PERENCANAAN INTERPRETASI WISATA DI RESORT MINASA TE’NE, TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG

Authors

  • Nardy Noerman Najib Departemen Kehutanan, Fakultas Kehutanan UNANDA

DOI:

https://doi.org/10.55285/bonita.v1i1.207

Keywords:

ekowisata, interpretasi, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Abstract

Kawasan Karst Maros-Pangkep merupakan kawasan karst terluas kedua di dunia setelah karst alam di China. Sebagian besar kawasan ini terdapat di dalam Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Dengan adanya potensi tersebut kawasan ini memiliki daya tarik yang potensial untuk dikunjungi. Salah satu objek yang menarik dikunjungi adalah barisan goa prasejarah di Desa Biraeng Kabupaten Pangkep. Namun pengunjung yang datang mengharapkan memperoleh pengetahuan yang mendalam setelah melakukan kegiatan wisata. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan interpretasi. Berdasarkan alasan tersebut maka penelitian bertujuan untuk menyusun rencana interpretasi alam di kawasan wisata Resort Minasa Te’ne Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Manfaat penelitian ini yakni dapat membantu pengelola dalam upaya mengembangkan wisata alam khususnya kegiatan interpretasi. Tema kegiatan interpretasi di kawasan ini adalah Wisata Alam dan Sejarah Minasa Te’ne. Lokasi kegiatan berada pada Resort Minasa Te’ne Kelurahan Biraeng dan Desa Panaikang Kecamatan Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep. Obyek interpretasi sumberdaya alam berupa kolam permandian alami yang airnya berasal dari dalam goa Leang Londong. Sedangkan objek interpretasi sejarah yang dapat ditemui antara lain Leang Bubbuka, Leang Caddia, Leang Lambuto, Leang Lompoa, Leang Kassi, Leang Kajuara dan Leang Pattenung. Terdapat tiga rencana yang mencakup perencanaan interpretasi yakni rencana satuan, rencana kegiatan, dan rencana penugasan.

References

Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. (2011).Identifikasi Potensi Jasa Lingkungan. Maros.

Carr, A. (2004). Mountain Places, Cultural Spaces: The Interpretation of Culturally Significant Landscapes. Journal of Sustainable Tourism 12(5), 432-459.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. (2012). Pangkep Unik dan Eksotik. Pangkajene.

Domroese, MC., EJ. Sterling. (1999). Interpreting Biodiversity: A Manual forEnvironmentalEducators in the Tropics. Center for Biodiversity and Conservation, American Museum of Natural History. New York, USA.

Ferry, H. (1998). Planning for Interpretation and Visitor Experience. WestVirginia.

Heriyaningtyas, E. (2009). Perencanaan interpretasi kawasan wisata alam lereng pegunungan muria Kabupaten Kudus Jawa Tengah. [Skripsi]. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

McArthur, S. (2005). Interpretation Plan for the Conservation and Adaptive re-use Of the North Head Quarantine Station. Mawland Construction Pty Ltd for .Australia.

Satyatama, T. (2008). Perencanaan beberapa jalur interpretasi alam di Taman Nasional Gunung Merbabu Jawa Tengah dengan menggunakan sistem informasi geografis. [Tesis]. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sharpe, GW. (1982). Interpreting the Environment (2nd edition). John Willey &Sons, Inc.

Tim FPS Karst Pangkep. (2013). Laporan Akhir Perencanaan Pengembangan Kawasan Karst Pangkep sebagai Daya Tarik Wisata Bumi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan. Manajemen Destinasi Wisata. Jurusan Kepariwisataan. Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung

Downloads

Published

2019-07-24

Issue

Section

Articles