KETAHANAN MATERIAL BAJA SELIMUT FIBERGLASS PADA KONSTRUKSI BANGUNAN PANTAI

Rakhmawati Natsir, Budiawan Sulaeman

Abstract


Besi yang mengalami korosi membentuk karat Fe2O3 x H2O. Korosi atau proses pengaratan merupakan proses elektron kimia. Pada proses pengaratan, besi (Fe) bertindak sebagai pereduksi dan oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai pengoksidasi. Persamaan reaksi pembentukan karat sebagai berikut; Anode: Fe(s) → Fe2+(aq) ) 2e dan Katode: O2(g) + 4H+(aq) + 4e- → 2H2O(l). Karat yang terbentuk pada logam akan mempercepat proses pengaratan berikutnya. Fiberglass disamping sifatnya yang ringan, kuat dan memadat setelah diproses kimiawi dengan bahan dasar resin dan katalis, sifatnya yang mengikat dapat mengikat bahan lain dengan kuat. Pada pengujian regangan terjadi perubahan yang signifikan hal ini dipengaruhi, adanya material baru yang masuk kedalam bahan uji sehingga regangan material tersebut regangannya berubah dari waktu kewaktu. Pada pengujian Modulus Elastis terjadi perubahan yang signifikan (bertambah besar niali rata – ratanya) berarti bahan uji semakin sulit untuk direntangkan dalam artian membutuhkan gaya yang lebih besar. Hal ini di pengaruhi karena fiberglass mengikat material dengan kuat sehingga material bertambah sulit untuk direntangkan. Dari hasil uji diatas dapat dilihat dalam perendaman selama satu bulan uji tarik uji tarik meningkat dan masuk pada bulan kedua dan ketiga pengujian kuat tarik menurun, diakibatkan terjadinya korosi pada material.

Keywords


baja selimut fiberglass; korosi

Full Text:

PDF

References


D.L. Sanggarang. (2004). Membuat Kerajinan Berbahan Fiberglass. Jakarta: Kawan Pustaka :

G. Takeshi Sato dan N. Sugiarto H. (1983). Menggambar Menurut Standar I. S. O. Jakarta: Pradnya Pratama

Gupta, V.B. and V.K. Kothari . (1997). Manufactured Fibre Technology. London: Chapman and Hall.

Kyung-Jun Chu.(1998). Eur. Polym. J. Vol. 34, No. 3/4, pp. 577-580

Loewenstein, K.L. (1973). The Manufacturing Technology of Continuous Glass Fibers. New York: Elsevier Scientific.

Lubin, George.1975. Handbook of Fiberglass and Advanced Plastic Composites. Huntingdon NY: Robert E. Krieger..

Mohr, J. G. and W. P. Rowe.(1978). Fiberglass. Atlanta: Van Nostrand Reindhold.

Novizal. (2012). Pelapisan Ni-Co Pada Baja ST 37 menggunakan metode elektroplating dengan perlakuan panas, ISSN : 2089 – 3582 Vol 3, No. 1

R. Kleinschmidt et al. (2000). Journal of Molecular Catalysis A: Chemical, 157, 83–90

Simatupang, E.R. (2008). Korosi “Perusak yang Terabaikan”, Teknik Mesin. Universitas Bung Hatta

SNI No. 07 – 0410 – 1989 Uji Tekan Baja. Dewan Standarisasi Indonesia

SNI No. 07– 2529 – 1991 Uji Tarik Baja. Dewan Standarisasi Indonesia

SNI No. 07 – 0552 – 1989 Uji Puntir Baja. Dewan Standarisasi Indonesia

Song et al. (2004). Macromol. Symp. 213, 173-185

Sugiyono. (2008) Metode penelitian Administrasi . Bandung: Alpabeta.

Tata Surdia (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: Pradnya Paramita.

Volf, Milos B.(1990).Technical Approach to Glass. New York: Elsevier.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Faculty of Engineering

Andi Djemma University

Address: Jalan Tandipau No.5 Palopo, South Sulawesi

Email: penateknik@unanda.ac.id

p-ISSN : 2502-8952