Analisis Peran Penyuluh dalam Pengembangan Kelembagaan Petani di Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara

Main Article Content

Sahlim
Taruna Shafa Arzam
Sukriming Sapareng

Abstract

Penyuluh pertanian merupakan aktor strategis dalam membina dan mengembangkan kelembagaan petani, khususnya kelompok tani kelas pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh dalam pengembangan kelompok tani serta menganalisis hubungan antara peran penyuluh dan pengembangan kelembagaan petani di Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Populasi penelitian adalah petani anggota kelompok tani kelas pemula sebanyak 423 orang yang tersebar pada 18 kelompok tani di sembilan desa. Penentuan sampel menggunakan rumus Taro Yamane dengan presisi 15%, sehingga diperoleh 42 responden. Peran penyuluh diukur melalui lima indikator, yaitu fasilitator, inovator, motivator, dinamisator, dan edukator, sedangkan pengembangan kelompok tani diukur melalui kelengkapan administrasi, susunan kepengurusan, permodalan, kerja sama dan pertemuan, serta pengembangan usaha tani, dengan skala Likert 1–5. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh sebagai fasilitator, inovator, motivator, dinamisator, dan edukator berada pada kategori sangat tinggi. Uji korelasi Rank Spearman memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,742 dengan tingkat signifikansi 0,049, yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara peran penyuluh dan pengembangan kelembagaan petani. Semakin optimal peran yang dijalankan penyuluh, semakin tinggi pula tingkat pengembangan kelembagaan petani.

Article Details

Section

Articles

References

Anantanyu, S. (2011). Kelembagaan petani: Peran dan strategi pengembangan kapasitasnya. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 7(2), 102–109.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kolaka Utara. (2024). Kabupaten Kolaka Utara dalam angka 2024. BPS Kabupaten Kolaka Utara.

Hermanto, & Swastika, D. K. S. (2011). Penguatan kelompok tani: Langkah awal peningkatan kesejahteraan petani. Analisis Kebijakan Pertanian, 9(4), 371–390.

Kementerian Pertanian. (2016). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67/Permentan/SM.050/12/2016 tentang pembinaan kelembagaan petani. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kerlinger, F. N. (1991). Asas-asas penelitian behavioral (Terjemahan L. R. Simatupang). Gadjah Mada University Press.

Kurniawan, A. (2010). Hubungan tingkat pendidikan petani dengan kemampuan menyerap informasi penyuluhan. Jurnal Penyuluhan, 6(2), 45–53.

Mardikanto, T. (2009). Sistem penyuluhan pertanian. Sebelas Maret University Press.

Marliati, Sumardjo, Asngari, P. S., Tjitropranoto, P., & Saefuddin, A. (2010). Faktor-faktor penentu peningkatan kinerja penyuluh pertanian dalam memberdayakan petani. Jurnal Penyuluhan, 6(1), 89–99.

Nurhayati, S., & Sutrisno, B. (2021). Efektivitas metode penyuluhan partisipatif pada kelompok tani kelas pemula. Jurnal Agribisnis dan Penyuluhan Pertanian, 9(2), 133–145.

Priyatno, D. (2014). SPSS 22: Pengolah data terpraktis. Andi Offset.

Rambe, S. S. M. (2020). Peran penyuluh sebagai inovator dalam adopsi teknologi pertanian. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 23(1), 55–66.

Rasyid, B., Ala, A., Kuswinanti, T., & Sapareng, S. (2020). Exploring functional fungi on organic matter decomposition of oil palm empty bunches as bio-resource in land remediation. Biodiversitas, 21(9), 4247–4252. https://doi.org/10.13057/biodiv/d210941

Rianse, U. (2012). Metodologi penelitian sosial dan ekonomi: Teori dan aplikasi. Alfabeta.

Riduwan. (2009). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Alfabeta.

Setiawan, R., & Hidayat, T. (2023). Peran penyuluh sebagai motivator dalam meningkatkan partisipasi anggota kelompok tani. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 19(1), 78–90.

Singarimbun, M., & Effendi, S. (1995). Metode penelitian survai (Ed. rev.). LP3ES.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sumardjo. (2010). Penyuluhan pembangunan: Menuju kemandirian masyarakat. IPB Press.

Van den Ban, A. W., & Hawkins, H. S. (1999). Penyuluhan pertanian (Terjemahan A. D. Herdiasti). Kanisius.

Wirartha, I. M. (2006). Metodologi penelitian sosial ekonomi. Andi Offset.