KERAGAAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN KOMPOSISI MEDIA YG BERBEDA

Main Article Content

Yasmin Yasmin
Rosnina Rosnina

Abstract

Pemberian pupuk hayati yang tepat dan benar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketersediaan unsur hara dan kesehatan tanah, serta ketahanan terhadap serangan penyakit sehingga meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keragaan bibit kelapa sawit dengan pemberian pupuk organik hayati dan kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Penelitian dilaksanakan dengan mengunakan Rancangan Acak Kelompok  Faktorial dengan perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu perbandingan volume kompos TKKS : top soil dan waktu pemberian pupuk hayati. Secara keseluruhan diperoleh 16 kombinasi, setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 48 unit percobaan, dimana setiap unit percobaan terdiri atas 3 bibit kelapa sawit. Jumlah bibit kelapa sawit seluruhnya adalah 144 bibit kelapa sawit. Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan peningkatan pertumbuhan. Kombinasi perlakuan terbaik adalah perbandingan kompos TKKS dengan top soil 2:6 dan pemberian pupuk hayati setiap bulan dengan peningkatan pertumbuhan bibit kelapa sawit masing-masing untuk tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang adalah 97.18%, 52.26% dan 110.10%.

Article Details

Section

Articles

References

Agung, T. dan A.T. Rahayu., 2004. Analisis efisiensi serapan N, pertumbuhan dan hasil beberapa kultivar kedelai unggul baru dengan cekaman kekeringan dan pemberian pupuk hayati. JMA., 6:70-74.

Craswell, E.T., and R.D.B. Lefroy, 2001. The role and function of organic matter in tropical soils. Nutrient Cycling in Agroecosystem. 61: 7-18.

El-Habbasha, S.F., M.S. Abd El Salam, and M.O. Kabesh., 2007. Response of two sesame varieties (Sesamum indicum L) to partial replacement of chemical fertilizers. JABS., 3: 563-571.

Eugene, E.E., E. Jacques, V.T. Desire, B. Paul., 2010. Effects of some physical and chemical characteristic of soil on productivity and yield of cowpea (Vigna unguiculata L. Walp.) in Coastal Region (Cameroon). African Journal of Environmental Science and Technology. 4(3): 108-114.

Kusumawardhani, Amalia, dan W.D. Widodo, 2003. Pemanfaatan pupuk majemuk sebagai sumber hara budidaya tomat secara hidroponik. Bul Agron. 31(1): 15-20.

Madjid, A., 2009. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Univ. Sriwijaya Press. Palembang.

Saputra, R.A., 2011. Evaluasi pemupukan pada kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di kebun radang seko banjar balam PT.Tunggal Perkasa Plantations Indragiri Hulu Riau [skripsi]. Bogor, Institut Pertanian Bogor.

Smith, S.E., and D.J. Read. ,1997. Mychorizal Symbiosis. Academic Pr., London.

Widmer, T.L., N.A. Mitrowski, G.S. Abawi, 2002. Soil organic matter and management of plant-parasitic nematodes. Journal of Nematology. 34(4): 289-295.

Yuwono, T., 2006. Bioteknologi Pertanian. Gadjah Mada Press. Yogyakarta.