POTENSI DAN MODEL PENGEMBANGAN SPESIES TUMBUHAN DI HUTAN LINDUNG SARAMBU’ ALLA KABUPATEN LUWU UTARA
DOI:
https://doi.org/10.55285/bonita.v1i1.208Keywords:
Hutan Lindung Sarambu’ Alla, Identifikasi Tumbuhan, Keanekaragaman Jenis, Pengembangan SpesiesAbstract
Hutan Lindung Sarambu Alla merupakan kawasan hutan negara yang terletak di Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara. Dalam rangka mendukung tujuan dan fungsi kawasan sebagaimana tersebut di atas, maka dibutuhkan berbagai informasi dasar terkait dengan potensi yang terkandung di kawasan tersebut. Salah satu informasi yang terpenting adalah informasi mengenai potensi dan keanekaragaman spesies tumbuhan. Penelitian ini akan sangat berguna bagi upaya pengelolaan dan pengembangan Keanakeragaman Hayati dan Ekosistem dalam rangka melestarikan keanekaragaman sumberdaya plasmanutfah tumbuhan lokal, endemik, dan langka khususnya yang berasal dari wilayah Luwu Utara atau endemik Pulau Sulawesi secara umum, serta pengembangan potensi obyek daya tarik wisata alam yang terkandung di dalamnya untuk pemanfaatan wisata alam atau ekowisata. Kegiatan ini diselenggarakan melalui explorasi spesies tumbuhan akan dilakukan secara purpossive dengan menggunakan sistem plot tunggal berukuran 20 m x 20 m.  Berdasarkan hasil analisis vegetasi di Kawasan Hutan Lindung Sarambu Alla menunjukkan bahwa terdapat 64 spesies yang ditemukan pada 25 plot pengamatan. Terdapat 32 spesies dengan habitus pohon memiliki potensi sebagai kayu komersial, bahan bangunan rumah, dan buahnya dapat dikonsumsi serta tumbuhan obat. Spesies tersebut bisa dijadikan model pengembangan baik ditanam pada lahan milik masyarakat, ruang terbuka hijau dan pada lahan atau kawasan hutan yang telah rusak atau terganggu.References
Ahmad, A., Saleh, M. B., & Rusolono, T. (2016). Model Spasial Deforestasi di KPHP Poigar, Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 5(2), 159-169.
Badan Pusat Statistik (BPS), 2017. Kabupaten Luwu Utara dalam Angka 2017. Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Utara. Dapat diakses online (http://portal.luwuutarakab.go.id/content/uploads/images/dokumen/lutra-dalam-angka/Kabupaten-Luwu-Utara-Dalam-Angka-2017.pdf). Diakses 20 Desember 2017.
Indriyanto, 2006. Ekologi Hutan. PT. Bumi Aksara, Jakarta.
Lemmens, R.H.M.J., P.C.M. Jansen, J.S. Siemosma and F.M. Stavast (eds.). 1989. Basic List of Species and Commodity Grouping Version. Wageningen: Plant Resources of South-East Asia (PROSEA)
Mogea, J.P., Gandawijaya, H. Wiriadinata, R.E. Nasution, dan Irawati. 2001. Tumbuhan Langka Indonesia Vol.1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi-LIPI. Balai Penelitian Botani, Herbarium Bogoriense.
Sofiah, D. 2007. Keragaman Jenis Anakan Tingkat Semai dan Pancang di Hutan Alam. Karya Tulis, USU Repository. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
Uji, T., 2005. Keanekragaman dan Potensi Flora di Suaka Margasatwa Buton Utara Sulawesi Tenggara. Biodiversitas. Vol. 6 No. 3: Hal. 205-211. LIPI Bogor.
Tommo. 2007. Keanekaragaman Hayati. (http://myjourneys-tommo.blogspot.com/2007/ 12/keanekaragaman-hayati.html.). Diakses 07 Agustus 2017.
Turner BL, Lambin EF, Reenberg A. 2007. The emergence of land change science for global environmental change and sustainability. Proceedings of the National Academy of Sciences. 104(52):20666–20671.
Wahyuningsih, M.S.H., S. Wahyuono, D. Santosa, J. Setiadi, Soekotjo, S.M. Widiastuti, R. Rakhmawati, dan D.S.C. Wahyuni. 2008. Eksplorasi Tumbuhan dari Hutan Kalimantan Tengah Sebagai Sumber Senyawa Bioaktif. Biodiversitas Volume 9 No. 3 (hal. 169 – 172). Dapat diakses online (http://biodiversitas.mipa.uns.ac.id/D/ D0903/D090303.pdf). Diakses 07 Agustus 2017.
Whitten, J. A., M. Muslimin and G. S. Henderson. 1999. Ekologi Sulawesi (Terjemahan). Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.












