Pelatihan Pembuatan Komik Digital sebagai Sarana Pelestarian Bahasa Daerah

Main Article Content

Wawan Firgiawan
Sugiarto Cokrowibowo
Nurani Natsir
Sulfayanti Sulfayanti
Nahya Nur

Abstract

Bahasa Mandar merupakan salah satu kekayaan budaya lokal di Sulawesi Barat yang saat ini mengalami penurunan penggunaan, terutama di kalangan generasi muda. Program pelatihan pembuatan komik digital ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi generasi muda terhadap Bahasa Mandar melalui media kreatif yang relevan dengan kehidupan mereka. Dilaksanakan di SMA Negeri 3 Majene, pelatihan ini melibatkan 42 siswa dalam proses kreatif pembuatan komik digital bertema budaya Mandar. Pelaksanaan program ini mencakup lima tahap: identifikasi, perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, evaluasi. Siswa dilatih menggunakan aplikasi desain grafis Canva untuk membuat komik digital yang mengintegrasikan elemen budaya lokal dan Bahasa Mandar sebagai dialog. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis (67,86%) dan kesadaran budaya (45,16%). Temuan ini membuktikan bahwa teknologi digital, seperti komik, dapat menjadi sarana efektif untuk melestarikan bahasa dan budaya lokal, terutama bagi generasi muda di era digital.

Article Details

Section

Articles

References

Afrianti, I., & Wahyuni, N. (2021). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Lingkungan “Leksikon Dalam Bahasa Mbojo” Untuk Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 4(6), 455-461.

Al Fatana, N. (2021). Pemertahanan Bahasa Mandar oleh Suku Mandar yang Berdomisili di Kota Makassar Sulawesi Selatan. Indonesian Journal of Social and Educational Studies, 2(1).

Ali, M. (2020). Pembelajaran Bahasa Indonesia Dan Sastra (Basastra) Di Sekolah Dasar. PERNIK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 35-44.

Aritonang, B. (2021). Penggunaan Bahasa Daerah Generasi Muda Provinsi Maluku Utara Dalam Ranah Ketetanggaan dan Pendidikan. Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, 15(2(3), 179-199.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2024). Peta Bahasa Daerah di Indonesia. Dipetik Februari 10, 2024, dari https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/

Brata, I. B. (2016). Kearifan budaya lokal perekat identitas bangsa. Jurnal Bakti Saraswati (JBS), 5(1).

Fatana, N. A., Ramly, & Azis. (2021). Pemertahanan Bahasa Mandar oleh Suku Mandar yang Berdomisili di Kota Makassar Sulawesi Selatan. Indonesian Journal of Social and Educational Studies, 27-32.

Ismadi, H. D. (2022, Januari 22). Kebijakan Pelindungan Bahasa Daerah dalam Perubahan Kebudayaan Indonesia. Retrieved from Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa: https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/artikel-detail/842/kebijakan-perlindungan-bahasa-daerah-dalam-perubahan-kebudayaan-indonesia.

Lastaria, L., Arnisyah, S., & Astuti, A. D. (2022). Meningkatkan keterampilan menulis cerita rakyat pada guru bahasa Indonesia SMA Sekalimantan Tengah. Tomaega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 45-55. LPPM Universitas Andi Djemma. https://doi.org/10.35914/tomaega.v5i1.971

Mantri, Y. M. (2014). Peran Pemuda Dalam Pelestarian Seni Tradisional Benjang Guna Meningkatkan Ketahanan Budaya Daerah. Ketahanan Nasional, 3, 135-140.

Masniati, et al. (2021). Implementasi Nilai Budaya Lokal Sebagai Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Buru. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 7(2), 292-310.

Naibaho, L., Nadeak, B., & Sormin, E. (2023). Pelestarian Bahasa Daerah Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia. CV. Wdina Media Utama.

Pandaleke, T. F., Koagouw, F., & Waleleng, G. J. (2020). Peran komunikasi sosial masyarakat dalam melestarikan bahasa daerah pasan di Desa Rasi Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. Acta Diurna Komunikasi, 2(3).

Suandi, I., Nengah, & Mudana, I. W. (2020). Upaya Pelestarian Bahasa dan Budaya Bali Melalui Pengembangan Kamus Seni Tari Bali. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 6(1), 335-353.

Wulansari, L., et al. (2022). Pelatihan dan pendampingan penulisan pantun sebagai upaya pelestarian warisan budaya melayu. GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(2), 281-288.