KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI LIMBAH KULIT SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN KOMBINASI PLASTICIZER SERTA APLIKASINYA PADA BUAH NANAS TEROLAH MINIMAL

Main Article Content

Rahmi A Mudaffar

Abstract

Edible film yang terbuat dari pati relatif mudah sobek, sehingga perlu penambahan plasticizer agar lebih lentur. Karakteristik edible film akan menentukan kualitas akhir terhadap aplikasinya pada produk pangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu ; (1) mengetahui karakteristik edible film dari limbah kulit singkong dengan kombinasi perlakuan penambahan plasticizer, (2) mengetahui pengaruh aplikasi pengemasan dengan metode coating dan wrapping pada buah nanas terolah minimal. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahapan. Tahap pertama yaitu ekstraksi pati kulit singkong. Pati hasil ektraksi kemudian dianalisis; (1) kadar air, (2) kadar pati, (3) kadar amilosa, dan (4) suhu gelatinisasi. Pada tahap ini akan diperoleh pati kulit singkong yang terbaik sebagai bahan dasar edibel film. Tahap kedua yaitu pembuatan edible film pati kulit singkong, dengan menggunakan kombinasi plasticizer dalam berbagai konsentrasi yaitu gliserol (2%, 4%, 6%) dan propilen glikol (2%, 4%, 6%). Edible film yang diperoleh kemudian dianalisis; (1) ketebalan, (2) kuat tarik, (3) persen pemanjangan dan (4) laju transmisi uap air. Analisis data yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dua faktorial dengan dua kali ulangan. Tahap ketiga yaitu aplikasi edible film pada buah nanas terolah minimal, dengan metode; (1)  Kontrol (tanpa perendaman dan pelapisan), (2) Perendaman (coating), dan (3) Pelapisan (wrapping). Tahap aplikasi ini akan dilakukan selama 3 hari dan setiap harinya akan dilakukan pengamatan terhadap susut berat dan warna. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini memperlihatkan suhu gelatinisasi pati ubi kayu 63oC, kadar air pati ubi kayu 10,14%, kadar pati ubi kayu 97,35% dan kadar amilosa 9,584%.  Sedangkan pada sifat fisik dan mekanis edibel film menunjukkan ketebalan yang terbaik yaitu penambahan gliserol 2%, propilen glikol 2%.  Kuat tarik yang terbaik penambahan gliserol 2%, propilen glikol 2%.  Persen pemanjangan yang terbaik yaitu penambahan gliserol 6%, gliserol 2%.  Sedangkan untuk laju transmisi uap air yaitu penambahan gliserol 2%, propilen glikol 2%.  Selanjutnya hasil pengamatan aplikasi dari edibel film memperlihatkan susut bobot yang terbaik pada perlakuan wrapping yaitu 26,41%.  Sedangkan untuk parameter warna yang terbaik pada perlakuan coating dengan nilai rata–rata panelis ialah 3,34.

Article Details

Section

Articles

Author Biography

Rahmi A Mudaffar

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma Palopo

References

Abdul Rahman dan Sumantri, Analisis Makanan (2007). Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2007)

Cui, S. W. 2005. Food Carbohidrates Chemistry, Physical Properties, adn Aplications. CRC Press, Boca Raton, London, New York, Singapore.

Hui, Y.H. 2006. Hand Book of Food Science, Technology, and Engineering. Volume 1. CRC Press-Taylor and Francis Goup. Florida, pp. 15-10, 91-10.Richana, Nur. 2013. Mengenai Potensi Ubi Kayu dan Ubi Jalar. Bandung : Nuansa Cendikia.

Huse, Mochamad Anugerah., Wignyanto., Ika, A.D. 2009. Aplikasi Edible Coating dari Karagenan dan Gliserol untuk Mengurangi Penurunan Kerusakan Apel Romebeauty. Jurnal Alumni dan Staf Pengajar Jurusan Teknologi Industri Pertanian, FTP. Universitas Brawijaya.

Kusbiantoro, B. 2011. Kajian perubahan flavour durian terolah minimal berlapis edible selama penyimpanan. http:// repository.ipb. ac.id/handle/123456789/51538. [5 Agustus 2011].

Laga, A. (2001). Produksi Siklodestrin Menggunakan Substrat Tapioka Terlikuifikasi dengan Aseptor Minimal. IPB, Bogor.

Skurtys O, Acevedo C, Pedreschi F, Enrione J, Osorio F, Aguilera JM. 2010. Food Hydrocolloid: Edible films and Coatings. Department of Food Science and Technology, Universidad de Santiago de Chile.

Sothornvit, R. and J. M. Krochta. 2000. Plasticizer Effect On Oxygen Permeability of Betalactoglobulin Films. Journal of Agricultural and Food Chemistry 48: 6289-6302.

Thirathumthavorn, D. and S. Charoenrein. 2007. Aging effect on sorbitol-and non-crystallizing sorbitol-plasticized tapioca starch films. Starch 59:493-497.

Wade, A. and Weller, P.J. (2000). Handbook of Pharmaceutical Excipients, 2nd Ed. London : The Pharmaceutical Press.

Winarno, F.G., 2008. Kimia Pangan dan Gizi. MBrio Press, Jakarta.

Wulandari, Rieny Sulistijowati, Lukman Mile. 2015. Kitosan Kulit Udang Vaname sebagai Edible Coating Pada Bakso Ikan Tuna. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 3: 118–121.