KEANEKARAGAMAN JENIS JAMUR MAKROSKOPIS DI HUTAN HALAWILA DESA KAKAHA KABUPATEN SUMBA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.55285/bonita.v3i2.1027Abstract
Penelitian ini bertujuan guna mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis yang terdapat di hutan Halawila desa Kakaha kabupaten Sumba Timur yang di manfaatkan dari hasil penelitian sebagai sumber belajar dalam bentuk buku saku yang di gunakan oleh siswa dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah transek kuadrat dan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini purposive sampling dan dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel jamur makroskopis yang ditemukan di hitung menggunakan teknik transek kuadrat dengan ukuran setiap plot 20x20 meter, dengan garis transek yang dibentangkan sejauh 200 meter pada setiap stasiun pengambilan sampel. Penelitian terbagi atas tiga stasiun, setiap stasiun dibagi menjadi 5 plot. Jarak antara setiap plot adalah 25 meter. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 10 jenis jamur makroskopis yang terdiri dari 3 ordo dan 3 family. Jenis-jenis jamur tersebut yaitu, Daedaleopsis confragosa, Hexagonia tenius, Microporus affinis, Pycnoporus cinnabarius, Lentinus tigrinus, Genoderma appalatum, Picipes badius, Fomes fomentarius, Herecium erinaceus Auricularia auricula-judae. Indeks keenekaragaman jamur makroskopis di hutan Halawila desa Kakaha kabupaten Summba Timur tergolong sedang dengan nilai indeks H’ = 1,633.
References
Annissa, I., Ekamawanti, H. A., & Wahdina. (2017). Keanekaragaman Jenis Jamur Makroskopis di Arboretum Sylva Universitas Tanjungpura. Jurnal Hutan Lestari, 5(4), 969-977.
Arif, A., Muin, M., Kuswinanti, T., Harviani, V. (2007:50). Isolasi dan Identifikasi Jamur Kayu dari Hutan Pendidikan dan Latihan Tabo-Tabo Kecamatan Bungoru Kabupaten Pangkep, Jurnal Perenthial, 3,(2), 49-54.
Gandjar, I., Sjamsuridzal, W., Oetari, A. (2006). Mikologi Dasar dan Terapan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Hasanuddin. (2014:39). Jenis jamur kayu makroskopis sebagai media pembelajaran. Jurnal biotik, 2(1), 38-52.
Iswanto, A. H. (2009). Identifikasi Jamur Perusak Kayu.Universitas Sumatera Utara. Retrieved from http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle.
Kasim, Z. S,. & Hamid, H. (2015). Analisis Vegetasi Dan Visualisasi Struktur Vegetasi Hutan Kota Baruga, Kota Kendari. Jurnal hutan tropis, 3(2), 99-109.
Kunca, V., Ciliak, M. (2016: 1). Habitat preferences of Hericium erinaceus in Slovakia. Fungal Ecologi, Retrived http://dx.doi.org/10.1016/j.funeco.2016.12.002
Molina, R., Pilz, D., Smith, J., Dunham, S., Dreibach, T., O’Dell, T., Castellano, M. (2001: 45). Conservation And Management Of Forest Fungi In The Pacific Northwestern United States: An Integrated Ecosystem Approach. Jurnal Reasearch Gate, Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/230788142.
Nuhamara, S.T Solle, H., & Klau, F. (2017:105). Keanenkaragaman Jamur di Cagar Alam Gunung Mutis Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Biota. 2(3), 105-110.
Putir, P. E., Tunduh, Y., & Firdara, E. K. (2019). Biodiversitas dan Identifikasi Jamur Basidiomycetes di Taman Nasional Sebangau, Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Jurnal jejaring Matematika dan Sains. 1 (1), 39-43.
Rahma, K., Mahdi, N., & Hidayat, M. (2018:157). Karakteristik jamur makroskops di perkebunan kelapa sawit kecamatan Meureubo Aceh Barat. Prosiding seminar nasional biotik 2018, ISBN: 978-602-60401-9-0, 157-164.
Stadler, R., Wittstein, K., Hyde, K, D., Rapior, S., Thongbai, B. (2015:4). Hericium Erinaceus, An Amazing Medicinal Mushroom. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/281146648.
Ulya, A,N., Leksono, S, M., Khastini, R, 0. (2017: 15). Biodiversitas dan Potensi Jamur Basidomycota Di Kawasan Kasepuhan Cisungsang, Kabupaten Lebak, Banten. Juonar Of Biology. 10(1), 2017, 9-16.
Waretno, L. (2017) inventarisasi jamur makroskopis di PT perkebunan nusantara III perkebunan karet sarang giting Dolok Masihul. (Skripsi). Fakultas Biologi Universitas Medan Area, Medan.












