Peningkatan Kesehatan Santri dalam Pondok Pesantren melalui Edukasi tentang Scabies

Main Article Content

Majida Ramadhan
Faisal Faisal
Intan Trixzi Fradina
Aziz Mawardi

Abstract

Penyakit scabies dapat ditularkan langsung (skin to skin) melalui berjabat tangan, hubungan seksual, tidur bersama. atau penularan secara tidak langsung seperti selimut, bantal, sprei, pakaian, handuk. Scabies merupakan penyakit kulit tersering yang menduduki peringkat ke 3 dari 12 penyakit kulit, namun edukasi dalam pondok pesantren masih jarang dilakukan. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah mengedukasi santri mengenai penyakit scabies, tanda dan gejala, cara penularan hingga pencegahan scabies. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan Uji statistic Wilcoxon Signed Ranks Test dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Hasil menunjukan nilai P value sebesar 1,055x 10-7 yang berarti hasil tersebut <0,05, yang berarti H0 ditolak sehingga terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan santri tentang penyakit scabies, tanda dan gejala, cara penularan, hingga pencegahan scabies antara sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Simpulan dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan mengenai penyakit scabies, tanda dan gejala, cara penularan, hingga pencegahan scabies sebagai upaya untuk pencegahan terjadinya scabies di lingkungan pondok pesantren. Para santri disarankan harus selalu menjaga dan merawat kebersihan kulit. Para santri harus mandi dua kali sehari menggunakan sabun dan peralatan mandi pribadi, mengganti pakaian dua kali sehari dan menghindari bertukar pakaian dengan santri lainnya. Para santri juga harus mencuci handuk 2-3 kali seminggu, tidak menggunakannya secara bergantian dan dalam keadaan basah, serta dijemur di bawah sinar matahari setelah digunakan.

Kata Kunci: Edukasi, Scabies, Pengetahuan, Pondok Pesantren

Article Details

Section

Articles

References

Amin, M. A. (2017). Klasifikasi Kelompok Umur Manusia Berdasarkan Analisis Dimensi Fraktal Box Counting Dari Citra Wajah Dengan Deteksi Tepi Canny. MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika, 5(2), 33–42.

Atmajaya, T., Wardana, R., Gindawati, N., Anaya, A. D., Trikandini, A., & Khasanah, D. N. (2020). POPABES (Pondok Pesantren Bebas Scabies) pada Santriwan dan Santriwati di Pondok Pesantren. JURNAL PESUT : Pengabdian untuk Kesejahteraan Umat, 2(1), 44–51. https://doi.org/10.30650/jp.v2i1.1329

Bernigaud, C., Fernando, D. D., Lu, H., Taylor, S., Hartel, G., Chosidow, O., & Fischer, K. (2020). How to eliminate scabies parasites from fomites: A high-throughput ex vivo experimental study. Journal of the American Academy of Dermatology, 83(1), 241–245. https://doi.org/10.1016/j.jaad.2019.11.069

Cahyati, W. H., & Siyam, N. (2021). Pengembangan Buku “Aksi Santri†Sebagai Upaya Early Detection Penyakit Kulit. Higeia Journal Of Public Health research and Development, 5(2), 253-264. https://doi.org/10.15294/higeia.v5i2.35360

Daim, S. U. R., Ashraf, M. F., Ashraf, A., Zubair, R., & Ahmed, R. U. (2023). Breaking the Bubble: Bullous scabies – A case report. IDCases, 32, e01762. https://doi.org/10.1016/j.idcr.2023.e01762

Hay, R. J., Steer, A. C., Engelman, D., & Walton, S. (2012). Scabies in the developing world–-its prevalence, complications, and management. Clinical Microbiology and Infection, 18(4), 313–323. https://doi.org/10.1111/j.1469-0691.2012.03798.x

Irjayanti, A., Wambrauw, A., Wahyuni, I., & Maranden, A. A. (2023). Personal Hygiene with the Incidence of Skin Diseases. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 169–175. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i1.926

Jira, S. C., Matlhaba, K. L., & Mphuthi, D. D. (2023). Evaluating the current management approach of scabies at selected primary health care in the Deder district, Ethiopia. Heliyon, 9(1), e12970. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e12970

Kouotou, E. A., Nansseu, J. R. N., Kouawa, M. K., & Zoung-Kanyi Bissek, A.-C. (2016). Prevalence and drivers of human scabies among children and adolescents living and studying in Cameroonian boarding schools. Parasites & Vectors, 9(1), 400. https://doi.org/10.1186/s13071-016-1690-3

Lluch-Galcerá, J. J., Carrascosa, J. M., & Boada, A. (2023). [Translated article] Epidemic Scabies: New Treatment Challenges in an Ancient Disease. Actas Dermo-Sifiliográficas, 114(2), T132–T140. https://doi.org/10.1016/j.ad.2022.07.028

Pandowo, H., & Kurniasari, C. (2019). Pemahaman Personal Hygiene melalui Pendidikan Kesehatan pada Penghuni Lapas Perempuan Klas II B Yogyakarta. 1(1).

Pertiwi, W. E., & Karmila, K. (2020). Determinan Personal Hygiene pada Siswa-Siswi Asrama. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(04), 239–247. https://doi.org/10.33221/jikm.v9i04.733

Riebenbauer, K., Weber, P. B., Haitel, A., Walochnik, J., Valencak, J., Meyersburg, D., Kinaciyan, T., & Handisurya, A. (2022). Comparison of Permethrin-Based Treatment Strategies against Scabies in Infants and Young Children. The Journal of Pediatrics, 245, 184–189. https://doi.org/10.1016/j.jpeds.2022.02.016

Salavastru, C. M., Chosidow, O., Boffa, M. J., Janier, M., & Tiplica, G. S. (2017). European guideline for the management of scabies. Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology, 31(8), 1248–1253. https://doi.org/10.1111/jdv.14351

Sari, I. I., Bujawati, E., Syahrir, S., Amir, N., & Amansyah, M. (2020). Is there a relationship between intrapersonal, personal hygiene, and physical environment with incidence of scabies? Community Research of Epidemiology (CORE), 1(1), 59. https://doi.org/10.24252/corejournal.v1i1.18362

Velasco-Amador, J. P., Prados-Carmona, A., & Ruiz-Villaverde, R. (2023). [Translated article] RF – Resistance to Permethrin in Scabies Treatment: Does It Really Exist? Actas Dermo-Sifiliográficas, 114(5), T433–T434. https://doi.org/10.1016/j.ad.2022.05.046