Abstrak
Transportasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat manusia selama hal itu dibutuhkan dalam pendistribusian bahan, pergerakan aktifitas manusia maupun barang sebagai komponen mikro suatu perekonomian. Angkutan merupakan elemen penting dalam perekonomian karena berkaitan dengan distribusi barang, jasa, dan tenaga kerja, serta merupakan inti dari pergerakan ekonomi di kota, berbagai bentuk moda angkutan umum dengan karakteristik dan tingkat pelayanan yang diberikan mewarnai perkembangan sistem angkutan umum kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operasional angkutan umum saat melayani para penumpangnya dengan pelayanan standar yang telah ditentukan. Dalam survei ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi Pemerintah khususnya yang mengelola angkutan umum kota Pare-Pare,. Ketersediaan jumlah armada trayek Lakessi - Lumpue lebih besar dari kebutuhan pergerakan penumpang, yang dapat ditunjukkan dari waktu antara (headway) dan lama perjalanan (waktu sirkulasi), untuk Trayek Lakessi-Lumpue ini adalah sebesar 20,45 menit, lama perjalanan dari Lakessi menuju Lumpue dan kembali ke Lakessi memerlukan waktu 108,30 menit atau 1:48 jam. Jadi Standar Kinerja Operasional Angkutan Umum kota Pare – Pare dapat dikatakan bahwa Angkutan Umum tersebut masih memenuhi standar.
Transportation can’t be separated from human life as long as it is needed in the distribution of materials, movement of human activities and goods as micro components of an economy. Transportation is an important element in the economy because it relates to the distribution of goods, services, and labor, and is the core of the economic movements in the city, various forms of public transport mode with the characteristics and level of service Given the development of the city's public transport system. This research aims to analyse the operational performance of public transport when serving its passengers with predefined service standards. In this survey,it is expected to benefit the Government, especially those who manage the public transportation of Pare-Pare city. The availability of a fleet of Lakessi-Lumpue routes is greater than the need for passenger movements, which can be demonstrated from the headway and length of travel (circulation time), for the Lakessi-Lumpue route is 20.45 minutes long, The journey from Lakessi to Lumpue and back to Lakessi takes 108.30 minutes or 1:48 hours. So, the public transport operational Performance standard of Pare-Pare can be said that the public transport still meets the standards.
Referensi
Departemen Perhubungan, 2001, Panduan Pengumpulan Data Angkutan Umum Perkotaan, Penerbit Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Kota, Jakarta
Ekawati Happy Hanifah. (2008), Studi Evaluasi Terminal Kota Pacitan. Pacitan.
Fisu AA. (2018). Analisis Kebutuhan Fasilitas Sisi Laut Pelabuhan terminal Khusus PLTGU Lombok. PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Teknik Vol 3 No 2, 197 – 206.
Fisu AA. (2019). Tinjauan Kecelakaan lalu Lintas Antar Wilayah Pada Jalan Trans Provinsi Sulawesi Selatan. PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Teknik Vol 4 No 1, 53 - 65.
Humang Windra Priatna & Zulfadly. (2016). Analisis Keterpaduan Moda Transportasi Angkutan Penyeberangan dangan Jalan Raya di pelabuhan Bajoe Kab. Bone. PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Teknik Vol 1 No 1, 27 – 38.
Natsir, Rakhmawati (2016). Karakteristik kinerja Moda Angkutan Umum Kota Palopo (Studi Kasus Penumpang Bus Executive, Suspensi Udara, Scania – PO Bintang Prima. PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Teknik Vol 1 No 2, 155 - 162.
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 1995 Tentang Transportasi Jalan. Jakarta : Kementerian Perhubungan RI.
Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor : SK.687 / AJ.206 /DRDJ /2002. Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum Di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur. Jakarta ; Departemen perhubungan RI.
Sukmadinata, (2006), Metode Penelitian Deskriptif, Bandung.
Undang – undang Republik Indonesia No.14 tahun 1992 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Jakarta.
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009, Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, Pemerintah Republik Indonesia
Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 98 tahun 2013, Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek, Menteri Perhubungan Republik Indonesia.
Warpani, Suwardjoko P., (2002), Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bandung: ITB.
World Bank. 1987. Bus Service : Reducing Cost and Raising Standarts. Washington DC : World Bank Technical Paper No.68
Authors who publish in PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Teknik agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
