EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN DI CAGAR ALAM KALAENA KABUPATEN LUWU TIMUR SULAWESI SELATAN

Main Article Content

Hadijah Azis Karim
Akmal Akmal

Abstract

Cagar Alam Kalaena telah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan sejak tahun 1987 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 428/Kpts-II/1987. Kawasan ini ditunjuk sebagai kawasan konservasi karena merupakan contoh perwakilan ekosistem hutan pamah sekunder yang memiliki jenis-jenis endemik dan penciri khusus dari ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan mengidentifikasi keanekaragaman jenis tumbuhan baik pohon maupun bukan pohon (tumbuhan bawah). Hasil penelitian adalah sejumlah koleksi spesimen herbarium tumbuhan pohon dan bukan pohon. Dari hasil penelitian ini di temukan secara keseluruhan ada 92 jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam 44 famili, Vegetasi Cagar Alam Kalaena merupakan tipe vegetasi hutan pamah karakteristik tanah adalah ultrabasa, dan jenis yang ditemukan dominan jenis native, kecuali jenis Diospyros celebica yang merupakan tanaman introduksi yang telah menyebar hamper sebagian besar luasan kawasan, serta terdapat 43 jenis yang memiliki potensi sebagai tumbuhan berguna, berdasarkan habitusnya di dominasi oleh pohon sebanyak 39 jenis, herba 2 jenis dan liana 2 jenis.

Article Details

Section

Articles

References

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA). 2014. Cagar Alam Kalaena. Dapat diakses online (http://www.ksdasulsel.org/kk/ksa/cak). Diakses 07 Maret 2014

Departemen Kehutanan. 2014. Cagar Alam. Dapat diakses online (http://ditjenphka.dephut.go.id/kawasan_konservasi/cagar-alam/). Diakses 07 Maret 2014.

Djarwaningsih, T., S. Sunarti, dan K. Kramadibrata. 2002. Panduan Pengolahan dan Pengelolaan Material Herbarium Serta Pengendalian Hama Terpadu di Herbarium Bogoriense. Bidang Botani Herbarium Bogoriense. Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Bogor.

Soerianegara I., 1998. Ekologi, Ekologisme, dan Pengelolaan Sumberdaya Hutan. Jurusan Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Whitten, J. A., M. Muslimin and G. S. Henderson. 1999. Ekologi Sulawesi (Terjemahan). Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Whitmore, T.C. (1989) Canopy gaps and the two major groups of forest trees. Ecology. 70:536-53