Determinan Adaptasi Teknis, Manajerial, dan Sosial terhadap Perubahan Iklim dalam Peningkatan Produksi Padi: Pendekatan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) di Kota Palopo
Main Article Content
Abstract
Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan utama pembangunan pertanian karena berdampak pada produktivitas padi sebagai komoditas pangan strategis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh adaptasi petani secara teknis, manajerial, dan sosial terhadap peningkatan produksi padi di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 333 petani padi anggota kelompok tani yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui evaluasi outer model dan inner model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel teknis berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan produksi padi (koefisien jalur 0,223; T-statistic 3,799; p-value 0,000), demikian pula variabel sosial yang menjadi determinan paling dominan (koefisien jalur 0,800; T-statistic 6,209; p-value 0,000). Sebaliknya, variabel manajerial tidak berpengaruh signifikan (koefisien jalur −0,056; T-statistic 0,348; p-value 0,728). Nilai R-Square sebesar 0,610 menunjukkan bahwa ketiga variabel secara simultan menjelaskan 61% variasi peningkatan produksi padi, sedangkan 39% dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa faktor sosial merupakan determinan utama peningkatan produksi padi, diikuti faktor teknis, sedangkan faktor manajerial masih memerlukan penguatan melalui dukungan kelembagaan, akses informasi, dan peningkatan kapasitas petani.
Article Details
Issue
Section
References
Adger, W. N., Dessai, S., Goulden, M., Hulme, M., Lorenzoni, I., Nelson, D. R., Naess, L. O., Wolf, J., & Wreford, A. (2009). Are there social limits to adaptation to climate change? Climatic Change, 93(3–4), 335–354.
Aldrian, E., & Susanto, R. D. (2003). Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature. International Journal of Climatology, 23(12), 1435–1452.
Badan Pusat Statistik Kota Palopo. (2025). Kota Palopo dalam angka 2025. BPS Kota Palopo.
Below, T. B., Mutabazi, K. D., Kirschke, D., Franke, C., Sieber, S., Siebert, R., & Tscherning, K. (2012). Can farmers' adaptation to climate change be explained by socio-economic household-level variables? Global Environmental Change, 22(1), 223–235.
Chin, W. W. (1998). The partial least squares approach to structural equation modeling. In G. A. Marcoulides (Ed.), Modern methods for business research (pp. 295–336). Lawrence Erlbaum Associates.
Fadwiwati, A. Y., & Tahir, A. G. (2013). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi dan pendapatan usahatani padi. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 16(2), 92–101.
Ghozali, I. (2014). Structural equation modeling: Metode alternatif dengan Partial Least Squares (PLS). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2017). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (2nd ed.). Sage Publications.
Hansen, J. W., Mason, S. J., Sun, L., & Tall, A. (2011). Review of seasonal climate forecasting for agriculture in sub-Saharan Africa. Experimental Agriculture, 47(2), 205–240.
IPCC. (2021). Climate change 2021: The physical science basis. Contribution of Working Group I to the Sixth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Cambridge University Press.
Kurniawan, A., & Rustiadi, E. (2021). Adaptasi petani terhadap perubahan iklim pada usahatani padi sawah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(2), 345–356.
Mendelsohn, R. (2012). The economics of adaptation to climate change in developing countries. Climate Change Economics, 3(2), 1–21.
Nurdin, M. (2011). Pengelolaan sumber daya air dan adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim. Jurnal Sumberdaya Lahan, 5(2), 87–98.
Rasyid, B., Ala, A., Kuswinanti, T., & Sapareng, S. (2020). Exploring functional fungi on organic matter decomposition of oil palm empty bunches as bio-resource in land remediation. Biodiversitas, 21(9), 4247–4252. https://doi.org/10.13057/biodiv/d210941
Sapar. (2022). Metode penelitian kuantitatif untuk ilmu-ilmu sosial dan pertanian. Kampus Ganesha.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryani, E., & Astuti, W. (2022). Faktor sosial dan kelembagaan dalam adaptasi petani terhadap perubahan iklim. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 18(1), 55–68.
Syahyuti. (2014). Peran kelembagaan dan modal sosial dalam pembangunan pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 32(1), 35–48.
Wossen, T., Berger, T., & Di Falco, S. (2015). Social capital, risk preference and adoption of improved farm land management practices in Ethiopia. Agricultural Economics, 46(1), 81–97.