EFEKTIVITAS PEMBUATAN GULA SEMUT MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DAN MODERN

Penulis

  • Daud Irundu Fakultas Pertanian Kehutanan UNSULBAR
  • Miftaqul Khoiriyah Fakultas Pertanian Kehutanan UNSULBAR
  • Ritabulan Ritabulan Fakultas Pertanian Kehutanan UNSULBAR

DOI:

https://doi.org/10.55285/bonita.v4i1.1212

Kata Kunci:

Effectiveness, Palm sugar, Water content, Yield, Production time

Abstrak

The main raw material in the produce of palm sugar comes from boiling sap water which is taken from flower bunches from the extraction process and collected through the tapping process. In this industry, processing can be done in two ways, namely conventionally and modernly (using machines), the stages that are passed through these two methods are almost the same, the only difference being the tools used. This study aims to determine the palm sugar How to produce using conventional methods and modern, and find out how much effectiveness of making palm sugar with conventional and modern methods . This is a research descriptive quantitative . The results of the research show that the process of making palm sugar consists on four processes that cooking the sap of palm , crystallization , sifting and drying. the different process on the cooking sap and drying palm sugar. Indicators of the effectiveness of making palm sugar in each method are measured from the yield value , water content and production time. Percentage yield the highest generated from production is conventional amounted to 14,51 %. Value levels of water palm sugar that meet the standard ISO generated from production in modern amounted to 2,72 %. Time production by using the methods of modern is more concise than using methods konvensinal with a difference is 130 minutes.

Referensi

BPS Sulawesi Barat. (2019). Kecamatan Binuang Dalam Angka tahun 2019. BPS Provinsi Sulawesi Barat.

Fahrizal., Jasman., dan Nggandung, Y. (2019). Kajian Alat Dan Mesin Dalam Perencanaan Industri Gula Semut Lontar Skala Rumah Tangga Di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Nusa Cendana. Kupang.

Fatriani., Aryati, H., dan Yuniarti. (2019). Karakteristik Gula Semut Dari Pengaron Sebagai Pemanis Pangan Alternatif. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarmasin.

Febrianto, E. (2011). Studi kelayakan pendirian unit pengolahan gula semut dengan pengolahan sistem reprosesing pada skala industri menengah. Proceeding Lokakarya nasional Pemberdayaan Potensi Keluarga Tani untuk Pengentasan Kemiskinan, 6-7 Juli 2011, Hal.1-6.

Irundu, D. and Makmur, M., 2020. PKM Bagi KTH Buttu Puang Di Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2):144-152

Maghfirah, I., Santoso, H., dan Syauqi, A. (2019). Uji Rendemen Nira dan Gula Semut Aren (Arenga pinnata Merr.) Hasil Penyadapan Pagi dan Sore Hari. e-Jurnal Ilmiah Sains Alami (Known Nature). 2(1):8-15.

Martunis. (2012). Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Kuantitas dan Kualitas Pati Kentang Varietas Granola. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia. 4(3):26-30.

Meldayanoor., Ilmannafian, A.G., dan Wulandari, F. (2019). Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Kualitas Produk Gula Semut dari Nira. Jurnal Teknologi Agro-industri. 6(1):1-8.

Mulyana, D., Sutiani, A., Hasibuan, N.I., dan Zainal, A. (2019). Peningkatan Kualitas Gula Semut Melalui Teknologi Dehydrating Berbahan Bakar Gas. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 25(4):206-209.

Nawansih, O., Suroso, E., dan Wibisono, A.R. (2017). Optimalisasi Bahan Baku dan Kapasitas Kerja Alat Granulator pada Proses Pembuatan Gula Semut Aren. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian. Politeknik Negeri Lampung. Lampung.

Ningtyas. (2014). Analisis Komporatif Usaha Pembuatan Gula Merah dan Gula Semut Di Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Penelitian Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Surakarta.

Pardi, I.W., Yudiana, I.K., dan Miskawi. (2019). Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Gula Semut di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Aksiologiya. 3(1):84-93.

Riyadi, T.W.B., Atmoko, N.T., dan Tjahjono, T. (2017). Ipteks Bagi Masyarakat Kelompok Pengolah Gula Semut. Urecol Proceeding Universitas Ahmad Dahlan. Yogyakarta.

Sweken, P. (2018). Teknologi penglahan gula merah menjadi gula semut. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Denpasar.

Diterbitkan

2022-07-30

Terbitan

Bagian

Articles