PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI TERHADAP PEMBERIAN BOKASHI ECENG GONDOK DENGAN DUA JENIS AKTIFATOR

Main Article Content

Asrijal Asrijal
Ambo Upe
Rahmawati Rahmawati
Sulfiani Sulfiani
Aslidayanti Aslidayanti

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi kedelai terhadap pemberian bokashi eceng gondok dengan dua jenis aktifator.  Penelitian dilaksanakan di Desa Leweng Kecamatan Takkalalla Kabupaten Wajo.  Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas tiga (3) perlakuan yaitu Tanpa Bokashi (b0), Bokashi 2 tha-1 dengan Aktivator EM4 (b1), dan Bokashi 2 tha-1 dengan Aktivator Tadabur (b2).  Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 9 kombinasi (9 petakan perlakuan).  Hasil penelitian menunjukkah bahwa Rata-rata produksi kedelai per hektar aplikasi bokashi eceng gondok dengan aktifator EM4 sebanyak 0,80 ton perhektar, sedangkan aplikasi bokashi eceng gondok dengan aktifator Tadabur sebanyak 0,79 ton perhektar. Aplikasi bokashi eceng gondok dengan aktifator EM4 jauh lebih baik, dibandingkan dengan bokashi eceng gondok dengan aktifator Tadabur

Article Details

Section

Articles

References

Anonim, 2013, Tadabur Sahabat Flora (100 % Organik). PT. Inovasi Quantum

Anonim, 2004. Alternative Sweeteners : A Balancing Act. J. Asia Pacific Food Industries

Arsyad, L. 1999. Ekonomi Pembangunan, Edisi Keempat. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi. Yogyakarta.

Asrijal, 2004. Penggunaan bokashi eceng gondok (Eichhornia crassipes) pada sistem pertanaman tunggal dan tumpangsari kedelai, jagung, dan padi gogo. Tesis. Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Makassar

Astawan dan Widowati, 2007. Evaluation of Nutritional Quality and Glysemic Index of Sweet Potatoes as, a Fundamental for Fuctional Food Development. The European Journal of Technology and Advanced Engineering Research (In press).

Baharsjah, S. 2004. Orientasi Kebijakan Pangan Baru ke Arah Swasembada. Kompas, 14 Januari 2004.

Farid, M., 2003. Pertumbuhan dan Produksi Kapas Transgenik Bt pada Berbagai Jenis dan Dosis Bokashi. J. Agrivigor, 3(3):275-280

Fryer., J.D., dan S. Matsunaka 1988., Penanggulangan Gulma Secara Terpadu., Bina Aksara, Jakarta.

Huan, S. 2000. Soybean breeding and production technology for processing and utilization. P. 3-6. In. The Third International Soybean Processing and Utilization Conference (ISPUC III). Kyoko et al. (Eds.). The Japanese Society for Food Science and Technology, Japan.

Murbandono, 2003. Membuat Kompos. Penebar Swadaya, Jakarta.

Richana dan Widaningrum, 2009. Penggunaan Tepung dan Pasta dari Beberapa Varietas Ubi Jalar Sebagai Bahan Baku Mi. J. Penelitian Pascapanen Pertanian. 6(1):43-53.

Riyanto, B.Nurkin, J.I.Palenewan, H.Jodjo, Suwondo, A Delmi J.Renwarin, P.Kleden, M.Rachman, dan G.M.Hatta, 1985. Ekologi Dasar. Telesession, Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bagian Timur.

Simatupang, P., Sudaryanto, T., Purwoto, Rosegrant, and Hossain. 2002. Could Indonesia Sustain Self-Sufficiency in Rice Production. Recent Trends and a Long-Term Outlook. Discussion paper Series No. 99-03. Social Sciences Division. IRRI. Makati. Philippines.

Situru, 1998. Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) untuk Pakan Melalui Sistem Daur Ulang oleh Cacing Tanah (Pheretima asiatica). Disertasi, Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Makassar.

Sapareng, S., Ala, A., Kuswinanti, T., Rasyid, B., 2017. The role of rot fungi in composting process of empty fruit bunches of oil palm. Int. J. Curr. Res. Biosci. Plant Biol. 4 (3), 17-22.

Soemarwoto, 1989. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Lembaga Ekologi) Universitas Padjadjaran.

Soetikno S.S., 1990. Ekologi Gulma. Penerbit P.T.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.