ANALISIS PERTUMBUHAN KERANG MUTIARA (Pinctada maxima) BERDASARKAN KEDALAMAN DI PERAIRAN KUPA,KABUPATEN BARRU

Penulis

  • Harfika Sari Baso Universitas Andi Djemma
  • Marhayana Syarifuddin Universitas Andi Djemma

DOI:

https://doi.org/10.55113/fwj.v2i1.666

Kata Kunci:

Pertumbuhan, Pinctada maxima, Longline, Parameter perairan Kupa Kab.Barru

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup kerang mutiara (Pinctada maxima) kaitannya dengan kondisi oceanografi berdasarkan periode temporal, dan kedalaman yang baik untuk pembesaran tiram  mutiara di perairan Kupa Kabupaten Barru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimantal yaitu pengukuran dan pengambilan langsung data pertumbuhan dan data oceanografi melalui sampling. Data primer diperoleh dari pengukuran pertumbuhan dan kelangsungan hidup kerang mutiara serta pengukuran data oseanografi dan kelimpahan plankton yang dilakukan setiap bulan. Kerang mutiara yang dijadikan objek pengamatan jenis Pinctada maxima. Sampel anakan kerang mutiara ini adalah jenis Pinctada maxima yang dibudidayakan dalam pocket. Data primer diperoleh dari pengukuran pertumbuhan dan kelangsungan hidup kerang mutiara serta pengukuran data oceanografi yang dilakukan setiap bulan. Jumlah anakan kerang mutiara yang dijadikan sebagai hewan uji dengan ukuran lebar cangkang antara 3-4 cm berjumlah 90 ekor per pocket yang dibudidayakan pada kedalaman 2 m dan 6 m dengan masing-masing kedalaman terdapat 3 poket.

Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan metode survey dan pengukuran langsung di lapangan, Data primer diambil dari variabel yang diteliti berupa kondisi oceanografi perairan dan ukuran pertumbuhan cangkang kerang mutiara (Pinctada maxima). Pengambilan sampel dilakukan tiap bulannya selama sembilan bulan

 Melalui penelitian ini, luaran yang akan diperoleh yaitu sebagai database dan  sebagai bahan informasi untuk kelayakan pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang baik pada kerang mutiara di wilayah perairan Kupa sehingga mampu mendorong dan membantu masyarakat pesisir di sekitar perairan kupa untuk meningkatkan kesejahteraan dengan melakukan budidaya atau pembesaran kerang mutiara

            Berdasarkan data yang didapatkan sampai Bulan Agustus dihasilkan pertumbuhan kerang mutiara  di perairan Kupa Kabupaten Barru yang terbaik terdapat pada kedalaman  6 meter hal ini didukung dengan keberadaan makanan alami (Fitoplankton) yang melimpah sebagai sumber utama makanan kerang Pinctada maximadan keadaan arus serta suhu yang maksimum untuk pertumbuhan kerang tersebut.

 

Referensi

Awaluddin M, Yuniarti SL dan Mukhlis A. 2013. Tingkat penetasan telur dan kelangsungan hidup larva kerang mutiara (Pinctada maxima) pada salinitas yang berbeda. Jurnal Kelautan, 6(2): 142-149.

BBL. 2006. Paket Usaha Pedederan Tiram Mutiara (Pinctada maxima) Skala Kecil. Balai Budidaya Laut, Lombok.

Caceres puig, JI, Abasolo Pacheco, F Mazon Suastegui, JM Maeda Martines, AN Saucedo, PE. 2007. Effect of temperature on growth and survival of Crassostrea corteziensis spat during late nursery culturing at the hatchery. Aquaculture, v.272, p.417 422, 2007.

Chaitanawisuti, N., Nunim, S. dan Santhaweesuk W. 2011. The Combined Effects of Temperature and Salinity on Hatching Success and Survival of Early Life Stages in The Economically Candidate Marine Mollusks : Spotted Babylon (Babylonia areolata). Journal Of Research in Biology 5:376-387.

Departemen Kelautan dan Perikanan. 2002. Modul Sosialisasi dan Orientasi Penataan Ruang, Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Ditjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Direktorat Tata Ruang Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Jakarta.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Endang A, Taufiq Nur SPJ. 2011. The Effect of Various Spat Collector Materials For Spat Attachment of Pearl Oyster (Pinctada maxima). Journal of Coastal Development, Vol. 15, Number 1.

Fachrul dan M. Ferianita. 2007. Metode Sampling Bioekologi. PT Bumi Aksara, Jakrarta.

Hamzah, M.S. 2008c. Pengamatan kualitas hasil operasi penyuntikan mutiara kerang mabe (Pteria penguin) di perairan Teluk Kapontori, Pulau Buton-Sulawesi Tenggara. Dalam : Buku Prosiding Seminar Nasional Kelautan IV. Didik Hardianto dan Muh. Taufiqrrohman (eds.) Univ. Hangtuah 24 April 2008 Surabaya : II 173-II 178

Hamzah, M.S. dan B. Nababan, 2009. Studi pertumbuhan dan kelangsungan hidup anakan kerang mutiara (Pinctada maxima) pada kedalaman yang berbeda di Teluk Kapontori, Pulau Buton. J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 1(2):22-32.

Hamzah.A.dkk., 2016. Perkembangan dan Kelangsungan Hidup Larva Kerang Mutiara (Pinctada maxima) pada Kondisi Suhu yang Berbeda. Jurusan Budidaya.Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.Universitas Halu oleo

Harramain Eric, H. M., 2008.Kajian faktor lingkungan Habitat kerang mutiara (stadia spat) Di pulau lombok, nusa tenggara barat . Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.IPB

Kangkan, A.L. 2006. Studi Penentuan Lokasi Untuk Pengembangan Budidaya Laut Berdasarkan Parameter Fisika, Kimia dan Biologi di Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur. (Tesis yang dipublikasikan, Universitas Diponegoro, 2006).

Mahmud. S, Aunurohim, dan Trisnawati indah, D.T. 2012. Struktur Komunitas Fitoplankton Pada Tambak Dengan Pupuk Dan Tambak Tanpa Pupuk Di Kelurahan Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur. Jurnal Sains Dan Seni Its Vol. 1, (Sept, 2012) ISSN: 2301-928X

O’Connor WA and Lawler NF. 2004. Salinity and Temperature Tolerance of Embryos and Juveniles of The Pearl Oyster, Pinctada imbricate Roding. Aquaculture 229: 493-506

Southgate, P. dan Lucas, J. 2008. The pearl oyster. Elsevier: Amsterdam.

Susilowati R., Sumantadinata K., Soelistyowati D., dan Sudradjat A. 2014. Karakteristik genetik populasi Tiram mutiara (Pinctada margaritifera) terkait dengan distribusi geografisnya diperairan Indonesia. Jurnal Riset akuakultur. Vol. 4 No. 1. hal. 47-52.

Sutaman. 1993. Tiram Mutiara, Teknik Budidaya dan Proses Pembuatan Mutiara.Kanisius: Yogyakarta.

Taufi Nur. SPJ, Hartati.R, Cullen.J. dan Masjhoer JM. 2007. Pertumbuhan Tiram Mutiara (Pinctada maxima) pada Kepadatan Berbeda. Jurnal ILMU KELAUTAN. Maret 2007. Vol. 12 (1) : 31 – 38

Tomatala. P. 2014. Efektifitas Penggunaan Bingkai Jaring Pada Penjarangan Benih Kerang Mutiara, Pinctada Maxima. Jurnal Budidaya Perairan. Vol. 2 No. 1: 1 – 6 Hal(4)

Winanto T. 2009. Kajian perkembangan larva dan pertumbuhan spat tiram mutiara Pinctada maxima (Jameson) pada kondisi lingkungan pemeliharaan berbeda. Thesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Winanto, T. 2004. Memproduksi Benih Tiram Mutiara. Penebar Swadaya, Jakarta. 95 hal.

Unduhan

Diterbitkan

2021-02-28