Pengembangan Perikanan Tangkap Pelagis Kecil untuk Pemberdayaan Nelayan di Kota Palopo

Suardi Suardi, Ummi Maksum Marwan, Andi Mi'rajusysyakur Muchlis

Sari


The utilization of small  pelagic fish in the coastal water of Palopo City has not exceeded the critical level Maximum  Sustainable Yield (MSY), but has expertised over fishing, e.g. total annual fishing effort exceeded the optimum effort.  Now days, fishing units operated local by fisherman mostly composed were traditional categories.  Based on biological, technical, and socio-economical aspects, purse seine can be selected as an appropriate gear for local fisheries development.  Adoption of the selected technology faces some constraints on human capacity; the selected purse seine only few fishermen experienced operating purse seine.  Local fisheries development can by carried out by adopting the technology without causing excessive  optimum fishing effort.  This can be achieved by replacing in-efficient payang fishing unit by purse seine.  This technological development must be accompanied  with development of human resources  (i.e. fishermen) by giving the a training program  of haw to operate  and manage  purse seiners.

Kata Kunci


Small pelagic fish, traditional fishing unit, empowerment fishermen

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Atmaja S B., Haluan J., dan Fauzi A, 2003. Pendugaan Pertumbuhan Bersih Stok Ikan Pelagis di Laut Jawa dan Sekitarnya. Buletin PSP. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Kelautan. IPB.

Atmaja S. B., dan Haluan J., 2003. Perubahan Hasil Tangkapan Lestari Ikan Pelagis di Laut Jawa dan Sekitarnya. Buletin PSP. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Kelautan. IPB.

Dahuri R., 2001. Upaya Pemulihan Ekonomi, Menuju Bangsa yang Maju, Makmur danBerkeadilan. Majalah Catur Wulanan. Kelautan dan Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Dahuri R., 2003. Paradikma Baru Pembangunan Indonesia Berbasis Kelautan. Orasi lmiah Guru Besar Tetap Bidang Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB. Bogor.

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan. 2002. Laporan Statistik Perikanan Sulawesi Selatan.

Halauan J., dan Nurani, T., 1988. Penerapan Metode Skoring Penangkapan Ikan yang Sesuai untuk Dikembangkan di Suatu Wilayah Perairan. Buletin PSP. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB.

Kusnadi 2002. Nelayan. Strategi Adaptasi dan Jaringan Sosial. Humaniora Utama Press. Bandung.

Lubis E., 2002. Pengantar Pelabuhan Perikanan. Laboratorium PemanfaatanSumberdaya Perikanan. Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Institut Pertanian Bogor.

Mangkusubrata K., dan Trisnadi C.L., 1982. Analisis Keputusan Pendekatan Sistem dan Manajemen Usaha dan Proyek. Ganesa Exacta. Bandung.

Muchsin I., 2003. Pengelolaan Sumberdaya Hayati Pesisir dan Laut. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Murdianto B., (2002) Pelabuhan Perikanan. Fungsi, Panduan Operasional, Antrian

Kapal. Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Nikijuluw V.P.H., 2002. Rezim Pengelolaan Sumberdaya Perikanan. Pustaka Cidesindo. Jakarta.

Sparre dan Venema, 1999. Introduksi Pengkajian Stok Ikan Tropis. Kerjasama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Jakarta Indonesia.

Sutomo, 2003. Evaluasi Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir.(Studi Kasus Program PEMP di Kab. Banggai. Provinsi Sulawesi Tengah. Tesis. Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut). Program Pascasarjana. InstitutPertanian Bogor.

Wiyono E. S., 200 Optimasi Manajemen Perikanan Skala Kecil di Teluk Pelabuhanratu. Tesis. Program Pascasarja. Institut Pertanian Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.55113/fwj.v3i2.1248

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##