EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI KEBERADAAN CENDAWAN TRICHODERMA SP. DARI PELAPUKAN BATANG BAWAH SAGU (Metroxylon sagu Rottb.)
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi keberadaan cendawan Trichoderma sp. dari pelapukan batang bawah sagu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma. Pengambilan Sampel di Desa Pengkajoang, Kecematan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Pada bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dengan mengambil sampel pelapukan batang bawah sagu pada kedalaman 15 cm dari tiga titik, masing-masing 100 gram. Sampel diisolasi melalui pengenceran berseri dan metode sebar, lalu diinkubasi 3–7 hari pada suhu 22–25°C. Identifikasi cendawan dilakukan secara makroskopis dengan mengamati warna, tekstur dan pola persebaran koloni. Pengamatan mikroskopis meliputi bentuk konidiofor, fialid dan konidia. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tiga genus cendawan Trichoderma sp dari pelapukan batang bawah sagu (metroxylon sagu rottb.) yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, yakni Trichoderma sp (a) berwarna hijau (isolat a1.1), Trichoderma sp (b) berwarna hijau tua isolat (b3.3.1) dan Trichoderma sp (c) berwarna hijau keputih isolat (c1.1.1.).
Article Details
Issue
Section
References
Bayo Alhusaeri Siregar, Niken Nur Kasim, Naimatul Farida (2020). Isolasi Dan Karakterisasi Biologi Bakteri Endofit, Filosfer, dan Rizosfer Dari Tanaman Sagu (Metroylon Sagu). Proseding Seminar Nasional Biotik. Hal 335-340.
Elita N, Susila E, Agustamar A, Rizki R. Identifikasi Molekuler Trichoderma spp. Indigenous dari Rizosfer Beberapa Varietas Padi Asal Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh. Agroteknika. 2022;5(1):1 13.doi:10.55043/agroteknika.v5i1.114
Gusnawaty, H. S., Taufik, M., & Asis, A. (2017). Uji Efektivitas Beberapa Media Untuk Perbanyakan Agens Hayati Trichoderma sp. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 17(1), 70-76.
Molebila DY, Rosmana A, Tresnaputra US. Trichoderma asal akar kopi dari Alor: Karakterisasi morfologi dan keefektifannya menghambat Colletotrichum Penyebab Penyakit Antraknosa secara in Vitro. J Fitopatol Indones. 2020;16(2):61-68. doi:10.14692/jfi.16.2.61-68
Osalan Jumadi, Junda, M., Caronge, M. W., & Syafruddin. (2021). Trichoderma dan pemanfaatan. In Penerbit Jurusan Biologi FMIPA UNM. http://eprints.unm.ac.id/21426/1/1.
Paradillah Ilyas Mattola, Naima Haruna, Rosnina. (2025). Isolasi dan Identifikasi Cendawan dari Pelapukan Batang Bawah Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Jurnal Pertanian Berkelanjutan. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma. Volume 13 No.1 Februari 2025 ISSN 2302-6944, e-ISSN 2581-1649
Rosfiansyah R, Sopialena S. Identifikasi dan Uji Antagonis Trichoderma spp. Indigenus Beberapa Daerah Kalimantan Timur Terhadap Penyebab Penyakit Layu Tomat (Fusarium oxysporum). J Agroekoteknologi Trop Lembab. 2024;7(1):26. doi:10.30872/jatl.7.1.2024.15630.26-34
Sheina Revania Putri Doo, Meitiniarti VI, Kasmiyati S, Betty E, Kristiani E. Trichoderma spp., Si Jamur Multi Fungsi Trichoderma. Trop Microbiome J. 2023;1(1):73-89. https://ejournal.uksw.edu/jtm
Watanabe, T. (2002). Pictorial Atlas of Soil and Seed Fungi Morphologies of Cultured Fungi and Key to Species (2nd Ed.). Crc Press Llc U.S.A.
Yatni, Gratiana N.C. Tuhumury, dan Christoffol Leiwakabessy (2018). Potensi Bakteri Endofit dari Tanaman Sagu (Metroxylon spp.) sebagai Agens Pemacu Pertumbuhan Tanaman Padi. Jurnal Budidaya Pertanian Vol. 14(2): 75-80.
Yanarita, Afentina, Sosilawaty, C. Birawa, dan Sri Monika (2020). Analisis Sosial Dan Ekonomi Agroforestri Berbasis Tanaman Sagu (Metroxylon Sagu): Alternatif Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Gambut. Jurnal Hutan Tropis Volume 8 No. 306-316.