PERBANDINGAN LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUTEucheuma cottonii DENGAN BOBOT BERBEDA MENGGUNAKAN JARING TRAWL

Penulis

  • Ihwan Ilham Universitas Andi Djemma
  • Andi Idrus Universitas Andi Djemma
  • Patahiruddin Patahiruddin

DOI:

https://doi.org/10.55113/fwj.v2i1.652

Kata Kunci:

Laju pertumbuhan, rumput laut (Eucheuma cottonii), jaring trawl

Abstrak

Rumput laut Eucheuma cottonii merupakan salah satu komoditas budidaya yang bernilai ekonomis penting dan telah dibudidayakan secara luas oleh pembudidaya. Dalam proses budidaya tersebut kiranya diperlukan upaya-upaya untuk memperoleh hasil yang optimal. Rumput laut E. cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut merah. Keanekaragaman jenis rumput laut di perairan Indonesia cukup tinggi, tetapi pada saat ini ada dua jenis diantaranya sudah dibudidayakan dan berkembang di masyarakat, yaitu rumput laut E. cottonii dan Gracilaria sp. Penelitian ini dilaksanakan selama 44 hari dengan kegiatan survei lokasi 1 hari, persiapan alat dan bahan 3 hari, dan penimbangan sampel, penanaman, pemeliharaan dan panen selama 40 hari. Terhitung mulai dari 23 Juni sampai 5 Agustus  2020 di  unit percobaan, perairan Muladimeng, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan jaring trawl, laju pertumbuhan rumput laut E. cottonii per 10 hari menunjukkan perbedaan yang sangat nyata yaitu bobot rumput laut E. cottonii menunjukkan peningkatan pertumbuhan dari hari pertama hingga hari terakhir pemeliharaan. Hal ini diduga karena faktor-faktor parameter lingkungan perairan lokasi penelitian yang mendukung baik dan letak wadah budidaya yang tepat menyebabkan kebutuhan unsur hara dapat terpenuhi dan arus cukup baik bagi pertumbuhan rumput laut E. cottonii. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa, laju pertumbuhan rumput laut E. cottonii dengan bobot bibit berbeda menggunakan jaring trawl menunjukkan hasil berbeda sangat nyata pada taraf 1% (sig.6,94). Perlakuan B dengan bobot bibit 200 gr merupakan pertumbuhan tertinggi.

Referensi

Anggadireja, J.T, Zatnika, A., Purwato H. & Istini. 2006. Rumput laut. Penebar Swadaya. Jakarta. 147.

Azizah, T.N. 2000 Penggunaan Berbagai Jenis Pupuk Anorganik Pada Budidaya Latok (Caulerpa recemosa Van Boose) dalam upaya menunjang kelansungan produksi. Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro, Semarang.

DitjenkanBudidaya. 2005. ProfilRumputLautIndonesiaâ€.Jakarta: DirektoratPerikananBudidaya, DepartemenKelautandanPerikanan.

Gomez, K., Gomez, A. 2010. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Edisi Ke-2. 698 hal

Hamid, A. 2009. Pengaruh berat bibit awal dengan metode apung (floating method) terhadap persentase pertumbuhan harian rumput laut (Eucheumacottonii) (Skripsi). Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim. Malang

Hendrajat, E.A., B. Pantjara., danMangampa, M. 2010. Polikulturudangvaname (Litopenaeusvannamei) danrumputlaut (Gracilariaverrucosa).Prosidingforum inovasiteknologiakuakultur.Hal. 145-150

Leonardi, P.I., Miravalles, A. B., Faugeron, S., Flores. V., Beltran, J., and Correa, A. 2006. Diversity, Phenomenology and Epidemiology of Epiphytism in Farmed in Farmed Gracilaria Chile. Europan Journal of Phycology Vol 41(2) : 247 -257 pg

Puja Y., Sudjuharno, T.W Aditya. 2001. Teknologi Budidaya Rumput Laut E. cottonii. Pemilihan Lokasi. Balai Budidaya Laut Lampung. P 13-18.

Surni WA. 2014. Pertumbuhan Rumput Laut E. cottonii Pada Kedalaman Air Laut Yang Berbeda di Dusun Kotania Desa Eti Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Biopendix x, 1 (1), 2014.

Susanto, A.B.2003. Metode Lepas dasar dengan Model Cidaun pada budidaya Eucheuma spinosum (Linnaeus) Agardh. Jurnal Ilmu Kelautan vol. 10 No. 3 Universitas Diponegoro, Semarang.

Sutrian, Y. 2004. Pengantar Anatomi, Tumbuhan – Tumbuhan (Tentang Sel dan Jaringan). Rineka Cipta. Jakarta.

Unduhan

Diterbitkan

2021-02-28