PEMANFAATAN Hydrilla verticillata (L.f.) Royle SEBAGAI PUPUK HIJAU UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

Main Article Content

Marwan Marwan
Sitti Maryam Yasin
Naima Haruna

Abstract

Hydrilla verticillata (L. f.) Royle adalah merupakan salah satu tumbuhan air yang banyak ditemukan tumbuh di perairan yang tergenang seperti sawah dan rawa-rawa. Keberadaan tanaman ini dalam jumlah banyak dapat menghalangi laju aliran air sehingga tumbuhan ini sering dicabut dan dibuang begitu saja. Tumbuhan hydrilla mengandung Nitrogen 1,37 % dan Karbon Organik 14,47% sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai pupuk hijau yang dapat diberikan pada tanaman baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian Hydrilla verticillata (L. f.) Royle sebagai pupuk hijau terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L). Penelitian dilaksanakan di Desa Bungadidi Kecamatan Tanalili Kabupaten Luwu Utara yang berlangsung pada bulan Juli-September 2016. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yaitu tanpa pemberian hydrilla (kontrol=P0), pemberian hydrilla segar 200 g/polybag (P1), 400 g/polybag (P2), dan 600 g/polybag (P3), pemberian hydrilla yang dikomposkan  200 g/polybag (P4), 400 g/polybag (P5), dan 600 g/polybag (P6).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hydrilla yang dikomposkan dengan dosis 600 g/polybag mengakibatkan pertumbuhan bibit kakao menjadi lebih baik yaitu jumlah daun lebih banyak (9,6 helai), bibit lebih tinggi (30,3 cm), diameter batang lebih besar (5,2 mm) dan volume akar lebih banyak (6,6 ml).

Article Details

Section

Articles

References

Anonim. 2016. http://makassar.tribunnews.com/2016/07/12/2015-produksi-kakao-kering-luwu-utara-tembus-22-ribu-ton. Diakses tanggal 13 Desember 2016.

Alsuhendra. 2004. Kandungan lumut Hydrilla verticillata. Penerbit Depertemen Pertanian. Bandung.

Gomez dan Gomez, 1995. Terjemahan E.Sjamsuddin dan J.S.Baharsjah. Prosedur statistik untuk penelitian pertanian. Edisi Kedua. Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Harjadi, S.S. 2002. Pengantar agronomi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Lakitan, B. 2000. Dasar-dasar pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Kamil, T. 2013. Cara pembibitan kakao. Karya Ilmiah http://taufiqkamil.blogspot.com. Diakses tanggal 13 April 2016.

Mustofa, W.S., M. Izzati dan E. Saptiningsih 2012. Interaksi Antara Pembenah Tanah dari Hydrilla verticillata (L.f.) Royle. Laboratorium Biologi dan Struktur Fungsi Tumbuhan Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Diponegoro.

Samosir, R. D. 2008. Studi pengaruh waktu pengomposan terhadap kandungan karbon dan nitrogen di dalam kompos Hydrilla verticillata. Karya Ilmiah http://www.univsumaterautara.blogspot.com/html, Diakses tanggal 24 Mei 2016

Winarno, 2000. Pupuk akar jenis dan aplikasinya. Penebar Swadaya, Jakarta.

Zulfebriansyah. 2007. Budidaya dan pasca panen kakao. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Bogor.