NILAI SERAPAN KARBON HUTAN PINUS DI DESA PESSE KECAMATAN DONRI – DONRI KABUPATEN SOPPENG

Authors

  • Sultan Sultan Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Hasanuddin Hasanuddin Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Husnah Latifah Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Nur Awal Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.55285/bonita.v2i1.433

Keywords:

Cadangan karbon, serapan, biomassa

Abstract

Karbon adalah unsur kimia yang memiliki nomor atom 6 (C6) (Badan Standardisasi Nasional (ICS), 2011) . Tumbuhan akan mengurangi karbon dioksida di atmosfer (CO2) diserap melalui proses fotosintesis dan tumbuhan akan menyimpannya dalam jaringan tumbuhan. Sampai waktunya karbon tersebut tersikluskan kembali ke atmosfer, karbon tersebut akan menempati salah satu dari sejumlah kantong karbon. Semua komponen penyusun vegetasi baik pohon,semak, liana dan epifit merupakan bagian dari biomassa atas permukaan. Dibawah permukaan tanah, akar tumbuhan juga merupakan penyimpan karbon selain tanah itu sendiri. Pada tanah gambut, jumlah simpanan karbon mungkin lebih besar dibandingkan dengan simpanan karbon yang ada di atas permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk Menghitung besar nilai serapan karbon pada Hutan pinus (pohon, tiang, dan pancang ) di Desa Pesse Kecamatan Donri – donri Kabupaten Soppeng. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan mulai dari oktoberi sampai bulan desember 2019. Tahap persiapan yang dilakukan adalah Pemilihan lokasi penelitian yaitu di Desa Pesse Kecamatan Donri-donri Kabupaten Soppeng. Berdasarkan hasil penelitian pada hutan Pinus maka dapat disimpulkan bahwa Biomassa total 12.817,84 Ton, cadangan karbon 6.024,39 dan serapan karbon dioksida 639,14 Ton/tahun dengan luas lahan hutan produksi 19,48 di Desa Pesse Kecamatan Donri-donri Kabupaten Soppeng  dengan luas 5557,92 Ha.

Author Biography

  • Sultan Sultan, Universitas Muhammadiyah Makassar
    Kehutanan

References

Adinugroho WC, Syahbani I, Rengku MT, Arifin Z, Mukhaidil. 2006. Pendugaan karbon dalam rangka pemanfaatan fungsi hutan sebagai penyerap karbon. Samboja [ID]: Balai Penelitian Kehutanan Samboja.

Aminudin. 2008. Kajian potensi cadangan karbon pada pengusahaan hutan rakyat (studi kasus: hutan rakyat Dengok, kecamatan Playen, kabupaten Gunung Kidul) [tesis]. Sekolah Pascasarjana. Bogor [ID]: Institut Pertanian Bogor.

Dahlan, Jaya INS, Istomo. 2005. Estimasi Karbon Tegakan Acacia mangium Willd. Menggunakan Citra Landsat ETM+ dan SPOT-5: (Studi kasus di BKPH Parung Panjang KPH Bogor). Di dalam: â€Pemanfaatan Efektif Penginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa†Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya, 14 – 15 September 2005. hlm 108-117.

IGES, 2006. Clean Development Mechanism. Panduan MPB di Indonesia,Terjemahan oleh ICER Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup. Jepang. Tokyo.

Kitredge, 1994 dalam Hardjana, A. K. (2011). MEMBANGUN PERSAMAAN ALOMETRIK BIOMASSA TANAMAN Shorea Leprosula DI AREAL IUPHHK-HA PT. ITCIKU KALIMANTAN TIMUR. Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa, 5(1), 1-10.

MARIMPAN, L. S., & Purwanto, I. R. H. (2010). Inventore hutan alam jenis ampupu (Eucalyptus urophylla) dalam menghasilkan volume kayu batang, biomassa dan karbon hutan (Doctoral dissertation, [Yogyakarta]: Universitas Gadjah Mada).

Paembonan, S.A. (2012). Hutan Tanaman dan Serapan Karbon. Masagena Press. Makassar.

Samsoedin I, Dharmawan IW, Siregar CA. 2009. Potensi biomassa karbon pada hutan alam dan hutan bekas tebangan setelah 30 tahun di Hutan Penelitian Malinau, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Hutan. Vol. 6: (4-12). Bogor [ID]: Pusat Penelitian Hutan dan Konservasi Alam.

Downloads

Published

2020-07-16

Issue

Section

Articles