Analisa Deformasi pada Campuran Aspal Beton Menggunakan Derbo dan Wetfix
PDF

Keywords

Deformasi
Derbo
Wetfix

Abstract

Padadasarnya jalan akan mengalami penurunan fungsi strukturalnya sesuai dengan bertambahnya umur. Jalan Raya saat ini mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif sangat pendek (keruskan dini) baik jalan yang baru dibangun maupun jalan yang baru diperbaiki. (Fadhilah,2012). Banyak hal yang menyebabkan kerusakan pada konstruksi jalan, anatara lain akibat pengaruh beban lalu lintas kendaraan yang berlebihan (over loading), temperatur, air (genangan), dan konstruksi perkerasan yang kurang memenuhi persyaratan teknis. Faktor lain seperti perencanaan, pengawasan, pelaksanaan dan lingkungan juga memberikan konstribusi pada kerusakan jalan.Deformasi pada perkerasan jalan lentur, yang biasa disebut (rutting dan geser), Alur biasanya terdiri dari lendutan memanjang yang terjadi pada jalur roda kendaraan, merupakan akumulasi dalam jumlah kecil terjadi deformasi disebabkan oleh adanya peningkatan beban. Kerusakan bisa berkembang lebih parah karena permukaan jalan tidak kedap air lagi sehingga air bisa melemahkan ikatan antara batuan dan aspalBahan tambah Derbo dan Wetfix dapat memperhambat laju deformasi pada campurn aspal beton.


Basically, the road will experience a decrease in its structural function in accordance with increasing age. Roads are currently experiencing damage in a relatively very short time (early roll out) both newly built roads and newly repaired roads. (Fadhilah, 2012). Many things cause damage to road construction, among others due to the influence of excessive vehicle traffic loads (over loading), temperature, water (inundation), and pavement construction that does not meet technical requirements. Other factors such as planning, supervision, implementation, and the environment also contribute to road damage. Information on flexible pavement, commonly referred to as (rutting and sliding), Grooves usually consist of longitudinal deflections that occur in the lanes of vehicle wheels, constituting small amounts of accumulation deformation occurs due to an increase in load. Damage can develop more severely because the road surface is not waterproof anymore so water can weaken the bond between rocks and asphalt Derbo and Wetfix added materials can slow down the rate of deformation in the concrete asphalt mix

PDF

References

Afrianti, dkk; 2013, dengan menggunakan anti stripping Wetfix dan Derbo

dan Morlife dari kadar aspal didapatkan bahwa nilai stabilitas Marshall sisa Wetfix lebih tinggi dibandingkan Derbo dan Morlife.

Aminsyah,M studi Eksperimental penambahan zat aditif anti stripping agent pada

Kinerja campuran aspal beton (AC-WC).

Direktorat jendral Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Spesifikasi Umun 2010 Revisi 3

Haruna, 2014 “ Pengaruh pemakaian zat aditif anti strippingagent Derbo -

terhadap karakteristik campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC). Universitas Negri Gorontalo.

Kurnia dkk; 2014, hasil penelitian menggunakan anti pengelupasan Wetfix pada campuran asphalt concrete Binder Coarse (ACBC).

NAA Nurhakiki, melakukan penelitian pengaruh penggunaan anti stripping agent Derbo pada campuran (AC-WC), Terhadap nilai karakteristik Marshall Test Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Sawaluddin, Eti sulandri, Slamet widodo. Penggunaan bahan aditiv anti stripping Agent terhadap keawetan campuran laston. Fakltas Teknik UNTAN.

Spesifikasi umum pada devisi 6 pasal 6.3.2.7 Direktorat Jendral Bina Marga bahwa “Aditif kelekatan atau anti pengelupasan harus ditambahkan ke dalam bahan aspal.

Theresia marisa simatupang, perbandingan kinerja anti stripping agent Wetfix dan Derbo (AC-WC) yang menggunakan agregat dari patumbak. Fakultas Teknik Universitas Sumatra Utara.

Tunnicliff, dkk 1984, menyebutkan anti stripping agent cair adalah senyawa kimia yang mengandung aman

Authors who publish in PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Teknik agree to the following terms:

  • Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
  • Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
  • Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.