PENGARUH SUHU DAN KECEPATAN ALIRAN UDARA TERHADAP PERUBAHAN WARNA PATI SAGU KERING HASIL PENGERINGAN MENGGUNAKAN PNEUMATIC CONVEYING RING DRYER

Main Article Content

Abadi Jading
Paulus Payung
Reniana Reniana
Eduard Fransico Tethool

Abstract

Pengeringan pati sagu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya suhu dan kecepatan aliran udara pengering. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan kecepatan aliran udara pengering yang digunakan pada PCRD terhadap perubahan warna pati sagu kering. Variabel perlakuan dalam penelitian ini, terdiri dari suhu udara pengering (T) dan kecepatan aliran udara pengering (v). Setiap variabel perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali yaitu untuk suhu udara pengering T1 (50°C), T2 (75°C), T3 (100°C). Sedangkan variabel perlakuan kecepatan aliran udara adalah v1 (15 m/s), v2(28 m/s), dan v3 (31 m/s). Setiap variabel perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati adalah perubahan warna pati sagu kering selama proses pengeringan yaitu tingkat kecerahan (L, a, b), derajat putih (DP), dan color difference (DE).  Untuk menentukan nilai variabel-variabel pengamatan tersebut, maka data yang diperoleh dianalisis menggunakan persamaan matematis dan analisis statistic SPSS 23. Analisis statistik yang digunakan adalah ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variabel variasi suhu dan kecepatan aliran udara pengering terhadap perubahan warna pati sagu kering sangat signifikan. Jangkauan suhu antara 50-100oC dan kecepatan udara antara 15-31 m/s memungkinkan digunakan pada proses pengeringan pati sagu dengan mesin pneumatic conveying ring dryer (PCRD) karena menghasilkan tingkat kecerahan warna pati sagu antara 78-81% dari nilai tingkat kecerahan pati sagu basah 83%, derajat putih (DP) antara 70-80%, dan color difference (DE) adalah 2 sampai 6.

Article Details

Section

Articles

References

Aichayawanich, S., M. Nopharatana, A. Nopharatana, W. Songkasiri. 2012. Effects of Pneumatic Conveying Drying Conditions on Damaged Starch Content And Particle Size Of Cassava Starch. Advanced Materials Research, 554–556: 1433–1438.

Aisah, N. Harini, Damat. 2021. Pengaruh Waktu dan Suhu Pengeringan Menggunakan Pengering Kabinet dalam Pembuatan MOCAF (Modified Cassava Flour) dengan Fermentasi Ragi Tape. Research Artikel, 172-191. DOI. 10.22219/fths.v4i2.16595.

BSN. (2008). Tepung Sagu: SNI 3729. Badan Standar Nasional (BSN).

Jading, A., N. Bintoro, L. Sutiarso, J.N.W. Karyadi. 2016. Analisis Efisiensi Pneumatic Conveying Recirculated Dryer Untuk Pengeringan Bahan-Bahan Tepung. hal. 370-378. Dalam Y. Partoyo, D. Ratih, D. Mulyanto, E. Al (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Reaktualisasi Pemberdayaan Masyarakat pada Era Persaingan Bebas. Fakultas Pertanian UPN Veteran. Yogyakarta .

Jading, A., N. Bintoro, L. Sutiarso, J.N.W. Karyadi. 2018. Pemodelan Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Memprediksi Color Difference Tepung Sagu Pada pneumatic Conveying Recirculated Dryer . Jurnal Keteknikan Pertanian (JTEP), 6(2): 179–186.

Jading, A., P. Payung, E. F. Tethool, 2021. Uji Kinerja dan Kelayakan Finansial Pengering Pati Sagu Tipe Pneumatic Conveying Ring Dryer. Jurnal Teknik Pertanian Lampung 10(2): 228-238.

Martunis. 2012. Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Kuantitas dan Kualitas Pati Kentang Varietas Granola. Jurnal Teknologi Industri Pertanian Indonesia, 4(3): 26-30.

Sudirman, N. A., A. Sukainah, S. Yanto. 2018. Pengaruh Pengeringan Menggunakan Room Dryer Terhadap Kualitas Tepung Sagu. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 4: S104-S112.

Widaningrum, P. E. Purwani, S. J. Munarso. 2005. Kajian terhadap SNI Mutu pati sagu. Jurnal Standardisasi, 7(3), 91–98.