ANALISIS BREAK EVEN POINT USAHATANI TERUNG DI DESA TULUNGSARI KECAMATAN SUKAMAJU KABUPATEN LUWU UTARA

Main Article Content

Intisari Intisari

Abstract

Konsep analisis Break Even dapat membantu para petani dalam merencanakan laba dan pengendalian aktivitas usaha sehingga kerugian bisa diminimalkan, di samping itu petani dapat mengetahui pada volume berapa banyaknya produksi/penjualan harus dicapai dan harga jual yang harus ditetapkan sehingga impas atau tidak rugi tidak untung.  Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk menganalisis BEP dalam unit  usahatani terung, (2) Untuk menganalisis BEP dalam rupiah usahatani terung, (3) Untuk menganalisis BEP dalam harga jual usahatani terung. Pengambilan responden dilakukan dengan metode sensus, dengan jumlah responden sebanyak 20 orang.  Penelitian ini menggunakan analisis : (1) BEP (unit), (2) BEP (Rupiah), dan (3) BEP (harga jual). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) BEP dalam unit  usahatani terung di Desa Tulungsari adalah 2,3547 karung artinya petani tidak untung tidak rugi bila memproduksi/menjual sebanyak 2,3547 karung, karena produksi riil di atas dari BEP (unit) yaitu 461 karung maka usahatani ini untung dan layak untuk dikembangkan.  (2) BEP dalam rupiah usahatani terung adalah Rp. 141.282, artinya petani tidak untung tidak rugi apabila penerimaan yang di terima petani sebesar Rp. 141.282.  Karena penerimaan riil adalah Rp 27.660.000, maka usahatani ini sangat menguntungkan dan layak dikembangkan.  (3) BEP dalam harga jual pada usahatani terung adalah Rp. 13.559/karung untuk produksi riil (461 karung) dan harga jual Rp. 60.000/karung untuk BEP (unit) yaitu 2,3547 karung. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa  (1) BEP dalam unit  usahatani terung di Desa Tulungsari adalah 2,3547 karung, (2) BEP dalam rupiah usahatani terung di Desa Tulungsari adalah Rp. 141.282, dan (3) BEP dalam harga jual pada usahatani terung di Desa Tulungsari adalah Rp. 13.559/karung untuk produksi riil (461 karung) dan Rp. 60.000/karung untuk  produksi BEP (unit) 2,3547 karung.

Article Details

Section

Articles

References

Anonimous, 1983, Pedoman Bercocok Sayur-Sayuran, Satuan Pengendali Bimas Departemen Pertanian Jakarta

Anwas, Adiwilaga, 1982. Ilmu Usahatani. IKAPI, Bandung

Ken Suratiyah, 2009. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya, Jakarta.

Pracaya, 2004. Bertanam Sayur Organik, Penebar Swadaya, Jakarta

Sabar Sutia dan Briman Tambunan, 2010. Analisa Break Even. Mitra Wacana Media, Jakarta.