PENGARUH DEKOMPOSER Trichoderma harzianum dan Pleurotus ostreatus (Tri-Po) TERHADAP PENGOMPOSAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT

Main Article Content

Akmal Akmal
Sukriming Sapareng
Taruna Shafa Arzam AR

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada kemampuan Trichoderma harzianum + Pleurotus ostreatus (Tri-Po) sebagai dekomposer dalam pembusukan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi kompos, sehingga dapat digunakan sebagai pupuk organik yang bernilai ekonomis. Tahapan pengomposan tandan kosong kelapa sawit dengan perlakuan Trichoderma harzianum + Pleurotus ostreatus adalah pencacahan, inokulasi, inkubasi, pembubutan, dan pemanenan. Selama proses pengomposan dilakukan selama ± 60 hari, dilakukan pengamatan terhadap sifat fisik kompos meliputi perubahan suhu, kadar air, pH dan C/N ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pengomposan terjadi perubahan suhu, kadar air, pH dan rasio C/N kompos yang menurun dan hampir stabil pada akhir proses pengomposan. Perubahan ini disebabkan adanya aktivitas mikroorganisme dalam mendegradasi bahan organik, senyawa asam seperti karboksilat dan fenol serta mineralisasi senyawa organik lainnya seperti protein, asam, dan peptida dari tandan kosong kelapa sawit. Trichoderma harzianum + Pleurotus ostreatus mampu mendegradasi tandan kosong kelapa sawit dengan hasil degradasi terbaik dan berperan dalam memperoleh selulosa sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk bernilai tambah seperti kompos dan dapat menurunkan rasio C/N dengan mengkonversi C organik menjadi CO2 dan hilangnya Nitrogen dalam bentuk NH3

Article Details

Section

Articles

References

Yunindanova, M.B., 2009. Tingkat Kematangan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Penggunaan Berbagai Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) dan Cabai (Capsicum annuum L.) Skripsi. Bogor. Program Studi Agronomi, Institut Pertanian Bogor.

Suherman, I., Awalludiun, A., dan Itnawita. 2014. Analisis Kualitas Kompos dari Campuran Tandan Kosong Kelapa Sawit Dengan Kotoran Ayam Menggunakan EM-4.http://jom.unri.ac.id [11 Februari 2016].

Umikalsom, M.S., A.B. Arif, H.S. Zulkifli, C.C. Tong, M.A. Hassan, M.I.A. Karim., 1997. The treatment of oil palm empty fruit bunch for subsequent use as substrate for cellulase production by Chaetomium globosum kunze. Bioresour Technol, 62: 1–9.

Misson, M., R. Haron, M.F.A. Kamaroddin, N.A.S. Amin., 2009. Pretreatment of empty palm fruit bunch for production of chemicals viacatalytic pyrolysis. Bioresour Technol, 100: 2867–2873

Widiastuti, H. dan Tri-Panji. 2007. PemanfaatanTandan Kosong Kelapa Sawit Sisa Jamur Merang (TKSJ) Sebagai Pupuk Organik pada Pembibitan Kelapa Sawit. Jurnal Perkebunan, 75 (2): 70-79.

Wibisono, A. 1999. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengomposan.

http://www.masagri.com/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-proses pengomposan. Diakses tanggal 10 Januari 2018.

Hartutik, S., Sriatun, danTaslimah.2008. Pembuatan Pupuk Kompos dari Limbah Bunga Kenanga dan Pengaruh Persentase Zeolit Terhadap Ketersediaan Nitrogen Tanah. http://eprints.undip.ac.id/3008/. Diakses tanggal 6 Okteber 2017.

Isroi, 2008. Kompos. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Bogor. http://id.wikipedia.org/wiki/kompos. Diakses tanggal 10 Januari 2018.

Tiquia, S.M., and N.F.Y. Tam., 2002. Characterization and composting of poultry litter in forced-aeration piles. Process Biochemistry, 37(8); 869-880.

Epstein, E. (1997). The Science of Composting. CRC Press LLC, Florida, 504 p.

Pan, I., B. Dam, S.K. Sen., 2012. Composting of common organic wastes using microbial inoculants 3. Biotech. 2: 127-134.

Lim, V. K. G., & Chen, D. J. Q. (2009). Impact of Cyberloafing on Affect, Work depletion, Facilitation and Engagement. Conference Paper SIOP.

Ishak, N.F., A.L. Ahmad, S. Ismail., 2014. Feasibility of anaerobic co-composting empty fruit bunch with activated sludge from palm oil miliwastes for soil conditioner. Journal of Physical Science, 25(1): 77-92.

Meunchang, S., S. Panichsakpatana, and R.W.Weaver. 2005. “Co-composting of Filter Cake and Bagasse; by-Products from a Sugar Millâ€. Bioresourceechnology 96. 437-442

Gaind, S., and L. Nain., 2007. Chemical and Biological Properties of Wheat Soil in Response to Paddy Straw Incorporation and its Biodegradation by Fungal Inoculants. Biodegradation, 18:495-503.

Said-Pulicinio, D., F.G. Erriquens, G. Gigliotti., 2007. Changes in the Chemical Characteristics of Water-ekstractable Organic Matter During Composting and Their Influence on Compost Stability and Maturity. Bioresource Technology, 98(9): 1822-1831.

Gajalakshmi, S., and S. Abbasi., 2008. Solid Waste Management by Composting: State of the art. Critical Reviews in Enviromental Science & Technology, 38(5): 311-400.

Petric, I., A. Sestan, I. Sestan., 2009. Influence of Wheat Straw Addition on Composting of Poultry Kitter. Process Safety and Environmental Protection, 87(3): 206-212.

Alhidayatullah, L.I. Sudirman. O.S. Dharmaputra., 2014. Kemampuan Jamur Pelapuk Kayu Isolat JPA dan Trichoderma sp. S2-2 dalam Mendegradasi Tanda Kosong Kelapa Sawit untuk Menghasilkan Selulosa. J. Menara Perkebunan, 82(2), 51 – 56.