Ekonomi Wisata Pantai Ujung Suso Burau Kabupaten Luwu Timur
DOI:
https://doi.org/10.35914/jemma.v3i1.344Kata Kunci:
Pantai, Ujung Suso, Kesesuaian wisata, Pengembangan wisataAbstrak
Wisata Bahari di Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur sangat potensial untuk dikembangkan. Hal ini karena sebagian besar wilayahnya merupakan daerah pantai dan berbatasan langsung dengan Teluk Bone. Dua pantai yang terdapat di Kecamatan Burau dan menjadi kunjungan wisata adalah Pantai Lemo dan Pantai Ujung Suso. Pantai Ujung suso yang memiliki banyak potensi untuk dikelola, saat ini belum mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Akibat dari kurangnya perhatian pemerintah dalam proses pengelolaan Pantai Ujung Suso berdampak buruk pada kondisi alamnya seperti parahnya erosi pantai yang menyebabkan jarak antara tepi laut dengan jalan semakin dekat, tumpukan sampah yang semakin banyak disekitar pantai dalam jangka waktu panjang dapat merusak ekosistem di pantai tersebut. Oleh karena itu saat ini dibutuhkan konsep pengelolaan wisata kawasan yang dapat memperbaiki kualitas sumberdaya alam Pantai Ujung Suso. Data yang dikumpulkan meliputi data pengunjung, potensi wisata yang terdiri dari potensi fisik, sosial budaya, serta ekonomi, dan metode pengelolaan Pantai Ujung Suso sebelumnya. Selanjutnya wawancara dan Indepth interview dilakukan untuk mengetahui bagaimana metode pengelolaan untuk pengembangan Pantai Ujung Suso dengan menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kekuatan yang merupakan potensi wisata Pantai Ujung Suso adalah social budaya masyarakat, ekosistem pantai, perekonomian, serta kemudahan akses. Selain kekuatan yang merupakan potensi Pantai Ujung Suso, ditemukan pula beberapa kelemahan seperti pengambilan terumbu karang liar oleh masyarakat, kebersihan lingkungan pantai yang semakin mengkhawatirkan akibat aktivitas pengunjung dan warung di sekitar pantai yang membuang sampah disekitar pantai, persepsi masyarakat terkait pengembanagan wisata adalah dengan mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan wisata perlu dikembangkan dan didampingi. Selain itu wisata pantai Ujung Suso juga mempunayai peluang secara ekonomi dengan memberikan kesempatan kerja dan berusaha bagi masyarakat disekitar pantai.Referensi
Kemenparekraf Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 2012. Rencana Strategis 2012-2014. Jakarta (ID): Dirjen. Pengembangan Destinasi Pariwisata.
Dahuri, R, J. Rais, S.P. Ginting dan M.J. Sitepu. 1996. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta.xxxiv+305 hlm.
Bengen D.G. 2001. Ekosistem dan Suberdaya Pesisir dan Laut serta Pengelolaan Secara Terpadu dan Berkelanjutan [Makalah]. Disampaikan pada Prosiding Pelatihan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu. Bogor, 29 Oktober-3 November 2001. 159 hlm
Yulianda F. 2007. Ekowisata bahari sebagai alternatif pemanfaatan sumberdaya pesisir berbasis konservasi. Seminar sains 21 Februari 2007 pada Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan. Bogor (ID): Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.
Reihanian A, Mahmood NZB, Kahrom E, Hin TW. 2012. Sustainable tourism development strategy by SWOT analysis: Boujagh National Park, Iran. Tourism Management Perspectives 4:223-228. doi: 10.1016/j.tmp.2012.08.005
Coria J, Calucura E. 2012 Ecotourirsm and the development of indigenous communities: The good, the bad, and the ugly. Ecol Econom. 73:47-55.
Fennell DA. 1999. Ecotourism New York (US): Routlege
Fennel DA. 2002. Ecotourism Programme Planing Trowbridge. (UK): CABI
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan pada JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting untuk publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk berbagi (menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam media atau format apa pun) dan beradaptasi (mencampur) , mentransformasikan, dan membangun di atas bahan) karya untuk tujuan apa pun,
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal, yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.