PERTIMBANGAN SOSIOLOGIS PENOLAKAN PORNOGRAFI DI INDONESIA

Main Article Content

Andi Takdir Djufri
Kurniati Kurniati
Zulhas’ari Mustafa

Abstract

Penelitian ini mengkaji resistensi masyarakat Indonesia terhadap pornografi dari perspektif sejarah sosial hukum Islam. Latar belakang isu ini berakar pada internalisasi nilai agama, akulturasi adat, dan interaksi dengan hukum negara, di mana pornografi dipandang sebagai ancaman terhadap moralitas publik dan identitas nasional. Tujuan penelitian adalah menganalisis akar historis norma sosial anti-pornografi berbasis hukum Islam, peran institusi dan gerakan sosial Islam dalam membentuk opini publik, serta faktor-faktor sosiologis yang melatarbelakangi resistensi tersebut. Metodologi yang digunakan berupa pendekatan kualitatif historis-sosiologis dengan analisis terhadap teks keagamaan, dokumen hukum, serta praktik sosial. Penelitian menemukan bahwa resistensi terhadap pornografi di Indonesia adalah hasil akumulasi panjang internalisasi nilai Islam melalui pesantren, fatwa MUI, advokasi ormas Islam, hingga legislasi UU Pornografi, sekaligus mencerminkan dialektika antara modernitas, budaya lokal, dan pertahanan identitas keislaman dalam masyarakat pasca kolonial

Article Details

Section

Articles

References

Afandi, N., Wiguna, A., Tajab, M., & Setiawan, W. (2022). Gratitude: Basic Character in Islamic Education. Istawa: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 234-252. https://doi.org/10.24269/ijpi.v7i2.5909

Ahmad Mansur Suryanegara. (2014). Api Sejarah Jilid Pertama. Bandung: CV. Tria Pratama.

Achmad Agus Amin. (2020). Implementasi Undang-Undang Pornografi terhadap Penyanyi Dangdut dalam Perspektif Hukum Islam. Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam, 6(2), 531-560.

Antaranews.com. (2006, 2 Februari). NU, Muhammadiyah Bentuk Koalisi Antipornografi. Diakses 26 April 2025, dari https://www.antaranews.com/berita/27204/nu-muhammadiyah-bentuk-koalisi-antipornografi

AZIZAH, P. (2022). Konsep Ta’dib Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Relevansinya Dengan Pendidikan Karakter (Disertasi Doktoral, UIN Raden Intan Lampung).

Badruzaman, Budi. (2019). Hubungan Antara Hukum dengan Moral dalam Islam. Syiar Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 22-41.

Barendregt, Bart. (2006). Between m-governance and mobile anarchies: Pornoaksi and the fear of new media in present day Indonesia. Leiden University.

Cohen, Stanley. (2011). Setan Rakyat dan Kepanikan Moral. Routledge.

Fuady, Mirza, dkk. (2024). Congregation’s Perception of Thermal Comfort in the Baitul Musyahadah Mosque in Banda Aceh City. AIP Conference Proceedings, 3082(1).

Hanifah, Umi. (2019). Transformasi Sosial Masyarakat Samin di Bojonegoro (Analisis Perubahan Sosial dalam Pembagian Kerja

dan Solidaritas Sosial Émile Durkheim). Jurnal Sosiologi Agama, 13(1), 41-71.

Hartini. (2015). Hukum Islam Pluralis-Multikultural di Indonesia (Kasus UU Pornoaksi dan Pornografi). Al Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan, 4(1), 178-191.

Hasanah, Niswatun. (2020). Hukum Islam dan Moralitas. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Islam, 5(5).

Haidar, Muhammad Asad. (2019). Kriteria Pornografi dan Pornoaksi Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia No. 287 Tahun 2001 dan Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi (Disertasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

Kompas.com. (2008, 30 Oktober). Rakyat Bali Tegas Tolak UU Pornografi. Diakses 26 April 2025, dari https://nasional.kompas.com/read/2008/10/30/16292868/rakyat.bali.tegas.tolak.uu.pornografi

Magfirah, A. C., Kurniati, K., & Rahman, A. (2023). Kekerasan Seksual Dalam Tinjauan Hukum Islam. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(6), 2581-2590.

Malatuny, Yakob Godlif, dan Samuel Patra Ritiauw. (2018). Eksistensi Pela Gandong Sebagai Civic Culture Menjaga dalam Harmonisasi Masyarakat di Maluku. Sosio Didaktika: Jurnal Pendidikan IPS, 5(2), 35-46.

Markaz Ta???m al-Qur’?n. (2020). Tafs?r al-Mad?nah al-Munawwarah, di bawah pengawasan Prof. Dr. Im?d Zuhair ?af??. Madinah: Universitas Islam Madinah.

Mansur, Muhammad Amin, dkk. (2001). Pidana Islam di Indonesia: Peluang, Prospek dan Tantangan. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Mahardika, Nova Pitdianti. (2024). Eksplorasi Etnomatematika Bentuk Transformasi Trigonometri pada Joget Lambak Pucuk Pisang pada Pembukaan Pekan Kebudayaan Nasional Tahun 2020. JMEA: Jurnal Pendidikan dan Aplikasi Matematika, 3(3), 100-108.

Mia Amalia. (2018). Prostitusi dan Perzinahan dalam Perspektif Hukum Islam. Tahkim: Jurnal Peradaban dan Hukum Islam, 1(1).

Miski. (2022). Membangun Image Indonesia dan Peran Masyarakat Sipil: Studi Terhadap NU dan Muhammadiyah. IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia.

Mulia, Siti Musdah. (2006). Menolak Pornografi: Memberdayakan Perempuan. Ulumuna, 10(2), 237-260.

Musarrofa, Ita. (2006). Pornografi dan Pornoaksi di Antara Keragaman Nilai-Nilai Budaya. Al-Mawarid: Jurnal Hukum Islam, 15.

Neng Jubaedah. (2006). [Book Review] Pornografi Pornoaksi Ditinjau dari Hukum Islam. Al-Mawarid: Journal of Islamic Law, 15.

Putri, Hanifah Hertanti, dan Aziz Muslim. (2023). Internalisasi Sifat Wara’ dalam Konsumsi Makanan Halal (Telaah Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger). Jurnal Riset Agama, 3(1), 209-222.

Rivaldianto, Muhammad, dkk. (2022). Moralitas Hakim di Indonesia dalam Mewujudkan Keadilan Menurut Perspektif Aristoteles. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humaniora, 1(01).

Solichin, Mohammad Muchlis. (2007). Fitrah; Konsep dan Pengembangannya dalam Pendidikan Islam. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2).

Sudardi, Bani, dan Afiliasi Ilafi. (2017). Hegemoni Budaya dalam Tradisi Manaqiban. Madaniyah, 7(1), 188-203.

Sudjito, Bambang, dkk. (2016). Tindak Pidana Pornografi dalam Era Siber di Indonesia. Brawijaya University.

Wibisono, M. Yusuf. (2020). Sosiologi Agama. Program Studi S2 Studi Agama-Agama, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.