Pengaruh Varietas dan Jumlah Biji per Lubang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L.)

Main Article Content

Firmansyah R
Sukriming Sapareng
Akmal

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan penting kedua setelah padi yang berperan sebagai sumber pangan, pakan, dan bahan baku industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan jumlah biji per lubang serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di lahan warga Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur pada bulan Maret sampai Juni 2024. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan kombinasi tiga varietas (Bisi-18, Bisi-2, dan Pioneer 27) dan dua taraf jumlah biji per lubang (satu dan dua biji), yang diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat kotor per sampel, dan berat bersih per sampel. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas dan jumlah biji per lubang serta interaksinya tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Hal ini diduga disebabkan kondisi lahan yang tergenang air pada musim hujan sehingga unsur hara mudah tercuci. Meskipun demikian, nilai tertinggi tinggi tanaman diperoleh pada perlakuan V1 (Bisi-18 + satu biji), jumlah daun tertinggi pada V6 (Pioneer 27 + dua biji), serta berat kotor dan berat bersih tertinggi pada V5 (Pioneer 27 + satu biji).

Article Details

Section

Articles

References

AgroFarm. (2021). Kementan: Stok jagung 2021 sebanyak 2,85 juta ton. https://www.agrofarm.co.id/2021/11/41700/

Amril, A. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi produksi jagung di Desa Lamaeto, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Palopo]. http://repository.umpalopo.ac.id/1417/

Asrijal, A., Rompegading, A. B., Burhanuddin, B., Upe, A., Rahmawati, R., Sholikhah, U., Hardanto, A., & Sapareng, S. (2025). Soil outperforms rice husk ash as a seedling medium for LUSI glutinous rice in suboptimal swampy lands of South Sulawesi, Indonesia. International Journal of Design & Nature and Ecodynamics, 20(12), 2839–2847. https://doi.org/10.18280/ijdne.201210

Afandi, A., Hamim, H., & Nurmauli, N. (2014). Pengaruh pemupukan urea dan teknik defoliasi pada produksi jagung (Zea mays L.) varietas Pioneer 27. Jurnal Agrotek Tropika, 2(1), 1–7.

Aniya, R., Ainun, N., & Marlina. (2019). Pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada berbagai dosis pupuk nitrogen. Jurnal Agrium, 16(2), 100–108.

Badan Pusat Statistik Luwu Timur. (2020). Kabupaten Luwu Timur dalam angka 2020. Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Timur.

Efendi, R., Suwardi, & Zubachtirodin. (2017). Peran unsur hara NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 1(1), 21–30.

Karim, H. A., Yasin, M., Kandatong, H., Hasan, Hikmawati, & Fitrianti. (2020). Uji produktivitas berbagai varietas jagung (Zea mays L.) hibrida dan non-hibrida yang sesuai pada agroekosistem Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Ilmu Pertanian, 5(1), 1–9.

Kramer, P. J., & Boyer, J. S. (1995). Water relations of plants and soils. Academic Press.

Marsela, & Suryanto, A. (2018). Pengaruh tata letak dan jumlah biji per lubang pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Jurnal Produksi Tanaman, 6(9), 2182–2190.

Nurlaili, I., Sudika, I. W., & Anugrahwati, D. R. (2018). Uji daya jagung hibrida dan bersari bebas pada lahan tegalan dengan sistem agroekoteknologi sederhana di Kecamatan Pringgabaya. Crop Agro, 11(1), 1–10.

Paeru, R. H., & Dewi, T. Q. (2017). Panduan praktis budidaya jagung. Penebar Swadaya.

Purwanto, S. (2008). Perkembangan produksi dan kebijakan dalam peningkatan produksi jagung. Direktorat Budidaya Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Rasyid, B., Ala, A., Kuswinanti, T., & Sapareng, S. (2020). Exploring functional fungi on organic matter decomposition of oil palm empty bunches as bio-resource in land remediation. Biodiversitas, 21(9), 4247–4252. https://doi.org/10.13057/biodiv/d210947

Saberi, A. R., Mochtarpour, H., & Mosavat, S. A. (2014). The processions of plant density and planting arrangement on dry yield and some agronomic characteristics of sweet corn (Zea mays L.) H.S.C. 403 cultivar. International Journal of Farming and Allied Sciences, 3(1), 95–98.

Sapareng, S., Ala, A., Kuswinanti, T., & Rasyid, B. (2018). Isolation and characteristics molding fungus of stalks and empty fruit bunches of oil palms. International Journal of Scientific & Technology Research, 7(11), 135–140.

Subandi, Zubachtirodin, Saenong, S., & Firmansyah, I. U. (2006). Ketersediaan teknologi produksi dan program penelitian jagung. Dalam Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Jagung (pp. 11–24). Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Subekti, N. A., Syafruddin, Efendi, R., & Sunarti, S. (2008). Morfologi tanaman dan fase pertumbuhan jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Suprapto. (1997). Bertanam kedelai. Penebar Swadaya.

Widi, S. (2022). Produksi jagung Indonesia capai 22,5 juta ton pada 2020. https://dataindonesia.id/

Yumna, Y., Sapareng, S., Nur, B., Akmal, A., & Soma, A. S. (2025). Flood risk assessment and channel roughness adjustment modeling in a degraded Baliase River basin, Indonesia. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 12(5), 8997–9006. https://doi.org/10.15243/jdmlm.2025.125.8997.