Peningkatan Kapasistas Petani Kakao Di Desa Tete Uri
Main Article Content
Abstract
Desa Tete Uri, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, merupakan penghasil kakao terbesar dengan kontribusi 370,8 ton dari total 575 hektare lahan pada tahun 2023. Meskipun potensi besar, petani menghadapi kendala dalam penerapan sistem budidaya tanaman dan pascapanen kakao. Kurangnya teknik budidaya yang tepat dan penanganan pasca panen yang tidak baik dapat mengurangi kualitas biji kakao, sementara serangan hama dan penyakit memperburuk hasil. Untuk mengatasi masalah ini, Universitas Andi Djemma melalui program KOSABANGSA memberikan pelatihan teknis, dan bantuan alat penjemuran. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas biji kakao, memperbaiki pengelolaan pascapanen, dan menciptakan model usaha tani yang dapat diterapkan di wilayah lain, mendukung keberlanjutan industri kakao di Luwu Utara.
Article Details
Section
References
Gerritsma, L., Mommer & Anten, N.P.R. (2005). A physiological production model for cocoa (Theobroma cacao): model presentation, validation and application. Agricultural system, 84, 195–225
Harman, G. E. (2000). Myths and dogmas of biocontrol: changes in perceptions derived from research on Trichoderma harzianum. Plant Disease, 84(4), 377–393.
Hii, C. L., Abdul Rahman, R., Jinap, S., & Che Man, Y. B. (2006). Quality of cocoa beans dried using a direct solar dryer at different loadings. Journal of the Science of Food and Agriculture, 86(8), 1237-1243.
ICCO. (2007). Field Manual for Cocoa Farmers. International Cocoa Organization.
Mensah, A. et al. (2017). Effects of mulching on soil moisture, nutrient loss, and crop performance. Journal of Agronomy and Crop Science, 203(5), 391–400.
Mukhlishah, N., Saleh, A., & Sadono, D. (2014). Aktivitas Komunikasi Organisasi dan Kinerja Pendamping dalam Program Gernas Kakao di Kabupaten Polewali Mandar. (Doctoral dissertation, Bogor Agricultural University).
Opoku, I. Y., et al. (2007). Aflatoxin contamination and quality of stored cocoa beans in Ghana. African Journal of Agricultural Research, 2(9), 441-447.
Santoso, F.X. (1994). Tanaman Kakao. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Schmutterer, H. (1990). Properties and potential of natural pesticides from neem tree. Agriculture and Forest Entomology, 35(1), 35-46.
Susanto, L. (2017). Kompendium Penyakit-penyakit Kakao. Yogyakarta: Lily Publisher.
Widyastuti, L. S., Parapasan, Y., & Same, M. (2021). Pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) pada berbagai jenis klon dan jenis pupuk kandang. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 109-118.