KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT CEREKANG DALAM MENJAGA DAN MELESTARIKAN HUTAN ADAT DI DESA MANURUNG

Authors

  • Maria Maria Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma Palopo
  • Taskur Taskur Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma Palopo
  • Hadijah azis Karim Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma Palopo

DOI:

https://doi.org/10.55285/bonita.v2i2.498

Keywords:

Indigenous Forests, Local Wisdom, Indigenous Peoples

Abstract

Indigenous people have the knowledge from generation to generation to maintain and protect forest resources around them. The role of local wisdom of the Cerekang indigenous people in protecting and preserving the customary forest is very much needed for the survival and function of the forest. This study aims to describe and explain the role of local wisdom of indigenous peoples in protecting and preserving customary forests. Data obtained directly through surveys and direct field observations, data collected through observation and interview methods are processed and classified according to research objectives and then analyzed using qualitative data analysis. The results obtained are that the Cerekang customary forest is a customary forest that has a principle of sustainability, there is no management at all by the cerekang customary community so that in maintaining and preserving the cerekang customary forest it is carried out by customary stakeholders, customary institutions, Cerekang customary communities and the village government

References

Abidin, Andi Zainal, 1999. Sejarah Sulawesi Selatan. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Aci, 2014. Mengenal Budaya Suku Cerekang yang Mensakralkan Hutan dan Sungainya di Kabupaten Luwu Timur.

Alus, 2014. peran lembaga adat dalam pelestarian kearifan lokal suku sahu di desa balisoan kecamatan sahu kabupaten halmahera barat, Journal “Acta Diurna†Volume III. No.4. Tahun 2014.

AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusanatara), 2019. Kearifan Lokal Masyarakat Hukum Adat To Cerekeng.

Pangerang, A. 2006. Sinopsis Kirab Keraton Kerajaan Luwu (Langkanae), Festival Keraton Nusantara IV 2004 Di Yogyakarta.

Arizone, 2013. Kriteria Masyarakat (Hukum) Adat dan Potensi Implikasinya terhadap Perebutan Sumberdaya Hutan. Pasca-Putusan MK Nomor 35/PUU-X/2012:Studi Kasus Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Apriyanto, 2008. Hubungan Kearifan Lokal Masyarakat Adat dengan Pelestarian Lingkungan Hidup. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Barau, B. A 2013. Kearifan Lokal Etnis Lokal Dalam Mendukung Kawasan Konservasi Taman Nasional Lore Lindu. Studi Kasus Desa Katu, Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Donggala. Skripsi. Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako, Palu.

BRWA (Badan Registrasi Wilayah Adat), 2018. Formulir Pendaftaran To Cerekang, Indrapasta Bogor 16153 – Indonesia.

Efendi, A.S. 2011. Implementasi Kearifan Lingkungan Dalam Budaya Masyarakat Adat Kampung Kuta Sebagai Sumber Pembelajaran IPS. Jurnal Penelitian Pendidikan, Agustus 2011, (Online), (http:// jurnal.upi.edu/file/8-Agus_Effendi.pdf, diakses Agustus 2013).

Febryano, Suharjito, Darusman, Kusmana, Hidayat. 2015. Aktor dan Relasi Kekuasaan dalam Pengelolaan Mangrove di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Indonesia. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan. 12(2): 125-142.

Firdaus, 2017. peran lembaga adat kenagarian rumbio dalam pelestarian hutan larangan adat (studi: hutan larangan adat kenagarian rumbio kecamatan kampar kabupaten kampar), Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Riau.

Gunawan Hendra, 2004. Ancaman dan harapan bagi masyarakat adat studi kasus kalangan masyarakat adat cerekang di kabupaten luwu timur provinsi Sulawesi Sealatan.

Iriani, 2019. Sistem kepemimpinan Pua pada masyarakat adat Cerekang. Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan.

Keraf, S. 2002. Etika Lingkungan. Kompas Jakarta.

Kurnain V, 2016. Manfaat Hutan Adat Bagi Masyarakat Desa Batoq Kelo Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu. Program Studi Pengelolaan Hutan Pertanian, Jurusan Manajemen Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Samarinda.

Kusnandar, padmaningrum, rahayu, wibowo. 2013. Rancang bangun model kelembagaan agribisnis padi organik dalam mendukung ketahanan pangan. Volume 14 No. 1 juni 2013, hal. 92 – 101. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Mahkamah Konstitusi (2012) “Putusan Nomor 45/PUU-X/2011â€. Diakses dari http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/putusan/putusan_sidang_45%20PUU%202011- TELAH%20BACA.pdf pada 2 Januari 2014.

Nababan, 2008. Pengelolaan hutan berbasis masyarakat adat: Antara konsep dan realitas.

Palmolina, 2014. Karatristik Petani dalam Pengembengan Hua aya Di Desa Buana Sakri Kecamatan Batang hari Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Sylva Lestari.

Pangkali, L. 2006. Laporan Kegiatan Pemetaan Partisipatif diWilayah Adat Desa Garusa Distrik Unurumguay Kabuaten Jayapura.

Ramli M. 2007. Kelembagaan , pengelolaan sumberdaya hutan masyarakat adat Baduy Desa Kenekes, Kabupaten Lebak, Banten. [Skripsi]. Bogor.

Ridwan, 2007. Hubungan Kearifan Lokal Masyarakat Adat dengan Pelestarian Lingkungan Hidup. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Rubynski, 2018. Peranan Kelembagaan Nagari Dalam Pengelolaan Hutan Di Nagari Sirukan Kabupaten Solok. Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Sugiyono, 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta. Bandung.

Sugiswati B, 2012. Perlindungan hukum terhadap eksistensi masyarakat adat di indonesia. Volume XVII No. 1 Tahun 2012 Edisi Januari. Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Suhartini. 2009. Kajian Kearifan Lokal Masyarakat dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009.

Sumantri, iwan. 2006. Kedatuan luwu edisi kedua: perspektif arkeologi, sejarah dan antropologi. Makassar: Jendela Dunia bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Luwu Timur dan Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Unuvesrsitas Hasanuddin.

Downloads

Published

2020-12-28