Analisis Faktor-Faktor Daya Tarik Wisata Lokal
DOI:
https://doi.org/10.35914/jemma.v5i2.1219Kata Kunci:
Daya Tarik Obyek Wisata, Keamanan Wilayah, Kelompok Referensi, Kemudahan AksesibilitasAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan daya tarik wisata lokal di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksploratif. Data primer digunakan dalam penelitian ini yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online (melalui google form) dan offline. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan wisatawan lokal yang memiliki pengalaman dalam mengunjungi beberapa destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Tenggara. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Exploratory Factor (EFA) dengan menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa dari 19 indikator yang digunakan dalam mengukur daya tarik wisata, terbentuk 4 kelompok fakator yang menentukan daya tarik wisata local di Provinsi Sulawesi Tenggara yakni (1) kemudahan aksesibilitas; (2) keamanan wilayah; (3) daya tarik obyek wisata; dan (4) kelompok referensi. Hasil temuan ini diharapkan dapat memberikan sumbangsi pada pengembangan parawisata khususnya dalam penentuan kebijakan-kebijakan sector pariwisata local di Sulawesi Tenggara.Referensi
Abdulhaji, S., & Yusuf, I. S. H. (2016). Pengaruh Atraksi, Aksesibilitas dan Fasilitas Terhadap Citra Objek Wisata Danau Tolire Besar di Kota Ternate. Jurnal Penelitian Humano, 7(2).
Ariya, G., Wishitemi, B., & Sitati, N. (2017). Tourism Destination Attractiveness as Perceived by Tourists Visiting Lake Nakuru National Park, Kenya. International Journal of Research in Tourism and Hospitality, 3(4), 1–13. https://doi.org/10.20431/2455-0043.0304001
Dey, B., Mathew, J., & Chee-Hua, C. (2020). Influence of destination attractiveness factors and travel motivations on rural homestay choice: the moderating role of need for uniqueness. International Journal of Culture, Tourism, and Hospitality Research, 14(4), 639–666. https://doi.org/10.1108/IJCTHR-08-2019-0138
Harianto, S. P., Masruri, N. W., Winarno, G. D., Tsani, M. K., & Santoso, P. J. T. (2020). Development strategy for ecotourism management based on feasibility analysis of tourist attraction objects and perception of visitors and local communities. Biodiversitas, 21(2), 689–698. https://doi.org/10.13057/biodiv/d210235
Hidrawati, H., Normayasari, N., Sahari, S., Fyka, S., & Yusria, W. (2020). A Study of the Potential of Ecotourism Development in Konawe Islands Regency, Southeast Sulawesi Province, Indonesia. Habitat, 31(3), 115–124. https://doi.org/10.21776/ub.habitat.2020.031.3.14
Islam, S., Hossain, M. K., & Noor, M. E. (2017). Determining Drivers of Destination Attractiveness: The Case of Nature-Based Tourism of Bangladesh. International Journal of Marketing Studies, 9(3), 10. https://doi.org/10.5539/ijms.v9n3p10
Khalik, W. (2014). Kajian Kenyamanan Dan Keamanan Wisatawan Di Kawasan Pariwisata Kuta Lombok. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 01(01), 23–42. https://doi.org/10.24843/jumpa.2014.v01.i01.p02
Kim, D., & Perdue, R. R. (2011). The influence of image on destination attractiveness. Journal of Travel and Tourism Marketing, 28(3), 225–239. https://doi.org/10.1080/10548408.2011.562850
Krabokoukis, T., & Polyzos, S. (2020). An Investigation of Factors Determining the Tourism Attractiveness of Greece’s Prefectures. Journal of the Knowledge Economy. https://doi.org/10.1007/s13132-020-00704-7
Mitra, S. K. (2020). A Different Perspective to Measure Tourism Attractiveness. Current Issues in Tourism, 23(14), 1718–1722. https://doi.org/10.1080/13683500.2019.1656711
Nasir, M. N. M., Mohamad, M., Ghani, N. I. A., & Afthanorhan, A. (2020). Testing mediation roles of place attachment and tourist satisfaction on destination attractiveness and destination loyalty relationship using phantom approach. Management Science Letters, 10(2), 443–454. https://doi.org/10.5267/j.msl.2019.8.026
Pratminingsih, S. A., Johan, A., & Salsabil, I. (2022). The Effect of Destination Attractiveness on Destination Attachment and its Impact on Tourist Sustainable Behavior. Jurnal Siasat BIsnis, 26(2), 222–234. https://doi.org/10.20885/jsb.vol26.iss2.art8
Sentanu, I. G. E. P. S., Prabowo, A., Kumalasari, K., Galih, A. P., & Wismanu, R. E. (2021). Stakeholder Collaboration Model for Ecotourism Development (Studi in Batu City, Indonesia). Journal of Government and Civil Society, 5(2), 214–236.
Ul, I., & Chaudhary, M. (2021). Index of destination attractiveness: A quantitative approach for measuring tourism attractiveness. Turizam, 25(1), 31–44. https://doi.org/10.5937/turizam25-27235
Yacob, S., Johannes, J., & Qomariyah, N. (2019). Does Destination Attractiveness and Destination Image Create Increase of Visiting Intention in Indonesia Rural Tourism? Sriwijaya International Journal of Dynamic Economics and Business, 3(2), 122. https://doi.org/10.29259/sijdeb.v3i2.122-133
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan pada JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting untuk publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk berbagi (menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam media atau format apa pun) dan beradaptasi (mencampur) , mentransformasikan, dan membangun di atas bahan) karya untuk tujuan apa pun,
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal, yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.