PENGARUH PENGGUNAAN BIBIT RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii HASIL KULTUR JARINGAN BERDASARKAN UMUR PANEN BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN KARAGENAN

Authors

  • Shara Shara Universitas Andi Djemma
  • Henny Tribuana Cinnawara Universitas Andi Djemma
  • Harfika Sari Baso Universitas Andi Djemma
  • Andi Mi'rajusysyakur Muchlis Universitas Andi Djemma

DOI:

https://doi.org/10.55113/fwj.v4i1.1901

Keywords:

Eucheuma cottonii, karaginan, kultur jaringan, laju pertumbuhan

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas bibit rumput laut Eucheuma cottonii melalui kultur jaringan. Kandungan dan kualitas karagenan dipengaruhi oleh kualitas bibit, waktu panen akhir rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan bibit rumput laut (Eucheuma cottonii) hasil kultur jaringan berdasarkan umur panen berbeda terhadap kandungan karaginan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Muladimeng Kec.Ponrang, Kab.Luwu dari bulan September sampai Oktober 2022. Perubahan yang diamati menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan analisis ragam (ANOVA) untuk mengetahui umur panen berbeda terhadap  laju pertumbuhan. Adapun desain pengukuran dalam penelitian ini yaitu: tiga perlakuan dan tiga ulangan. Pengukuran parameter variabel pendukung berupa salinitas, kecerahan air, suhu  yang dilakukan langsung di lokasi penelitian. Hasil analisis ragam (ANOVA) memperlihatkan bahwa umur panen berbeda berpengaruh nyata (F.hit>F.tabel) pada taraf 0,05 terhadap laju pertumbuhan Eucheuma cottonii hasil kultur jaringan (lampiran 2). Laju pertumbuhan tertinggi yaitu perlakuan C umur panen 45 hari dengan uji lanjut BNT menunjukan bahwa prlakuan yang memberikan perbedaan terjadi pada perlakuan C dengan nilai12,04. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukan kandungan karaginan rumput laut tidak berpengaruh nyata dimana karaginan rumput laut hasil kultur jaringan yaitu 14,44 g sedangkan karaginan rumput laut lokal yaitu 10,02 g.

References

Abdul Hamid. 2009. Pengaruh Berat Bibit Awal dengan Metode Apung Floating method Terhadap Presentase Pertumbuhan Harian Rumput Laut Eucheuma Cottonii. Malang

Agustina, 2001. Penanaman dan Pemeliharaan Rumput Laut (Eucheuma cottonii) di Desa Nusi Kecamatan Padaido Kabupaten Biak-NUMFOR, IRIAN JAYA (Skipsi).

Andi Alamsyah., Dkk., 2020. Pengaruh Umur Panen Terhadap Produksi Rumput Laut Eucheuma cottonii di Kabupaten Takalar Saat Musim Timur. Universitas Negeri Makassar

Anggadiredja, J.T., Zatnika, A., Purwoto, H. dan Istini, S. (2006). Rumput Laut. Penebar Swadaya. Jakarta.

Aslan, L. 1998. Budi Daya Rumput Laut. Yogyakarta: Kanisius.

Aslan, M. 2006. Budidaya Rumput Laut. Kanisius. Yogyakarta.

Budidaya KKP. 2016. https://twitter.com/kkpgoid/status/794102775173025792 Diunduh pada hari senin 1 Agustus 2022 pukul 23:50.

Burase H, Robert, Rompas, Edwin, Ngangi. 2013. Kesesuain Areal Budidaya Rumput Laut Berdasarkan kapasitas Perairan Desa Arakan Kabupaten Minahasa Selatan. Budidaya Perairan. 1 (1): 27-35.

Dahuri, R., 2003. Keanekaragaman Hayati Laut. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Dawes, C.J., Lluis, A.O. Trono, G.C., 1994. Laboratory and Field growth studies of commercial stains of Eucheuma denticulatus and Kappaphycus alvarezii in the Philippines. Applied Phycology.

Dian Putri. 2019. Teknik Budidaya Rumput Laut dengan Metode Long Line. https://ilmubudidaya.com/teknik-budidaya-rumput-laut-dengan-metode-long-line. Diunduh pada Hari Selasa Tanggal 2 Agustus Pukul 17:30.

Ding L., Y. Ma, B. Huang, S. 2013. Effects of seawater salinity and temperature on growth and pigment contents in Hypnea cervicornis. J. Agardh (Gigartinales, Rhodophyta). (Lin H, Ed). Hindawi Publishing Corporation. J BioMed Research International 2013:10.

DKP. (2006). Petunjuk Teknis Budidaya Laut Rumput Laut Eucheuma spp. Direktorat Produksi. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Jakarta: Departemen Kelautan dan Perikanan.

Ega, L., Lopulalan, C. G. ., & Meiyasa, F. (2016). Kajian mutu karaginan rumput laut Eucheuma cottonii berdasarkan sifat fisiko-kimia pada tingkat konsentrasi kalium hidroksida (KOH) yang berbeda. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(38–44).

Erjana, S., V. Dotulong dan R. Montolalu. 2007. Mutu Karagenan dan Kekuatan gel rumput laut merah Kappaphycus alvarezii. Jumal Media Teknologi Hasil Perikanan. Vol 5 No. 2

Ferdiansyah, R., Yohana, A., & Abdassah, M. (2017). Karakteristik Kappa Karagenan dari Eucheuma Cottonii asal Perairan Kepulauan Natuna dan Aplikasinya sebagai Matrik Tablet Apung. Jurnal Sains Dan Teknologi Farmasi Indonesia.

Gomez, K., Gomez, A. 2010. Prosedur Statistik untuk Penelitian. Edisi Ke-2. 698 hal.

Hayashi, L., E.J. de Paula, & F. Chow. 2007. Growth rate and carragenan analyses, in four strains of Kappaphycus alvarezii (Rhodophyta, Gigatinales) farmed in the Subtropical Waters of Sao Paulo State, Brazil. Journal of Applied Phycology Vol.19(5): 393-399.

Heddy, S., 2001. Ekofisiologi Tumbuhan : Suatu Kajian Kuantitatif Pertumbuhan Tanaman. PT. Raja Grafika, Yogyakarta.

Hurtado A.O., Richter P. and Roxas M.J., 2008. A review on the seaweed research development program in the Bimp-Eaga region. Proceeding of the 1 Indonesia Seaweed Forum. Makassar Indonesia.

Iksan, K.H.I. 2005. Kajian Pertumbuhan, Produksi Rumput Laut (Eucheuma cottonii ) dan Kandungan Karaginan pada Berbagai Bobot Bibit dan Asal Thallus Di Perairan Desa Gruaping Oba Maluku Utara. Tesis Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor.

Lewerissa, S. (2005). Pengaruh Umur Panen Eucheuma cottonii dan Karasteristik karagenan. Thesis Program Pasca Sarjana, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Indriani, H dan Sumiarsih, E. 1997. Budidaya, Pengelolahan dan Pemasaran rumput laut.

Indriani, H. dan Suminarsih, E. (2003). Budidaya, Pengolahan, Dan Pemasaran Rumput Laut. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kamlasi, Y. 2008. Kajian Ekologis dan Biologi Untuk Pengembangan budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) Di Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tesis (Tidak dipublikasikan). Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Novalina, S., Irawati M.R. (2010). Pertumbuhan dan Produksi Rumput Laut Eucheuma cottonii Pada Kedalaman yang berbeda.

Nursyahran dan Reskiati. (2013). Peningkatan Laju Pertumbuhan Thallus Rumput Laut (Kappapichus Alvarezii) yang di Rendam Air Beras Dengan Konsentrasi Yang Berbeda. Jurnal Balik Diwa. Volume 4.

Majid, A. 2018. Pertumbuhan rumput Laut Eucheuma cottonii pada kedalaman air laut yang berbeda di teluk ekas kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.[Skripsi]. Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram.

Marseno, D.W., S.M. Maria, dan Haryadi. 2010. Pengaruh umur panen rumput laut Eucheuma cottonii terhadap sifat fisik, kimia dan fungsional karagenan. AGRITECH Vol.30 (4): 212-217.

Mheela Nisty. 2021. Panduan Budidaya Perikanan Metode Rakit Apung. https://mediatani.co/bisnis-budidaya-rumput-laut-masih-menjanjikan-yuk-simak-cara-budidayanya/metode-rakit-apung. Diunduh pada Hari Selasa Tanggal 2 Agustus Pukul 17:30.

Minapoli. 2021. Cara Memilih Bibit Rumput Laut Yang Berkualitas Baik. https://www.minapoli.com/info/cara-memilih-bibit-rumput-laut-berkualitas-baik. Diunduh pada hari minggu 26 juni 2022 pukul 23:00 Wita.

Mubarak (1998). Kemungkinan Budidaya Rumput Laut Di Kepulauan Aru Maluku. Simposium Modernisasi Perikanan Rakyat, Lembaga Penelitian Perikanan Laut Litbang Pertanian. Jakarta.

Mulyaningrum SRH, Nursyam H, Risjani Y, Parenrengi A. 2012. Regenerasi Filamen Kallus Rumpu Laut Kappaphycus alvarezii dengan Formulasi Zat Pengatur Tubuh yang Berbeda. Jurnal Penelitian Perairan. 1(1).

Nunik C, Nanda D, Dewi NS, Alis M. 2020. Pertumbuhan rumput laut lokal dan rumput laut hasil kultur jaringan kappaphycus alvarezii. Program Doktor Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram, Jl. Pendidikan No. 37 Mataram

Puja Y., Sudjiharno, T.W Aditya. 2001. Teknologi Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii), Pemilihan Lokasi. Balai Budidaya Laut Lampung. P 13 – 18.

Pusat Data, Statistik dan Informasi Sekeretariat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan [KKP]. (2013). Profil Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten untuk Mendukung Industrialisasi KP. Pusat Data, Satatistik dan Informasi. 252 hlm.

Soebjakto S. 2013. Rumput Laut Kultur Jaringan Dorong Produksi Rumput Laut Nasional.

Suryaningrum, T.D., S.T. Sukarto dan S. Putro. 1991. Kajian Sifat-Sifat Mutu Komoditi Rumput Laut Budidaya Jenis Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum. Jurnal Penelitian Pasca Panen Perikanan 68: 13-24.

Surya, A.D., Y. Muammar dan N Khairun. 2021. Karakteristik dan Kualitas Mutu Karagenan Rumput Laut di Indonesia. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Banda Aceh, Indonesia

Sunarto, G. 1985. Budidaya Laut dan Kemungkinan Pengembangannya. Nusa Tenggara Barat.

Samala Mahadi. 2020. 7 Cara Budidaya Rumput Laut untuk Pemula. https://www.99.co/blog/indonesia/cara-budidaya-rumput-laut/ Diunduh pada Hari Selasa Tanggal 2 Agustus 2022 pukul 17:05.

Supit. D.S. 1989. Karakteristik Pertumbuhan dan Kandungan Rumput Laut

Eucheuma cotonii (Doty) yang Berwarna Abu-abu, Coklat dan Hijau yang Ditanam di Coba Lambangan Pasir Pulau Pari. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 15-18.

Supriyantini, E., G.W. Santoso dan A. Darmawan. 2017. Kualitas Ekstrak Karaginan dari rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil budidaya di perairan pantai Kartini dan pulau Kemojan dan Karimunjawa Kabupaten Jepara. Buletin Oseanografi Marina Vol 6No 2. 88-93.

Sutrian, Y. 2004. Pengantar Anatomi , Tumbuh-Tumbuhan (Tentang Sel dan Jaringan). Rineka Cipta. Jakarta.

Wijayanto, T., Hendri, M., & Aryawati, R. (2011). Studi pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii dengan berbagai metode.

Winarno, F., G., 1996. Teknologi Pengolahan Rumput Laut, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

Published

2023-02-28