PENGARUH PERBANDINGAN KOMPOS DAUN GAMAL (Giricidia maculata Hbr) DAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI MAHONI (Swietenia mahagoni (L) Jacq) DiPOLYBAG

Authors

  • Musdalifah musdalifah Fakultas kehutanan Universitas Tadulako
  • Retno Wulandari Fakultas kehutanan Universitas tadulako

DOI:

https://doi.org/10.55285/bonita.v1i1.204

Keywords:

Kompos, Tanah.

Abstract

Pemanasan global dapat diatasi dengan meningkatkan kepedulian manusia terhadap lingkungan seperti menanam pohon dan mengkonversi hutan. Mahagony (S. mahagoni (L) Jacq) banyak ditanam sebagai pohon pelindung. Kualitas benih sangat menentukan keberhasilan upaya penanaman hutan. Salah satu alternatif untuk menghasilkan bibit yang baik adalah penggunaan media yang tepat sehingga mereka dapat menghasilkan bibit yang sehat dengan pertumbuhan yang optimal. Penggunaan tanah dicampur dengan bahan organik dengan dosis tertentu kompos daun gamal diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan bibit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan berbagai dosis kompos gamal dan tanah terhadap pertumbuhan semai mahoni dalam polibag. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2018 hingga Maret 2019, berlokasi di tempat pembibitan permanen BPDAS Palu-Poso, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu: P0 = tanah (kontrol), P1 = tanah: kompos daun gamal 1: 1, P2 = tanah: kompos daun gamal 2: 1, P3 = tanah: daun gamal kompos 3: 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan kompos daun gamal (G. maculataHbr) dan tanah memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap peningkatan rata-rata pada semua perlakuan. Peningkatan rata-rata tinggi, tertinggi adalah P1 (15,59 cm), kemudian P2 (13,36 cm), P3 (11,89 cm) dan terendah adalah P0 (10,12 cm). Rata-rata peningkatan jumlah daun, tertinggi adalah P1 (5,5 daun), kemudian P2 (4,9 daun), P3 (4,3 daun) dan terendah adalah P0 (3,3 daun). Peningkatan diameter rata-rata, terbesar adalah P1 (1,79 mm), kemudian P2 (1,54 mm), P3 (1,31) dan yang terkecil adalah P0 (1,12 mm). Hasil indeks kualitas benih rata-rata, tertinggi adalah P1 (5,03), kemudian P2 (4,49), P3 (3,70) dan owest adalah P0 (2,95).

References

Ahmad, B. E. P., 2011. Peran kearifan lokal dalam menjaga kelestarian hutan. Jurnal Pemikiran Islam. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Vol. 16 No. 1. E-ISSN : 2356-2420

Buckman, H.O. dan Brady, 1982. Ilmu Tanah. Terjemahan Of The Nature and Properties of Soils. Oleh Soegiman. Bharata Karya Aksara, Jakarta.

Duaja, M.D., 2012. Pengaruh Bahan Dosis Kompos Cair Terhadap Pertumbuhan Kacang Buncis (Laktuva santiva sp). Jurnal Ilmu Pertanian 1 (1) : 11-12.

Hendromono, 1994. Pengaruh Media Organik dan Tanah mineral terhadap mutu bibit Pterygota alata Roxb.Buletin Penelitian Hutan, 617, 55-64.

Ishak, Y. Dan Mulyana, O., 2006. Pengaruh Dosis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Mahoni (Swietenia mahagoni) pada Lahan Alang-Alang di Samboja, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. IV No. 4 : 377-384, 2007.

Kementrian Kehutanan, BPDAS Solo. 2011. Info tanaman hijau.http://www.bpdassolo.net/index.php/tanaman-kayu-kayuan/tanaman-mahoni. Diakses 25 september 2017.

Lakitan, B., 1995. Fisiologi Tumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Maspary, S. Dan Wiria, 1986. Fungsi Unsur Hara dalam Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman, Gramedia Jakarta.

Purwanto, I. 2007. Mengenal lebih dekat Leguminoceae.Penebar Swadaya. Jakarta.

Simanungkalit, R. D. M., 2006. Pupuk Organik Dan Pupuk Hayati. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Soepardja, E. 1991. Penanganan lahan kritis dari masa ke masa. Bandung : Angkasa.

Suhendi, H. 1992. Pengaruh pupuk N, P, dan Kapur terhadap pertumbuhan Laporan No.407. Balai Penelitian Hutan. Bogor

Downloads

Published

2019-07-24

Issue

Section

Articles