KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BERBUNGA KELAS MAGNOLIOPSIDA DI PESISIR PANTAI KAPIHAK DI PULAU SUMBA

Authors

  • Erlia Vany Roselince Mahasiswa Universitas Kristen Wira Wacana
  • Yohana Makaborang Universitas Kristen Wira Wacana SUmba
  • Anita Tamu Ina Universitas Kristen Wira Wacana SUmba

DOI:

https://doi.org/10.55285/bonita.v3i2.1038

Keywords:

Keanekaragaman, Tumbuhan Berbunga, Pantai Kapihak

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan berbunga kelas magnoliopsida di pesisir Pantai Kapihak. Pengambilan sampel pada lokasi penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode petak ganda dengan plot pengamatan berukuran 20 x 20 m untuk fase pohon, 10 x 10 m untuk fase perdu, 5 x 5 m untuk fase semak dan 2 x 2 m untuk tumbuhan herba. Faktor lingkungan yang diukur yaitu, suhu, pH dan kelembapan. Hasil penelitian ditemukan 17 ordo, 22 famili, 30 genus, 31 spesies dan 537 individu. Indeks keanekaragaman tergolong sedang dengan nilai H= 2,851.

Author Biography

  • Erlia Vany Roselince, Mahasiswa Universitas Kristen Wira Wacana
    Mahasiswa Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Sudi Pendidikan Biologi

References

Alfaida., Suleman M.,& Nurdin M. (2013). Jenis-jenis Tumbuhan Pantai di Desa Pelawa Baru Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Mautong dan Pemanfaatannya sebagai Buku Saku. JurusanIlmu Pendidikan Biologi Vol.1Hal 19-32.

Fern, Ken. (2021). tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Spigelia+anthelmia. Tropical Plants Database. Diakses 13 april 2021.

Gunawan, w., Basuni, S., Indrawan, A., Prasetyo, L., & Soedjito, H. (2011). Analisis Komposisi Dan Struktur Vegetasi Terhadap Upaya Restorasi Kawan Hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya alam dan Lingkungan. Vol (1). 2. Hal 93-105

Handayani, T., & Amanah, N. (2018). Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Stata Herba Di Kawasan Gunung Tidar Kota Magelang Sebagai Belajar Biologi. Jurnal SENDIKA FKIP UAD, Vol 2. No. 1. Hal. 85

Huda, Muhammad. (2020). Keanekaragaman Tumbuhan Berbunga Di Kawasan Malesia.Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan, Vol. 6. Hal 164

Hutasuhut, M. (2018). Keanekaragaman Tumbuhan Herba Di Cagar Alam Sibolangit. Jurnal Program Studi Biologi, Fakultas Sains Dan Teknologi, UIN Sumatera Utara Medan. Vol. 1 no. 2. Hal 69-77

Indrawan, Mohamad. (2012). Biologi Konservasi. Jakarta: Yayasan Pusat Obor Indonesia. Hal. 15.

Indriyanto, (2006).Ekologi Hutan. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara. Hal 144-145

Isnan, Wahyudi.,& M, Nurhaedah. (2017). Ragam Manfaat Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lamk.) Bagi Masyarakat. Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar. Hal 63-75

Kartasapoetra, A. G. (2006). Klimatologi Pengaruh Iklim terhadap Tanah dan Tanaman. Bumi Aksara: Jakarta.

Kundu, M., & Schmidt, L. H. (2011). Schleicera oleosa (Lou.) Oken. Jurnal Seed Leaflet. No 153.

Kurniawati, N., & Martono, E. (2015).Peran Tumbuhan Berbunga Sebagai Media Konservasi Artropoda Musuh Alami.Jurnal Perlindungan Taman Indonesia.19 (2),Hal 53-59

Samedi.(2015).Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia. Konservasi Keanekaragaman Hayati di Indonesia. Vol.2 issue 02/Desember/2015:Indonesian Center for Environmental Law (ICEL): Jakarta Selatan (www.icel.or.id/jurnal). Hal 4

MagallÓn, S. (2009). Flowering plants (Magnoliophyta). The TimeTree of Life, Hal 161-165.

Mall, T. P., & Tripathi, S. C. (2017). Kusum-A Multipurpose Plant From Katarniaghat Wildlife Sanctury Of Bahraich (Up) Indi-A Review. World Journal of Pharmaceutical Research,6. Hal 463-477

Marlin., Yulian.,&Gonggo, Bambang. (2010). Kultur Immature-embryo Cemara Laut (Casuarina equisetifolia) pada beberapa konsentrasi hara makro secara in vitro.Fakultas Pertanian: Bengkulu.Hal 1

Muanmar., Suleman, Samsurizal.,& Nurdin, Musdalifah. (2017). Jenis-jenis Tumbuhan di Pesisir Pantai Desa Tibo dan Pemanfaatannya sebagai media pembelajaran.Jurusan Indonesia Pendidikan Biologi.Vol. 5.Hal 59

Nammi, s., Boini, M. K., Lodagala, S.D., & Behara, R.B. (2003). The juice of fress leaves of Catharantus roseus Linn. Reduces blood glucose in normal and allonxan diabetic rabbits.BMC Complementay and Alternative Medicine, Vol.3. Hal 147-156

Sada, J. T., & Tanjung, (2010).Keragaman Tumbuhan Obat Tradiosional di Kampung Nansfori Distrik Supiori-Papua.Jurnal Biologi Papua. Hal 39

Silalahi, M. (2017).Syzygium polyanthum (Wight) Walp.(Botani, Metabolit Sekunder dan Pamanfaatan).Jurnal Universitas Kristen Indonesia. vol 10, nomor 1. Hal 1-16

Syafitri, Igga. (2014). Identifikasi Struktur Anatomi Daun Tanaman Beringin (Ficus sp) serta Implementasinya Pada Pembelajaran IPA Biologi di SMP 1 Curup.Skripsi Universitas Bengkulu. Hal 10

Syifalia, L., & Amarullah, K.A. (2017). Pemurnian Senyawa Trigliserida Dari Minyak Nyamplung (Calophyllum inophyllum) Dengan Proses Continous Contercurrent Extraction. Sripsi-TK141581. Departemen Teknik Kimia. Fakultas Teknologi Industri. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya. Hal 4

Tjitrosoepomo, G. (2013). Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Cetakan kesebelas. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press. Hal 90-381

Tutul, Ershad., Uddin, M.,&Rahman, M. (2010). Angiospermic Flora of Runctia Sal Forest, Banglades, II. Magnoliopsida (Dicots).Bagladesh Journal of Plant Taxonomy. Hal 83

Wardhani, F & Poedjirahajoe, E. (2020). Potensi Pemanfaatan Ipomea pescaprae (L.) R. Br. di Hutan Pantai Petanahan Kebumen. Jurnal Ilmu Kehutanan 14. Hal 145-153

Downloads

Published

2022-01-25