INDEKS ADOPSI INOVASI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO JAGUNG HIBRIDA PADA LAHAN KERING
Main Article Content
Abstract
Sistem tanam jajar legowo umumnya dilakukan pada tanaman padi, namun di Kabupaten Lombok Timur sistem tanam tersebut sudah dikembangkan pada komoditi jagung. Inovasi sistem jajar legowo jagung hibrida merupakan hasil penelitian dan pengkajian serta telah dikembangkan terutama pada lahan-lahan kering dan terbukti jarak tanam menggunakan jajar legowo pada jagung hibrida mampu meningkatkan hasil biji jagung, tapi belum banyak diterapkan oleh petani yang disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks tingkat adopsi inovasi sistem tanam jajar legowo jagung hibrida pada lahan kering. Lokasi Penelitian di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan menggunakan metode survei. Jumlah responden ditentukan sebanyak 73 orang yang dipilih secara random dari populasi petani jagung di lokasi penelitian yang ditentukan secara purposive dengan rumus Slovin. Data yang diamati terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer dianalisa menggunakan analisis faktor untuk mendapatkan indeks komposit adopsi inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks tingkat adopsi inovasi sistem tanam jajar legowo jagung hibrida pada lahan kering mencapai tingkat adopsi kategori tinggi (indeks di atas rata-rata 100) mencapai 70 persen dan indeks tingkat adopsi kategori rendah (indeks di bawah rata-rata 100) mencapai 30 persen
Article Details
Issue
Section
References
Anonimous. (2015). Pedoman Umum Upaya Khusus Pencapaian Swasembada Berkelanjutan Padi dan Jagung serta Swasembada Kedelai. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Anonimous. (2016). Kabupaten Lombok Timur Dalam Angka. Selong: BPS Kabupaten Lombok Timur.
Bulu. (2009). Pengaruh Modal Sosial dan Keterdedahan Imformasi Inovasi Terhadap Tingkat Adopsi Inovasi Jagung di Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Mataram: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat.
Fauzi. (2016). Rilis Data Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedele (Upsus Pajale). Selong: Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Lombok Timur.
Gasperz. (1995). Teknik Analisis Dalam Penelitian Percobaan 1. Bandung: Tarsito.
Gasperz. (2001). Analisis Tingkat Produktivitas Industri Manufaktur di Indonesia Periode 1990 – 1998. Jurnal Ekonomi Pembangunan.
Masri. (2010). Preferensi Petani Terhadap Penggunaan Pupuk Majemuk pada Usahatani Jagung di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur (Tesis). Mataram: Universitas Mataram.
Sembiring. (2016). Gerakan Pengembangan Jagung Hibrida. Jakarta: Kementerian Pertanian.
Soekartawi. (2005). Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. Jakarta: Universitas Indonesia.
Umar. (2000). Metode Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.