. (2013). Otoritas Atasan, Retaliasi dan Locus Of Control Sebagai Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Manipulasi Laporan Realisasi Anggaran. Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan, 3 (2), 415-506.
Sososutikno Christina. ((2003). Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruh Terhadap Kualitas Audit. Simposium Nasional Akuntansi VI. Surabaya.
Tesser, A. (1993). The Importance of Heritability in Psychological Research: The Case of Attitudes. Psychological Review, 100 (1), 129.
Tuanakotta, T. M. (2012). Akuntansi forensik dan audit investigatif. Jakarta: Salemba Empat.
Tuanakotta, T. M. (2013). Audit Berbasis ISA (International Standards on Auditing). Jakarta: Salemba Empat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan pada JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting untuk publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk berbagi (menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam media atau format apa pun) dan beradaptasi (mencampur) , mentransformasikan, dan membangun di atas bahan) karya untuk tujuan apa pun,
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal, yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.